SEKALI MAJU PANTANG SURUT MUNDUR KE BELAKANG

Para petugas Kekhalifahan yang di pimpin oleh Ust cialis von lilly. Ma’ruf Mande selaku Amir Wilayah Sumbawa, memenuhi undangan dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Sumbawa Barat. Undangan dari MUI ini ditujukan kepada semua ormas dan harakah Islam, termasuk MUI tingkat kecamatan yang ada di Sumbawa Barat pada 02 Shafar 1438 H (02/11/16), bertempat di Masjid Agung Darussalam, Kamutar Telu Centre (KTC), Taliwang Sumbawa Barat.

Tujuan diadakan acara ini adalah untuk memusyawarahkan dan meyamakan persepsi terkait dengan rencana aksi ummat Islam di Jakarta pada 04 November (aksi 411) terkait penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok terhadap ayat Qur’an (QS. Al Maidah : 51), apa andil kita sebagai ummat Islam dalam aksi “Bela Islam” di Sumbawa Barat ini dalam mendukung saudara kita yang sedang berjuang di Jakarta”, kata ketua MUI Sumbawa, KH. Syamsul Ismain, Lc.

Kesempatan pertama diberikan perwakilan MUI Sekongkang, Sumbawa, beliau menyarankan, “bagaimana kalau kita adakan juga aksi demo di Sumbawa ini dengan menyampaikan aksi melalui sepanduk-sepanduk sebagai bentuk aspirasi kita mewakili umat Islam di Sumbawa Barat”.

Intinya dari semua ormas, harakah Islam dan perwakilan MUI tingkat kecamatan yang hadir sepakat harus mengadakan aksi di tanggal 04 November nanti (aksi Bela Islam 411). Dari ketua MUI Sumbawa Barat menyarankan untuk di adakan “Long March” yakni jalan santai sambil orasi menyampaikan yel yel, ajakan-ajakan seperti yang pernah dilakukan dari teman-teman Khilafatul Musimin pada saat acara Muharam 1438 H kemarin.

Sementara dari ketua HTI Sumbawa Barat, Ust. Erwin Anshori mengusulkan pada hari “H” di tanggal 04 November itu diadakan Tabligh Akbar di masjid Darussalam KTC, Sumbawa Barat, isi dari Tabligh Akbar itu nantinya membahas terkait permasalahan yang sedang di hadapi ummat Islam, yakni kasus penistaan agama oleh Ahok, selanjutnya beliau juga menyampaikan sanggahan ketidak setujuan nya terhadap usulan wacana “Long March” aksi damai, sebab akan berpotensi anarkis dan dapat memancing kemarahan ummat.

Ketika kesempatan diberikan kepada Khilafatul Muslimin, Ust. Ma’ruf Mande selaku amir wilayah perwakilan Khilafatul Muslimin wilayah Sumbawa menyampaikan, “Dengan adanya kasus Ahok ini hendaknya ummat Islam harus berpikir, mudah-mudahan ada hikmah besar dibalik kejadian ini. Kami berharap kepada ummat Islam agar menyadari bahwa nantinya bukan hanya QS. Al Maidah ayat 51 saja yang dibahas tetapi semua ayat Allah yang terdiri dari 114 Surat ini akan menjadi pembahasan dan perhatian kita bersama, sesungguhnya kenyataannya bukan satu ayat saja yang di hina, tetapi seluruh ayat Allah yang tidak diberlakukan juga merupakan penghinaan terhadap ayat Allah dan terjadi di negri ini. Ketika Al Qur’an yang merupakan petunjuk dari Allah ditinggalkan oleh ummat Islam dan memilih serta menjadikan sistem hidup yang lain, ini adalah penghinaan terhadap semua ayat-ayat Nya, tetapi kenapa tidak ada satupun ummat Islam yang merasa keberatan, dan saat ini Ahok menghina satu ayat Qur’an baru di komplain secara besar-besaran, ada apa sebenarnya dengan ummat Islam di negri ini ?”, saya khawatir ummat Islam latah dengan kebiasaan berpolitik di negri ini, kata amir Wilayah.

Kami dari Kekhalifahan kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) dari sejak pertama kali di maklumatkan secara tegas bahwa kami telah berlepas diri dari semua sistem hasil pemikiran manusia dengan segala aturannya. Kami hanya mengikuti apa yang telah Allah dan Rasul-Nya perintahkan dan mengikuti generasi terbaik dalam hal Iqomatuddien (para sahabat nabi). Kami mengajak ummat Islam ini bersatu agar memiliki kekuatan di sistem Islam yakni Kekhalifahan dan menegakkan syari’at Islam secara kaffah (memberlakukan 114 Surat yang ada di Qur’an), inilah upaya kami untuk mengembalikan kemuliaan Islam, meninggikan Al Qur’an dengan segala kekurangan yang ada pada kami dan semua harus dilakukan dengan damai, tanpa demonstrasi, anarkis, radikal danlain sebagainya. Karena memang Islam itu Rahmatan lil alamin dan di negri kita ini sangat memungkinkan untuk melakukan dakwah semacam itu”, tegas Ust. Ma’ruf Mande.

Kami sedikit mengutip perkataan Khalifah /Amirul Mukminin, “Kepada ummat Islam yang mengajak kami untuk demo aksi “Bela Islam”, maka kita sampaikan kepada kalian, luruskan niat bahwa kita maju semata-mata mencari ridha Allah, maka kita maju dalam rangka meminta agar di berlakukan syari’at Islam secara sempurna di negri ini, maka ketika kita sudah maju pantang surut mundur ke belakang, jangan sampai,  hanya karena disiram water canon semua sudah pada kabur, bahkan hujan peluru tajam pun kita harus tetap maju dan siap membela Islam sampai titik darah penghabisan, bagiamana siapkah ? tegas amir Wilayah. Yang kemudian di sambut Takbir, Allahu Akbar ! oleh sebagian saudara muslim yang hadir dalam acara ini.

“Maka kalau hanya mengajak untuk demo dan meminta keadilan dari hukum negri ini yang berdasarkan demokrasi Pancasila dan UUD 45 nya, maka kami dari Khilafatul Musimin memutuskan untuk tidak ikut. Kami punya konsen menegakkan Dien (Iqomatuddien) dalam bingkai Kekhalifahan Islam dan mengajak ummat Islam ini bersatu agar memiliki kekuatan dan akhirnya dapat di tegakkan Islam secara kaffah (diberlakukan nya 114 surat yang ada di dalam Al Qur’an)”, demikian kalimat penutup dari Amir Wilayah Sumbawa Barat, Ust. Ma’ruf Mande.

Sesungguhnya Allah SWT telah menegaskan bahwa ajaran-Nya (Islam) sudah sempurna, maka upaya mengembalikan Izzatul Islam wal Muslimin di belahan dunia Islam, khususnya di Indonesia juga sudah di ajarkan bagaimana tata caranya. Izzah (kemuliaan) Islam hanya akan tinggi ketika di tegakkan dengan cara-cara yang benar (Al Haq). Ketika ummat Islam sudah mulai berimprovisasi berusaha menegakkan Islam dengan cara-cara yang batil, seperti Islam di tegakkan dengan cara Demokrasi, dan lain sebagainya, justru di sinilah sesungguhnya ummat Islam itu telah menghinakan Islam dari segala sendi-sendinya, yang artinya mereka telah menghina Allah dengan mengatakan seolah-olah Allah tidak menurunkan ajaran Islam ini secara sempurna, Naudzubillahi mindzalik !

Semoga kejadian yang Allah taqdirkan ini menjadi viral bagi ummat Islam untuk mengkaji 114 Surat didalam Al Qur’an sehingga menjadikannya sebagai pedoman hidup (way of life), kemudian mengambil sikap harus kemana wala’ (loyalitas) nya dialamatkan. Wallahu a’lam

Facebook Comments
Tags:

Related Posts