Ustd Imbalo Hsb Tokoh Pergeerakan Islam di Sumatera Utara

Beliau adalah mantan salah satu petinggi NII,Yaitu Komandan Wilayah Sumatera Utara.Perjalanan panjang nya dalam dunia pergerakan Islam kini terhenti di Khilafatul Muslimin,

Dengan latar belakang pendidikan beliau yang sempat duduk di bangku pesantren inilah yang menjadi modal utama beliau dalam dunia harakah islam.

Trus apa yang melatar belakangi beliau sehingga beliau memilih perjuangan harakah nya di khilafatul Muslimin.

Berikut wawancara singkat majalah AL-Khilafah Ramadhani Nst di kediamanya langsung dengan beliau;

·         :Assalamu’alaikum Wr_wb,bagaimana keadaan Ustadz dan keluarga,?

·         :Wa’alaikumsalam Wr_wb,Alhamdulillah keadaan saya dan keluarga sehat wal’afiat,,

·         :Bisakah ustadz berta’aruf kepada redaksi di awali dengan nama,usia,latar belakang Keluarga    dan pendidikan,?

·         Baik syukron,Nama saya sesuai dengan yang tercantum di kartu tanda penduduk adalah Imbalo Hasibuan kalau di harakah Nama saya Ali Bin Abdullah,dan Abdullah itu adalah nama orang tua saya,saya lahir di satu tempat yang namanya Panyabungan kabupaten Madina tahun 1948,jadi usia saya sekarang lebih kurang 65 tahun,latar belakang keluarga saya adalah petani,saya memiliki istri satu ang bernama Sumarliyah,saya sempat mengecap pendidikan pesantren yaitu Pesantren Mustofawiyah purba barus,dan pada tahun 1963 saya sempat bekerja di instansi pemerintahan yaitu di Depdikbud,dikarenakan pekerjaan tersebut disamping upahnya yang kecil juga mengandung unsur KKN,menurut ilmu yang saya pernah pelajari di pesantren pekerjaan ini tidak srek(senang hati) dalam menjalankan pekerjaan tersebut,sehingga saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari instansi pemerintahan tersebut,.

·         Mulai kapan Ustadz aktif atau berkecimpung di dunia pergerakan Islam,?

·         Berawal dari perantauan saya yaitu ke Aceh,di sanalah saya menikah,ketika saya telah di karuniahi oleh Allah dengan 2 orang anak yaitu sekitar tahun 80an saya mengalami sakit keras yang mengakibatkan saya lumpuh selama 2bulan,setelah saya sembuh dari sakit itulah Alhamdulillah seperti ada dorongan yang kuat agar saya bertaubat sungguh-sungguh,jadi dorongan itulah yang menuntut saya agar belajar kembali dalam ilmu islam ini secara mendalam,apa dan bagaimana islam itu sesungguh nya,maka di mana pun tempat pengajian-pengajian dan apapun pengajian itu saya datangi,yang pada waktu itu di aceh saya bekerja sebagai penarik becak mesin,dandi dalam bagasi becak saya itu selalu ada  Al-Qur’an yang saya bawa’,dan ketika waktu kosong saya buka Al-Qur’an tersebut.Karena terjadi pergolakan di Aceh pada saat itu yang namanya GPK,maka saya dan keluarga memutuskan untuk pindah ke Medan,akhirnya di medan inilah saya bertemu dengan satu jama’ah pengajian yang nama pengajian tersebut adalah pengajian “Qur’an_Sunnah”,dalam pengajian tersebut saya bertemu dengan Ustadz Yusuf,beliau mantan pasukan Tengku Abu Daud Beureueh DI,dan oleh beliau saya di perkenalkan dengan Pak Thariq,dan pada tahun1982 beliau-beliau inilah yang akhirnya menghantarkan saya ke NII,dan dipertemukanlah saya dengan petinggi-petinggi NII yang ada di jawa,maka pada saat itu bertemulah saya dengan Ajengan Masduki,Tahmid Basuki,dan yang lain-lain,namun dalam perjalanan perjuangan pada saat itu saya melihat adanya perpecahan-perpecahan dalam tubuh NII itu sendiri,maka saya pun memutuskan untuk berpindah ke JI,

·         Trus bagaimana ustadz bisa mengenal Khilafatul Muslimin,?

