Persatuan Ummat, Belum Saatnya?

Cirebon – Tak kurang dari 150 orang peserta menghadiri acara Bedah Buku “Memilih Jama’ah yang Benar” Karya Ustad Abdul Qodir Hasan Baraja, di Masjid Agung Karawang, Minggu (26/5). Acara yang digagas oleh Khilafatul Muslimin perwakilan wilayah Karawang ini menghadirkan narasumber dari Khilafatul Muslimin, Anshoruttauhid dan Front Pembela Islam. Acara berlangsung selama tiga jam, dimulai dari pukul 09:00 WIB.

“Banyaknya berbagai kelompok islam di Indonesia ini, menjadi latarbelakang diadakannya acara ini. Sementara berbagai kelompok-kelompok islam yang ada semuanya mempunyai tujuan yang hampir sama yaitu agar aturan islam dapat tegak di muka bumi ini”,  ungkap Abdullah Abdurrohman selaku ketua panitia di sela-sela acara berlangsung. “Sebenarnya kami juga mengundang narasumber dari Hizbut Tahrir Indonesia cabang Karawang, yaitu ustad Zainudin Kohar, hanya saja satu hari sebelum hari-H, beliau membatalkan hadir karena ada acara”, imbuhnya. “Acara ini menarik minat peserta dari berbagai kota diantaranya Bekasi, Bandung dan Cianjur” tambahnya.

Setiap peserta yang hadir mendapatkan buku secara cuma-cuma. “Kami mencetak buku ini sebanyak 250 eksemplar, setiap yang hadir kita beri mereka satu buku“. Kata Abdullah Abdurrahman sambil menunjukkan buku yang akan dibedah.

Ustad Hadwiyanto selaku narasumber pertama dari Khilafatul Muslimin menegaskan,  dalam buku karya Ustad Abdul Qadir Hasan Baraja ini mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk bersatu dalam jama’ah, dan berjama’ah itu wajib dalam khilafah. “Bersatunya umat islam setelah masa kenabian adalah kekhilafahan yang dipimpin oleh seorang kholifah” tandasnya.

Sebagai pembicara kedua, ustad Pipin Sopian Nurdin mewakili Front Pembela Islam Jawa Barat, membenarkan apa yang disampaikan oleh nara sumber sebelumnya, bahwa umat islam saat  ini, disadari ataupun tidak, hidup dalam perpecahan. Selain itu beliau juga menegaskan bahwa buku ini wajib dibaca oleh seluruh kaum muslimin. “Buku yang menyadarkan bahwa kita dilarang oleh Allah untuk berpecah belah, wajib kita membacanya”, tegasnya.

Hal yang bertentangan disampaikan oleh narasumber ketiga, Ustad Khoirul Anam, bahwa belum saatnya kaum muslimin berada dalam sistem kekhalifahan, karena khilafah itu wajib untuk melaksankan hukum-hukum Allah. “Kekhilafahan membutuhkan wilayah untuk melaksanakan hukum, karena saat ini hukum Allah belum sempurna, maka khilafah saat ini belum ada”, ungkap beliau disela-sela dialog dengan peserta.

Beberapa peserta menyayangkan sedikitnya waktu yang tersedia dalam sesi diskusi. “Sayang sudah masuk waktu dhuhur, padahal saya masih ingin bertanya banyak” kata Wahyu salah seorang peserta dari Cikampek. Menanggapi hal ini, Abdullah Abdurrahman menyampaikan bahwa Khilafatul Muslimin, khususnya perwakilan wilayah Karawang akan berupaya mengadakan acara-acara serupa untuk membuka dialog terkait bagaimana seharusnya ummat Islam bersatu. [MGS]

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts