PERGESERAN TATA NILAI MENUJU SISTEM KHILAFAH

OPINI 0

Mohammad Mukhliansyah

Selama ini para cendikiawan muslim terbius oleh sistem Demokrasi yang diproduksi oleh para pemikir Barat. Seolah-olah sistem Demokrasi inilah satu-satunya sistem di dunia yang terbaik untuk mengangkat seorang pemimpin dalam sebuah pemerintahan, bahkan ingin dikaitkan Demokrasi itu sama dengan istilah Syuro dalam konteks ke-Islaman.

Padahal Demokrasi dengan syuro jauh berbeda, bagaikan langit dan bumi. Syuro dalam Islam untuk mengangkat seorang pemimpin Islam, tidak mengikutsertakan orang yang tidak beriman atau kaum kafir. Syuro dalam Islam memutuskan untuk memilih pemimpin Islam dengan kriteria tertentu yang dituntun oleh syara’.

Adapun Demokrasi memilih pemimpin secara bebas tanpa memperdulikan apakah ia seorang mukmin atau kafir, yang penting dipilih oleh mayoritas masyarakat yang dipimpin nya.

Kepemimpinan dalam Islam berkaitan erat dengan kebenaran dan ketaatan kepada Allah SWT. Dampak memilih pemimpin dalam Islam akan dipertanggung jawabkan sampai ke akhirat. Bisa jadi karena kesalahan dalam pemilihan pemimpin, seseorang akan dijerumuskan ke dalam Neraka sebagaimana yang diterangkan oleh Allah dalam Al Qur’an, ”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta`at kepada Allah dan ta`at (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata: “Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah menta`ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. (QS. Al-Ahzab [33] : 66-68).

Seiring dengan perjalanan waktu dan kesadaran para ulama serta cendikiawan terhadap Demokrasi, yang ternyata menyesatkan dan penuh tipuan itu. Dan tumbuhnya kerinduan terhadap masa lalu kaum muslimin yang penuh dengan kegemilangan, yang ternyata tidak lain bahwa Islam sesungguhnya memiliki sistemnya sendiri yang unggul dan jauh lebih berwibawa, ialah sistem Kekhalifahan yang telah berlansgung lebih dari 1000 tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW.

Kaum muslimin merasakan zaman keemasannya dengan sistem Kekhalifahan ini, dan marilah kita simak beberapa pandangan para cendikiawan muslim di dunia dan kekhawatiran orang Barat akan tampilnya kembali Kekhalifahan ini dalam kancah dunia yang semakin mengglobal.

TANGGAPAN ULAMA DAN TOKOH ISLAM DUNIA TERHADAP KEKHALIFAHAN

DR. Zakir Naik, “Terdapat banyak ayat Al Qur’an dan Al hadits menerangkan hal ini, Islam menyerukan kepada Khilafah. Jika kamu mau akan pemerintahan Islam, maka Islam menyuruh kamu untuk menegakkan Khilafah. Dan Khalifah akan mengikuti Al Qur’an dan Al Hadits. Dan Contoh terbaik yang kita ada, adalah contoh dari Khalifah Rasyidah (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Radiallahu anhum). (Bringislam.web.id, Portal Berita Islam).

Syeikh Anjem Choudary,  Ulama asal Inggris ini menyatakan umat Islam di seluruh dunia sedang mengalami penderitaan luar biasa. Konflik di Mesir, Palestina, Afghanistan, Pakistan adalah sederetan bukti kezhaliman yang dilakukan musuh-musuh Allah. “Lalu apakah kita diam saja? Kita harus bergerak menyelamatkan mereka. Karena Rasulullah mengatakan umat Islam adalah satu tubuh,” katanya di depan 300 jamaah yang datang dari Jadobetabek hingga Bandung dan Surabaya. Untuk menyelesaikan problematika umat, Syekh Anjem menyerukan umat Islam untuk berjihad dan meninggalkan demokrasi. Karena Khilafah tidak akan tegak dengan demokrasi. (sumber : dakwahnews.com)

Syaikh Dr. Abdul Majid Al Zindani, Rektor Universitas al-Iman Yaman, beliau mengatakan, “Berdasarkan Ilmu futurologi /futurolog / ilmu meramal masa depan berdasarkan data statistik, peta politik, ekonomi, militer dan lain-lain. Laporan resmi dari departemen pertahanan Amerika kepada Obama mengatakan bahwa tahun 2025 tidak bisa di bendung lagi akan lahir Khilafah Islamiyyah. Berbeda dengan Russia, wakil ketua parlemen Russia menulis secara resmi di laporanya bahwa pada tahun 2020 akan lahir sebuah peradabann baru di sebelah timur Cina sampai ke sebelah barat Samudra Atlantik, peradaban baru tersebut tidak lagi bisa di bendung namanya adalah “Khilafah Islamiyyah”. (sumber : jp.co.id, menyikapi kabar khilafah dengan bijak).

Ustadz Bachtiar Nasir, Sekjen MIUMI Pusat : “Menurut statistik politik, militer dan ekonomi Amerika Serikat dan dunia Internasional, mereka melihat bahwa proyeksi dunia masa depan menunjukkan umat Islam akan mengerucut menjadi peradaban yang terpusat. Ditambah lagi, ternyata apa yang menjadi hasil kesimpulan CIA hampir mirip temuannya dengan Rusia. Kedua Negara ini sama-sama menemukan bahwa tahun 2020, akan lahir sebuah peradaban baru yang terbentang dari sebelah timur Cina, sampai barat samudera Atlantik. Peradaban baru itu bernama Khilafah Islamiyah”. (sumber : islampos.com)

KEKHAWATIRAN BARAT TERHADAP KEBANGKITAN KEKHALIFAHAN

NIC (National Intelelligence Council’s), merilis sebuah laporan yang berjudul Mapping the Global Future, akan lahir dunia Orwellian ketika pada masa depan manusia menjadi budak bagi satu dari tiga negara otoriter. A New Chaliphate : berdirinya kembali khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global. Tegaknya khilafah adalah pertanda kebangkitan dan kemenangan Islam akan segera terwujud. Terlepas dari apa sebenarnya tendensi dikeluarkannyaa ramalan peta politik dunia global 2020. (sumber : dakwahnews.com, Kembalinya Khilafah)

Vladimir Putin, Presiden Komunis Rusia, pada bulan Desember tahun 2002 mengumumkan, “Terorisme internasional telah mengumumkan peperangannya atas Rusia dengan tujuan merampas sebagian wilayah Rusia dan mendirikan Khilafah Islamiah”. Pada kesempatan itu, Putin berbicara dalam sebuah acara dialog di sebuah setasiun televisi yang disiarkan secara langsung (live). Pada keempatan itu ia menjawab lima puluh pertanyaan yang terpilih diantara dua juta pertanyaan via telepon dari penduduk Rusia. (sumber : ht.or.id – khilafah-dalam-pandangan-barat).

Tony Blair, mantan Perdana Mentri Inggris, di hadapan Konferensi Umum Partai Buruh pada 16/07/2005 M mengatakan, “Kita sesungguhnya sedang menghadapi sebuah gerakan yang berusaha melenyapkan negara Israel dan mengusir Barat dari dunia Islam serta menegakkan Khilafah Islam yang tunggal yang akan menjadikan syari’at Islam sebagai hukum di dunia Islam melalui penegakan Khilafah bagi segenap umat Islam”. Demikian pula pada September 2005 M, Blair dengan terang-terangan mengatakan, “Keluar kita dari Iraq sekarang ini akan menyebabkan lahirnya Khilafah di Timur Tengah”. (sumber : ht.or.id – khilafah-dalam-pandangan-barat).

Henry Kissinger dalam sebuah pidatonya di India pada 6 November 2004 M dalam Konfrensi Hindustan Times yang kedua, kepada para pemimpin ia menyampaikan, “Ancaman-ancaman itu sesungguhnya tidak datang dari teroris, sebagaimana yang kita saksikan pada 11 September. Akan tetapi, ancaman itu sesungguhnya datang dari Islam fundamentalis ekstrim yang berusaha menghancurkan Islam moderat yang bertentangan dengan pandangan pandangan kelompok radikal dalam masalah Khilafah Islamiah”. Kissinger juga mengatakan, “Musuh utama, sejatinya adalah kelompok ekstrim Fundamentalis yang aktif dalam Islam dimana dalam saat yang sama ingin mengubah masyarakat Islam moderat dan masyarakat lain yang dianggap sebagai penghalang penegakan Khilafah”. (Surat Kabar Newsweek edisi VIII November 2004).

Uskup Agung Kristen Ortodoks Rusia, Dmitri Smirnov : “Masa depan umat Islam sangatlah cerah, bahkan bisa dipastikan masa depan adalah milik ummat Islam” dengan Khilafah. (sumber : republika.com).

 

 

 

Facebook Comments
Tags:

Related Posts