WARGA KHILAFAH BAHU MEMBAHU PADAMKAN API YANG MELAHAP RUMAH KAKAK KANDUNG KHALIFAH DI MAPIN

Kampung Damai, Labuan Mapin – NTB,  24 Muharam 1439 H (14/10/17). “Kebakaran, kebakaran, kebakaran …”, teriak pak Muhdar Wazir Amni wa dhifa’ Daulah Indonesia Bagian Barat yang bermukim di Kampung Khilafah, Alas Mapin – Sumbawa Barat sembari menujuk rumah Ama Gada (sebutan bapak Gadafi) mengaggetkan para jama’ah usai shalat dzuhur. Ternyata pemilik rumah sedang pulang kampung ke Bima.

Angin bertiup kencang, suasana terik matahari membuat si Jago Merah menghantam semua bangunan milik Abah Gadah, warga Khilafatul Muslimin. Tidak sampai di situ ternyata api merembet ke rumah di sebelah nya.  Rumah Ummi Khadijah, beliau adalah kakak kandung dari Khalifah /Amirul Mukminin. Api mulai merambat, sedangkan Umi Ijah (panggilan Ummi Khadijah) yang sedang mengambil air wudhu hendak menaunaikan Shalat Zuhur tidak mengetahui kebakaran ini.  “Ummi Ijah keluar, keluar segera”, teriak pak Jumadil. Anshory Ibnu Amal segera merangsek masuk menyelamatkan bibi nya.

Sementara warga Khilafah bahu membahu berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, sebagian menyelamatkan barang –barang yang bisa di selamatkan. Namun, “si Jago Merah” begitu gagah melahap dua rumah sekaligus.

Di saat para muslimah mencoba menenangkan Umi Ijjah, bahkan ada yang menangis haru tetapi tidak bagi Umi Ijah, beliau tetap tersenyum dan biasa dalam menghadapi musibah, aqidah dan tarbiyah yang terbina selama ini di dalam struktural Kekhalifahan cukup membuat Umi Ijah tegar dan mengatakan, “Setiap musibah pasti ada hikmah nya di balik ini semua, Allah Maha kuasa atas diri-diri kita dan atas segala sesuatu”, subahanallah. [Tubagus, Agus Habib, Mapin – Sumbawa]

Facebook Comments
Tags:

Related Posts