TANGGAPAN ULAMA TERHADAP KHILAFAH DAN SYARI’AT ISLAM

KH A Cholil Ridwan, mantan Ketua MUI Pusat. “Syariah Islam itu salah satu pilar dari agama atau ajaran Islam yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Islam tanpa syari’ah ya tidak lengkap (tidak kaffah). Rasulullah selama 13 tahun menanamkan aqidah Islam dengan benar dan lurus. Untuk pedoman hidup dalam segala aspek kehidupan, Islam itu mengandung hukum yang harus ditaati oleh umatnya sehingga Islam juga mencakup urusan pemerintahan Islam. Al-Qur’an telah menjelaskan secara tegas bahwa siapa saja yang menghukumi suatu perkara bukan dengan syari’ah Allah maka dikategorikan sebagai kafir, dzalim dan fasiq. Ayat ini bukan untuk pribadi, tetapi untuk sebuah pemerintah Islam”.

KH Amrullah Ahmad, mantan Sekretaris MUI Pusat dan Ketua Umum Syarikat Islam. “Sudah mulai ada kesadaran global di tengah kaum Muslimin bahwa bisa membangun sebuah kekuatan, dunia Islam harus kembali membentuk pemerintahan global yang disebut dengan Khilafah Islam. Kesadaran itu tidak hanya menghinggapi kalangan intelektual, bahkan masyarakat kalangan awam pun mulai mengerti. Mereka mulai muak dengan demokrasi. Khilafah adalah sebuah alternatif satu-satunya untuk kebangkitan umat Islam”.

KH Yusran Seman, Ketua MUI Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan. “Masyarakat khususnya di Tanah Laut harus dikenalkan konsep Khilafah. “Agar masyarakat tahu betul bahwa Khilafah pernah menguasai dua per tiga bagian dunia. Dan pada masa itu nyaris seluruh umat dibawah naungannya hidup dengan sejahtera, hanya sebagian kecil saja semasa sejarah kejayaannya muncul kasus-kasus kemaksiatan”. Khilafah itu merupakan sebuah institusi Islam yang menerapkan hukum-hukum Islam dalam bingkai pemerintahan Islam. Untuk itu, KH. Yusran Seman mengajak seluruh warga Tanah Laut untuk mendukung setiap aktifitas yang mengarah pada terwujudnya Khilafah.

KH Husin Naparin, MA Wakil Ketua MUI Kalsel dan Ketua STAI al-Jami Banjarmasin. Disadari betapa pentingnya penegakan Khilafah Islamiyah untuk mempersatukan umat yang tersekat-sekat dalam aturan sekuler dan untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah. Khilafah ibaratkan “orang tua”, ketiadaan Khilafah sama seperti ketiadaan “orang tua”. Orang tua adalah pelindung, pengayom, pendidik, dan merekalah mengurus anak-anaknya. Jadi bisa dibayangkan, anak-anak tanpa orang tua. Begitu pula umat Islam saat ini. Tanpa Khilafah, umat Islam di seluruh dunia teraniaya dan terpecah belah tanpa ada yang membela dan melindunginya”.

Tgk. Faisal Ali (Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh Dan Ketua PWNU aceh)
“Agama tidak boleh dipisahkan dari Negara Islam tidak bisa dipisahkan dari kekuasaan, khilafah adalah sistem kekuasaan yang dimiliki Islam”.

Tgk. Abdur Rani, Ketua MPU Aceh Barat. “Gagasan Khilafah Islamiyah saya rasa itu patut diperjuangkan, karena yang telah berhasil memakmurkan masyarakat itu adalah sistem Khilafah”.

Buya H. Hasan Nasiruddin, Lc.MA, Ketua Majelis Ulama Nagari Balingka-Kab Agam. “Syariah Islam merupakan sistem hidup yang sempurna dan modern. Islam sebagai ‘rahmatan lil alamin’ tidak akan mungkin bisa dicapai tanpa adanya syariah dan khilafah yang akan menerapkan Islam secara kaffah”.

Buya Rusydi St. Iskandar, Ketua Majelis Ulama Salingka Danau Maninjau, Sumbar. “Ideologi dan sistem yang diterapkan di negeri ini nyatanya tidak mampu membebaskan negeri ini dari penjajahan dan menyejahterakan penduduknya. Karena itu, saatnyalah bangsa ini segera merujuk pada ideologi dan sistem Islam dalam mengelola negara. Itulah syari’ah yang diterapkan oleh sistem pemerintahan Khilafah”. (red, sumber : ht.or.id – Syariah & Khilafah, Solusi Bagi Permasalahan Umat)

Facebook Comments
Tags:

Related Posts