Terbentuknya Wilayah Cirebon

PEMEKARAN WILAYAH JAWA BARAT AL-GHORBIYYAH

Hari Ahad, 8 Rajab 1434 H bertepatan dengan tanggal 19 Mei 2013 M bertempat di sekretariat Ummul Quro Cirebon Timur – Gebang, Kabupaten Cirebon telah berlangsung acara pemekaran Wilayah Jawa Barat al-Ghorbiyyah. Acara tersebut dihadiri oleh Amir Daulah beserta 2 orang stafnya,  Amir Wilayah Jawa Barat Al-Ghorbiyyah, para Amir Ummul Quro lengkap beserta staf-stafnya, dan beberapa masul Ummah serta warga Jawa Barat Al-Ghorbiyyah, seluruhnya berjumlah 62 orang.

Acara dibuka tepat jam 10.00 WIB oleh Ust. Haryanto selaku Katib Wilayah, dilanjutkan dengan taujih dari Amir Wilayah yang disampaikan oleh ust. Abdul Hamid. Dalam Taujihnya Amir Wilayah mengajak untuk berlomba dalam kebajikan dengan wilayah baru yang akan terbentuk.

Acara inti pemekaran Wilayah dipandu oleh Amir Daulah -Ust. Zulkifli Rahman- yang dibantu oleh Ust. Suhendar -Wazir Muwasholah al-Ijtimaiyyah- dan ust. Ghulam Sidiq -Wazir Tasjil wa Taftisy-. Pemekaran wilayah ini membagi Wilayah Jawa Barat Al-Ghorbiyyah menjadi dua. Ummul Quro Krawang Al-Masyriq, Krawang Al-Maghrib dan Subang tetap dibawah Wilayah Jawa Barat Al-Ghorbiyyah, sedangkan 3 Ummul Quro lainnya, yaitu: UQ Cirebon Barat, UQ Cirebon Timur dan UQ Bumiayu membentuk Wilayah baru. Dari 16 petugas yang yang berhak untuk memilih dan dipilih sebagai Amir Wilayah, terpilihlah Ust. Hadi Salam –Amir UQ Cirebon Barat– sebagai Amir Wilayah hasil pemekaran.

Baiat tugas staff Cirebon

Sebelum bai`at Tugas dilaksanakan, Amir Daulah meminta Amir terpilih menunjuk 3 staf inti untuk membantu tugasnya. Terpilih Ust. Abdullah Ali sebagai Katib, Ust. M. Ali Jamroni sebagai Baitul Maal dan Ust. Abd. Karim sebagai Harisul Maaliyah. Pada kesempatan tersebut disepakati nama bagi Wilayah baru yaitu Wilayah Cirebon, sedangkan Wilayah Jawa Barat al-Ghorbiyyah berubah namanya menjadi Wilayah Krawang.

Dalam taushiyahnya, Amir Daulah menjelaskan mengenai program Dakwah Fisabilillah, yaitu upaya menyampaikan Maklumat Kekhalifahan kepada seluruh masyarakat disekitar maktab Kemasulan/Ummul Quro atau rumah-rumah warga dengan mengutus tim yang terdiri dari 3 orang petugas Khilafah. Tim ini bertugas selama 3 sampai 5 hari dalam satu area. Program ini dilaksanakan sampai menjelang bulan Ramadhan 1434 H.

Sejarah Wilayah Cirebon

Berawal dari kemasulan Arjawinangun yang mengalami pasang surut, pada tanggal 5 Robiul Akhir 1433 H dikukuhkan kembali dengan Ust. Sayidi bin Thohir sebagai Mas`ul Ummah. Seiring berjalannya waktu, perkembangan dakwah terus melebar ke Cirebon Kota dengan terbentuknya beberapa kemasulan, antara lain Kemas`ulan Harjamukti –dikukuhkan pada tanggal 5 Robiu Tsani 1433 H dengan masul Ummah Ust. Hadi Salam–, kemudian menyusul kemasulan Kesambi, Cikijing dan Cilimus. Pada tanggal 18 Jumadal Ula 1433 H  dengan ditambah kemasulan Gebang dibentuk Ummul Quro Cirebon. Sampai dengan bulan Robiuts Tsani 1434 H Ummul Quro Cirebon telah memiliki 9 Kemasulan. Atas restu Amir Wilayah, maka pada tanggal 19 Robiuts Tsani 1434 H Ummul Quro Cirebon dimekarkan menjadi 2 Ummul Quro yaitu UQ Cirebon Barat dengan Amir Ust. Hadi Salam dan UQ Cirebon Timur dengan Amir Ust. Adang Taufiqul Huda.

Untuk mengefektifkan pembinaan dan memperluas jangkauan Dakwah, pada laporan bulan Robiuts Tsani 1434 H, Ummul Quro Bumiayu -yang sebelumnya berada dalam koordinasi Wilayah Jawa Tengah- bergabung ke wilayah Jawa Barat al-Ghorbiyyah, sehingga wilayah Jawa Barat al-Ghorbiyyah telah memiliki 6 Ummul Quro. Atas beberapa masukan dan saran, wilayah Jawa Barat al-Ghorbiyyah memungkinkan untuk dimekarkan menjadi 2 Wilayah. Maka pada tanggal 8 Rajab 1434 H, Alhamdulillah terbentuk wilayah baru dengan nama wilayah Cirebon.

Mudah-mudahan wilayah yang baru ini dapat lebih mengemban visi dan misi jama’ah Khilafatul Muslimin dalam mengembangkan da’wah Kekhalifahan di wilayah sekitarnya. Aamiin ya Mujibassailiin..

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts