WAKIL PM TURKI : “PERSATUAN MUSLIM DAPAT CEGAH SYKES PICOT KEDUA”

ISTANBUL – Wakil Perdana Menteri Turki memperingatkan divisi imperialis “Sykes-Picot kedua” di Timur Tengah, sembari menyerukan negara-negara Islam bergabung untuk mencegah hal ini.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Selasa kemarin (29/11/2016) di koran berbahasa Arab terbitan London Asharq al-Awsat, Numan Kurtulmus mengatakan, “Dunia Islam harus mengembangkan pemahaman yang jelas tentang gambaran di Timur Tengah. Seratus tahun yang lalu, kekuatan imperialis pada 1916 menerapkan perjanjian Sykes-Picot di wilayah itu sehingga mengakibatkan terpecahnya negara-negara Arab oleh batas-batas dan sekarang kita sedang menghadapi sebuah proyek yang disebut Sykes-Picot kedua.”

Kurtulmus mendesak adanya persatuan di antara negara-negara Islam untuk menghadapi upaya memecah belah lewat garis sektarian, yang hal itu justru akan merobek mereka.

Menunjuk kerjasama Turki dengan Arab Saudi, Kurtulmus katanya, “Kami bekerja untuk menyatukan dunia Islam untuk mencegah upaya pembagian negara. Turki tidak ingin melihat negara-negara seperti Irak, Suriah, Libya, dan lain-lain menjadiberantakan. Kita harus bekerja sama untuk mengakhiri kebijakan sektarian, dan kesatuan kita adalah agenda menyebarkan stabilitas di kawasan itu.”

“Kami melihat Arab Saudi memainkan peran yang efektif di daerah ini. Kita sekarang berdiri di persimpangan jalan dan saat kritis: Apakah kita akan menyerah untuk Sykes-Picot kedua atau bersatu melawan sektarianisme,” tegas Kurtulmus. [fq/islampos]

Facebook Comments
Tags:

Related Posts