TENTARA ALLAH PASTI MENANG

TARBIYAH 0

Mohammad Mukhliansyah

Dibawah bendera Kekhalifahan Islam (Khilafatul Muslimin), berbaris rapi pasukan tentara Allah, dengan raut wajah lembut dan sayu karena dimalam hari mereka berjaga dalam ribath mengawal perbatasan wilayah kaum muslimin, atau sebagian mereka menghabiskan malam-malamnya dengan Qiyamul Lail. Dan di siang hari dengan gagah perkasa di punggung-punggung kuda, dengan berlari kencang dan sigap, melaksanakan tugas-tugas jihad dengan serius, mendengar dan mentaati instruksi komandannya.

Keyakinan terhadap janji Allah setelah merenungi Qur’an surat Al Mujaadilah ayat 22, “Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang menang”. Dan Surat Al Maidah ayat 56, “Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya golongan Allah itulah yang pasti menang”.

Keberanian dan ketabahan tercermin dari wajah-wajah mereka yang kadang sesekali terbersit senyum puas dibalik keimanan yang kukuh dan jiwa yang tawakal kepada Allah.

Para pembaca, mari kita ingat ucapan Khalid bin Walid RA, seorang panglima perang di zaman Nabi SAW : “Ketika aku berada di medan pertempuran, aku lebih menyukainya daripada ketika aku berada di rumahku”. Dalam kesempatan lain ucapan beliau : “Malam yang hujan ketika aku berdiri menggunakan baju Zirah dengan pedang dan perisai ditanganku dan melihat lagi dan lagi ke arah timur, menunggu matahari terbit, agar aku bisa memulai pertempuran”. Salah satu surat yang di tulis Khalid bin Walid RA kepada Gubernur Persia untuk wilayah Mesopotamia, sebelum menyerbunya, berbunyi : “Masuklah ke dalam Islam dan kamu akan selamat, atau bayarlah Jizyah maka kamu dan kaum mu akan kami lindungi, jika tidak, kamu hanya akan mendapatkan dirimu bersalah atas konsekuensinya, karena aku akan membawa kepadamu pasukan yang mencintai kematian seperti kamu mencintai kehidupan”.

Tentara Allah, akan bangun kembali setelah tidur panjang mereka, dan akan bermunculan sosok-sosok sperti Khalid bin Walid RA, panglima perang yang tidak pernah terkalahkan sejak zaman Khalifah Abu Bakar dan Umar RA.

Keyakinan akan meraih Surga Jannatul Firdaus, tertancap dengan teguh dalam setiap dada tentara Allah. Ayat Al Qur’an selalu menginspirasi hati mereka seperti surat At Taubah ayat 111, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”.

Keteguhan hati dan banyak dzikrullah adalah hiasan jiwa mereka, sebagaimana Al Qur’an surat Al Anfal ayat 45, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”.

Tentara Allah, tidak akan pernah mundur atau berpaling dari musuh sebagaimana Qur’an surat Al Anfal ayat 15-17, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah Neraka Jahannam dan amat buruklah tempat kembalinya. Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah lah yang melempar (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Kerinduan meraih rezeki syahid dan gugur sebagai syuhada senantiasa terngiang dalam dada. Sebagaimana Qur’an surat Ali Imran ayat 169-171, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup disisi Rabb nya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman”.

Dan do’a yang senantiasa di bisikan kepada Rabb nya ditengah malam yang hening adalah : “Allahummar Zuqnasy Syahadah”, “Allahummar Zuqnasy Syahadah”, “Allahummar Zuqnasy Syahadah”. “Ya Allah berilah kami rezki syahid”, “Ya Allah berilah kami rezki syahid”, “Ya Allah berilah kami rezki syahid”, aamiin. Allahu Akbar.

Rasulullah SAW bersabda, 

مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ

“Barangsiapa memohon dengan jujur kepada Allah agar  mati syahid, maka Allah akan sampaikan ia kepada kedudukan para syuhada walaupun ia mati di atas ranjangnya.” (HR Muslim 3532).

 

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts