SELAMATKAN NEGRI INI DENGAN ATURAN ALLAH

Sesungguhnya semua perintah dari Allah Subahanahu wata’ala pasti sudah ada contohnya, tidak mungkin perintah Allah yang tidak ada contoh dan tata cara pelaksanaan nya. Karena Islam ini sudah sempurna. Begitu juga dalam hal bersatu, jika persatuan ummat ini memakai logika setiap manusia dan bukan memakai perintah Allah dan Rasul-Nya dan telah di ikuti dengan baik oleh Shalaafu Sholeh, pasti mereka akan sesat dan salah. Mereka hanya akan terjebak kepada firqah dan golongan-golongan yang telah jelas di haramkan oleh Allah Subahanahu wata’ala, (QS. Ar Rum : 31-32).

Ada sebagian ummat Islam yang beranggapan bahwa tata cara berjama’ah boleh dengan cara sesuai ijtihad manusia, misalkan bersatu untuk Iqomatuddien dengan cara-cara Demokrasi, bersatu untuk Iqomatuddien dengan cara-cara jamaah minal muslimin (jama’ah jama’ah yang di karang oleh ummat Islam). Sesungguhnya hal ini adalah kesalahan berpikir ummat Islam, tidak logis kalau Allah perintah bersatu kemudian sistem dan pemimpin nya banyak jenis nya. Inilah harusnya akal berpikir untuk membenarkan ayat Allah, bukan hasil pikiran akal minta dibenarkan oleh ayat Allah.

Dan yang lebih celaka lagi sudah tidak bersatu menurut perintah Allah dan Rasul-Nya dan tidak bersatu sebagai mana para sahabat itiba’ padanya, malahan tidak merasa berdosa tidak berhukum kepada hukum Allah, naudzubillahi mindzalik ! Malahan sebagian dari kebanyakan ummat Islam mereka mencari keadilan bukan dengan hukum Islam, tapi meminta kepada setan-setan demokrasi. Pastinya mereka tidak akan mendapatkan keadilan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya. Dan sifat orang kafir pasti tidak akan ridha terhadap Islam, (QS. Al-Baqarah : 120).

Sesungguhnya tidak ada satu aturanpun di dunia ini yang sanggup mengatur manusia yang banyak ini dengan seadil-adilnya kecuali aturan dan hukum Islam, hukum yang datangnya dari Sang Pencipta manusia. Pastilah Yang Menciptakan sangat tahu betul hukum yang harus diberlakukan bagi makhluk yang diciptakan-Nya. Ketika manusia berimprovisasi menggunakan hukum selain hukum Allah pastilah akan berantakan, kerusakan dan kehancuran baik moril maupun materil akan terjadi di segala aspek kehidupan. Allah berfirman,

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS. Ar Rum : 41).

Ada kekhawatiran kalau Islam tegak di bumi Allah ini maka agama selain Islam akan merasa terdzalimi, sesungguhnya kekhawatiran ini tidak berdasar. Manusia apakah dia Islam ataupun non Islam dan semua makhluk hidup di dunia ini adalah ciptaan Allah Subahanahu wata’ala, pasti Allah telah mengatur hak-hak mereka dengan baik. Jika kaum muslimin menggunakan syari’at Islam didalam sistem Kekhalifahan maka bagi yang non muslim yang bersedia tunduk kepada Kekhalifahan (kafir dzimmi / ahlu dzimah) mereka semuanya bebas meyakini agamanya dan mengamalkannya, mereka dilindungi, dijamin dan diatur oleh pemerintahan Islam dan fakta sejarah, ini pernah terjadi didalam zaman Kekhalifahan.

Bedakan ketika berada di bawah sistem sekuler, menurut pengakuan sebagain orang non muslim pun mereka mengatakan bahwa, “Kami ketika berada di sistem sekuler tidak dapat melaksanakan agama kami dengan baik, karena ada hukum-hukum di agama kami yang bertentangan dengan hukum sekuler. Tetapi fakta sejarah, kami (ahlu dzimah) bebas melaksanakan agama kami ketika berada di bawah sistem Kekhalifahan, maka kami dukung tegaknya Kekhalifahan agar kami bebas melaksanakan agama kami, dan akan kami sampaikan amanat agung ini kepada ahlu dzimah yang lain”, demikian pengakuan salah seorang warga Nasrani di Purwakarta ketika bertemu dengan redaksi media al khilafah beberapa waktu lalu.

Aturan yang tertuang di dalam “KUHAP” sesungguhnya hukum yang akan membawa manusia ke pada kemurkaan Allah, “KUHAP” tidak punya Surga, maka mereka yang rela mati demi bangsa dan negara ini yang tidak berdasarkan kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya, maka mereka akan masuk Neraka, hal ini jelas di tegaskan oleh Allah Subahanahu wata’ala didalam banyak ayat-Nya. Tetapi ketika kita rela mati karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya (fisabiilillah), maka akan Allah Subahanahu wata’ala jamin masuk Surga Nya, karena memang Surga adalah milik Allah Subahanahu wata’ala. Maka renungkan bagi mereka yang salah menempatkan wala’ (loyalitas) nya.

Allah Subahanahu wata’ala berfirman,

“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam”, (QS. Al-An’am : 162). Padahal bai’at (janji setia) ini kita ucapkan berulang-ulang ketika shalat, tidak kah membekas di hati kita wahai kaum muslimin ? Pastinya, jika jiwa ini tidak mati hanya untuk Allah pasti Allah akan balas mereka dengan kesengsaraan di Neraka-Nya. Alangkah ruginya hidup di dunia ini kalau ujung dari kehidupan ini adalah Neraka, sia-sialah hidup kita ini, naudzubillahi mindzalik !

Maka sesungguhnya berani mati dalam perjuangan ini tidak akan mempercepat kematian, begitu juga takut mati karena takut berjuang tidak akan menunda dan memperlambat kematian, maka sebagai orang beriman jangan sampai takut berjuang Iqomatuddien lantaran “Takut Mati”. Maka manfaatakan nyawa yang masih ada didalam diri kita ini hanya untuk ibadah kepada Allah, ibadah itu adalah memperaktekan semua ajaran Islam secara keseluruhan tidak terkecuali dan tidak boleh ditambah atau dikurangi dengan logika kerdil manusia. Wallahu a’lam. [Disarikan dari tausiyah Khalifah pada Mabit Pusat bulan Rabi’’ul Akhir 1438 H oleh Ust. Abu Qoyyim]

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts