GHIBAH
Makan Daging Bangkai saudara
oleh : Dian Asri. SE

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.
(Qs. Al-Hujurat : 11)
Ghibah atau bergunjing bukan lagi menjadi suatu yang tabu dilakukan. Ghibah bahkan sudah menjadi tabiat masyarakat. Lihat saja betapa maraknya acara televisi secara terang-terangan menayangkan per'ghibah'an. Kata ghibah pun diperhalus menjadi infotainment dibuat seolah indah agar lebih nyaman didengar oleh kaum muslimin tanpa merasa berdosa. Semua stasiun TV menjadikan acara infotain- ment ini jargon untuk mengejar rating pemirsa terbanyak. Ada banyak sekali macamnya seperti KISS (kisah seputar selebritis), Silet, GO Shot dll. Tema mereka tak jauh dari seputar kehidupan selebritis atau tokoh yang di kemas apik sampai-sampai orang rela berlama-lama di depan televisi. Betapa sesungguhnya masyarakat diajak membiasakan diri dengan dunia ghibah oleh media. Adakah di balik itu tersimpan misi tertentu…..?
Dalam (Qs. Al Hujurat : 11 ) di atas Allah sudah mengisyaratkan akan tabiat orang-orang seperti ini. Bahkan lebih kepada wanita-wanita. Karena mungkin wanita yang lebih cenderung melakukannya.
Bagaimana Islam memandang ghibah dan tanggapan muslimah terhadap masalah ini. Pada surat Al Hujurat :10, Allah menegaskan eksistensi persaudaraan dalam Islam, dengan kalimat yang tegas "Sesungguhnya orang Islam itu bersaudara". Maka Allah perintahkan untuk memperbaiki hubungan diantara mereka bukannya malah menggunjing yang dapat merusak hubungan. Pada ayat 11, Allah melarang saling menggunjing, baik laki-laki maupun kaum hawa, dan Allah memberi identitas 'fasiq' pada mereka.
Ayat ke 12, Allah menyeru lagi kepada orang beriman agar tidak saling berburuk sangka, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk sangka itu dosa...”. Kemudian dalam sabda Rasulullah dikatakan" Janganlah saling men dengki, saling membenci, saling mem belakangi, dan janganlah menjual dagangan seseorang kepada lainnya, tapi jadilah hamba Allah yang bersaudara; seorang muslim adalah saudara orang muslim lainnya, tidak boleh menganiayanya, tidak boleh membiarkannya dianiaya orang lain dan tidak boleh meng hinanya sebab semua itu haram hukumnya.
Berita infotainmen memang kadang terlihat imbang antara keburukan obyek berita dengan kebaikannya akan tetapi menceritakan dan membuka rahasia kehidupan, sifat serta pujian sama halnya menjual dagangan sese orang. Sungguh perbuatan tersebut tidak disukai Allah SWT. Allah memuji mereka yang menyembunyikan dirinya agar tidak menjadi terkenal. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi bahwa Rasulullah berkata: 'Sebaik-baik manusia adalah yang tidak dikenal, yang paling bertaqwa, yang paling banyak berbuat baik, apabila mereka tiada tidak dicari dan apabila mereka hadir tak dikenal, mereka itulah mashobihul huda (lampunya petunjuk/ mercusuar) yang melenyapkan segala fitnah dan memberi petunjuk meski dalam kagelapan yang mencekam.
Sebagai muslimah sudah sepan- tasnya kita membuka mata dan menyadari bahwa pendidikan ghibah yang dicekoki oleh media televisi akan dapat merusak akhlak serta tatanan masyarakat muslim. Kita akan dibuat saling berprasangka dan saling mencari tau rahasia orang lain. Akibat buruk yang ditim- bulkan sudah sangat jelas dan ancamannya adalah neraka “Barang siapa yang menyebut-nyebut seseorang dengan suatu yang jelek dengan maksud mencelanya, maka Allah akan memenjarakannya dalam api neraka jahannam sehingga ia dapat membuktikan apa yang ia katakan". (HR Tabrani)
Dalam hadist lain yang diriwayat kan oleh Bukhori, Rasulullah bersabda ; " Adakala nya seseorang berbicara dengan satu kata yang menyebabkan keridhaan Allah tanpa menyang- ka balasannya, pada hal Allah mencatat ke ridhaan-Nya sampai pada hari kiamat, tapi adakalanya seseorang berbicara dengan suatu kata yang menyebabkan kemurkaan Allah, tanpa menyangka akan akibatnya, padahal Allah mencatat kemurkaannya sampai hari kiamat "Wahai muslimah setiap muslim adalah ber saudara , ikatan iman lebih kuat dari ikatan darah. Sementara orang bersaudara itu tentu ingin selalu membela saudaraanya, ingin menutupi aibnya. Sungguh ghibah dapat merusak ikatan persaudaraan seseorang dan menimbulkan perpecahan. Tiada lagi kasih sayang yang tinggal hanya permusuhan.
Rusaklah tatanan masyarakat rusak lah ukhuwah Islamiah kita semua akan terpecah belah. Sungguh dashyat dosa akibat lidah. Jika kita berhak menentukan titik nilai ghibah dan ukhuwah dalam sebuah grafik, maka akan kita dapati ia pada posisi titik nilai terendah sedangkan kasih sayang pada titik nilai terting ginya. Sabda Rasulullah : ”Perumpamaan orang mu'min dalam bercinta kasih, berkah bagaikan tubuh yang satu apabila salah satu anggota badannya menderita, maka menjalarlah pen deritaan itu ke seluruh badan hingga tak dapat tidur dan merasa demam kasih sayang dan berlemah lembut, adal. (HR Bukhori)
Begitu pula halnya dalam mem bangun jama’ah Khilafah, kita harus benar-benar menjauhi ghibah terhadap siapapun atau fihak manapun. Baik ghibah terhadap individu sesama jamaah atau terhadap mereka yang di luar jamaah. Semasih ia muslim maka haramlah darahnya, hartanya dan harga dirinya. Bagi orang yang bergibah maka amal kebaikannya untuk orang yang di ghibahkan. Tentu kita tidak rela bukan? Ghibah suatu kesia-siaan, bahwa kita dalam khilafah tidak mau jika dakwah kita hanya akan membuahkan kesia-siaan dimata Allah hanya lantaran mencela golongan yang lain karena merasa lebih baik. Biarlah kita bekerja untuk dakwah ini dan biarlah Allah yang menilai. Jika Allah menilai benar maka Allah yang akan menaburinya kebaikan-kebaikan. Kita mulai dengan berkasih sayang kepada siapapun selama ia muslim pasti hidup akan terasa indah sabda Rasulullah : 'Maukah aku tunjukkan kepada suatu hal yang jika kamu kerjakan niscaya engkau akan saling mencinta? Sebarkanlah salam diantara kamu, berikanlah (saudaramu) makanan , sambungkanlah per saudaraan, shalatlah malam ketika manusia sedang tidur, niscaya engkau akan masuk syurga dengan sejahtera. (HR Turmuji)
source:alkhilafahmj@yahoo.co.id


Last edited: 2009-12-04 Time: 07:15:07
















