SAFAR DAKWAH PIMRED, SATU AKTIVIS JAMUS MENYATAKAN BAI’AT

              Cirebon, 09 Dzulqo’dah 1438 H (02/08/17). Berawal dari Pimpinan redaksi majalah al khilafah, Ust. Mukhliansyah bersama keluarga mendapat khabar bahwa keluarganya yang di Cirebon sakit keras, sehingga bersama Kaatibnya berangkat menuju Losari, Cirebon.

            Momen selama di Cirebon di manfaatkan untuk Dafis (Dakwah Fisabilillah), diantaranya bersilaturahim dengan ketua Persis (Persatuan Islam) Brebes, Bpk Cecep, namun yang sebelumnya di minta mengisi acara taklim di Mesjid Nurul Iman, Brebes. Kemudian melanjutkan ke Bpk. Agus Safari yang juga tokoh Persis Brebes di Mesjid Al Hidayah. Alhamdulillah paradigma selama ini yang mengatakan bahwa Khalifah mengklaim dan mengangkat dirinya sendiri terbantahkan setelah mendengarkan kisah sejarah tahun 2000, Kongres Mujahidin yang merupkan ide Syeikh Abdul Qadir Hasan Baraja’ (Khalifah, red), untuk mencari seorang figur Khalifah yang di tawarkan kepada hampir 2000 ulama yang hadir dari dalam dan luar negri. Kisah ini di ceritakan secara lengkap oleh Ust. Mukhliansyah, kebetulan pada Kongres Mujahidin beliau sebagai panitia yang mewakili Malaysia.

            Selama perjalanan pulang pimred dan kaatib bersilaturahim ke rumah Amir Daulah, ke maktab Wilayah Cirebon, ke Kemas’ulan Karangampel hingga sampai ke Pondok Tahfidz Al Ukhuwah, Purwakarta. Alhamdulillah di Karangampel berbai’at satu orang yang dulu nya adalah aktifis di Jama’atul Muslimin, yaitu Bpk. Dadang yang juga teman dekat Amir Daulah. [Tubagus, redaksi]

Silaturahim dengan Ketua Persis Brebes, Pak Haji Cecep di Brebes.

Silaturahim dengan Ust. Agus Safari di mesjid Al Hidayah, Brebes.

Silaturahim ke rumah Amir Daulah, di suguhin kuliner khas cirebon, Nasi Jamblang !

Di Kemas’ulan Karangampel, Aktivis Jama’atul Muslimmin berbai’at

Sebelum finishing sabtunya sempat mabit di Pondok Tahfidz Al Ukhuwah – Purwakarta

Facebook Comments
Tags:

Related Posts