·         Saya di perkenalkanKhilafatul Muslimin ini oleh sahabat lama saya,yaitu ustadz Djasman dan Ustadz Abu Ussamah,saya pikir-pikir inilah yang saya cari selama ini,yaitu kepemimpinan ummat islam yang satu,dan inilah wadah pemersatu ummat ini di bawah satu kepemimpinan yaitu Khalifah,dengan tidak membawa bendera atau lambang masing-masing kelompok yang akan menimbulkan perpecahan.

·         Apakah Ustadz langsung menerima Khilafatul Muslimin sebagai al-jama’ah atau sempat berdialog langsung dengan Khalifah,?

·         Iya sesudah saya berdialog langsung dengan Khalifah akhirnya saya bertekad bulat untuk berbai’at,karena tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bergabung bersama di dalam Al-jama’ah ini.

·         Poin apa yang akhirnya ustadz dapat menerima sepenuhnya Khilafatul Muslimin ini,,?

·         Yang pertama islam ini wajib bersatu dalam satu system yaitu aljama’ah (Qs,42:13)

Yang kedua ummat islam ini wajib memiliki pemimpinya,(Qs,4:59),yang mana pemimpin ummat islam tersebut adalah Khalifah,

Kemudian nama beliau ini yaitu Usatdz Abdul Qadir Hasan Baraja (Khalifah) inimemang sudah lama saya mendengarnya dari sahabat-sahabat sewaktu di NII dahulu,

Dan memang yang saya cari selama ini adalah sebuah Al-jama’ah yang sesuai dengan Al_Qur’an dan sunnah yang memiliki satu kepemimpinan,yang telah saya lihat telah di peraktekkan di dalam system Khilafatul muslimin ini,yang di tempat lain itu tidak ada.

·         Bagaimana ustadz memahami perjuangan islam ini dengan metode Khilafah,?

·         Ya ketika saya dahulu aktiv di NII,saya banyak belajar tentang 7 tahapan kerja gagasan dari Imam SMK,nah pada hari ini perjuangan tersebut terhenti pada tahapan ke 3,yang mana tahap demi tahap ini harus di lanjutkan setelah tahapan yangtelah di laksanakan,sampai pada tahapan terakhir yaitu tegaknya Khilafah Fil Ardhi,

·         Apa harapan ustadz  kepada sahabat-sahabat yang dulu perna berjuang bersama yang belum menerima Khilafatul Muslimin dalam rangka pemersatu ummat,,?

Harapan saya kepada seluruh sahabat-sahabat yang dahulu kita pernah berjuang bersama di NII atau pun JI,bersegeralah untuk menerima dan masuk kedalam system ke Khilafahan ini,untuk kedepan kita bersama-sama dalam memperjuangkan li’ila_kalimatillah ini,yang mana nanti dalam perjalanan ada yang kurang maka kita cukupkan bersama-sama,yang intinya kita sama-sama bekerja di dalam nya,mudah-mudahan kedepannya nanti semakin sempurna,apapun namanya baru berdiri ya tidaklah langsung sempurna,maka di tuntutlah orang-orang yang berpotensi untuk menyempurnakannya,Perlu di fahami oleh kita semua bahwa hapusnya ke Khilafahan di muka bumi ini yaitu di Turki Tahun 1924 adalah hasil usaha dari Yahudi dan Nasrani,dan mereka jugalah yang mengajarkan kepada ummat islam agar jangan coba-coba untuk mendirikan ke Khilafahan,bukan hanya mendirikannya saja bahkan menyebutkan ke Khalifahan saja di larang,maka sampai sekarang kalau di sebut Khilafah,orang-orang islam itu sendiri terkejut.

·         Terakhir ustadz,apa saran dan masukan ustadz agar Khilafatul Muslimin lebih solid kedepannya,?

·         Untuk kedepannya terutama untuk diri saya sendiri dan seluruh ikhwan-ikhwan yang ada di dalamnya agar benar-benar mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Rasul,kemudian bersungguh-sungguhlah dalam ber’ibadah kepada Allah,dan jangan lagi bermain-main dalam perjuangan ini,karena sudah bukan watunya lagi bagi kita untuk bermain-main dalam perjuangan ini,oleh karena sudah hampir 100tahun kita sudah ketinggalan,maka untuk mengejar ketinggalan tersebut sangatlah dibutuhkan kesungguhan dan ke ikhlasan yang tinggi dalam membangun ke Khilafahan ini,sehingga wujudnya Khilafah Fil Ardhi,,,Aamiin,,,,,,,

Syukron katsiron ustadz yang telah melapangkan waktunya untuk wawancara singkat ini Wassalam,,,,

Facebook Comments

Related Posts