PERAN PENTING PONDOK PESANTREN

OPINI 0

Tri Rudiansyah

Pada hakikatnya kewajiban mendidik anak adalah tanggungjawab penuh kedua orang tuanya. Dan ini selaras dengan keinginan setiap orang tua yang mendamba anak-anaknya menjadi anak yang shaleh. Rajin melaksanakan shalat, pandai mengaji, memakai hijab yang rapih, memiliki hafalan Al Qur’an yang banyak, berbakti kepada orang tua, santun terhadap sesama dan segudang sifat keshalihan yang lainnya.

Karena setiap orang tua sadar bahwa anak adalah anugerah yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya. Yang kelak akan ditanya dan dimintai pertanggung jawabannya. Maka menjaga, memahamkan dan mengarahkan anak untuk berpihak kepada agama Islam adalah tanggungjawab yang harus setiap orang tua tunaikan. Karena dari orang tualah kita berharap besar lahirnya generasi Islam yang mampu membawa perubahan.

Namun apa yang diingini orang tua terkadang justru terbentur dengan keadaan yang sebaliknya. Bahkan pendidikan yang ditanamkan oleh para orang tua terhadap anak-anaknya tidak bisa kita pungkiri jika nyatanya harus kalah saing dengan pengaruh lingkungan yang ada.

Dan dari sinilah kita belajar dan faham bahwa menanamkan pendidikan tidak cukup jika hanya dengan ilmu dan ilmu, tetapi butuh pula “keteladanan” lingkungan yang mendukung. Baik orang tua, keluarga, teman, tetangga dan masyarakat secara umum. Dan ini senada dengan firman Allah subhanahu wata’ala :

وَلۡيَخۡشَ ٱلَّذِينَ لَوۡ تَرَكُواْ مِنۡ خَلۡفِهِمۡ ذُرِّيَّةٗ ضِعَٰفًا خَافُواْ عَلَيۡهِمۡ فَلۡيَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡيَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدًا ٩

“Dan hendaklah mereka takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang baik.” Qs : An Nisaa’ : 9

DAHSYATNYA PENGARUH LINGKUNGAN

            Ya, lingkungan mempunyai peran yang sangat besar dalam membentuk dan menentukan kehidupan seseorang. Terutama pada generasi muda dan anak-anak. Sebagai contoh, bukankah kisah pembunuh 99 nyawa manusia dan akhirnya genap membunuh 100 nyawa lantaran pengaruh buruk lingkungannya? Sehingga seorang ulama memberikan nashihat agar ia bisa bertaubat dengan tulus dan terbebas dari jerat-jerat dosa ialah dengan ia meninggalkan lingkungan tempat ia bermukim dan hijrah kesuatu tempat yang dihuni oleh orang-orang yang baik dan taat kepada Allah. Maka benarlah sabda Rasulullah saw :

الْمَرْءُعَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ اَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِل

“Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaklah seseorang diantara kalian melihat siapa teman bergaulnya.” HR. Abu Dawud dan Tirmidzi

Begitulah pesan dari Rasulullah saw kepada setiap ummatnya. Siapa saja yang ingin mengetahui keadaan dirinya atau anaknya, maka lihatlah siapa saja yang bergaul dengannya. Jika ia bergaul dengan orang yang baik, taat lagi shalih maka harapan besar ia menjadi orang yang shalih sangat memungkinkan. Begitupun sebaliknya, jika ia bergaul dengan orang-orang yang buruk perangainya, kotor tutur katanya dan jauh dari sifat-sifat keshalihan, maka kemungkinan terkecil pun akan sulit untuk menjadikan ia orang yang shalih.

MENCARI LINGKUNGAN YANG BAIK

Dalam konteks kekinian pondok pesantren adalah tempat terbaik untuk melindungi generasi Islam, karena tidak bisa kita pungkiri bahwa terjerumusnya generasi Islam saat ini adalah akibat nyata dari pengaruh fitnah dan hasutan lingkungan yang menjadi panutan.

Maka memilih pondok pesantren sebagai bentuk tanggungjawab orang tua terhadap anak-anaknya adalah jalan bijak untuk menyelamatkannya dari pengaruh buruk yang tengah berkecamuk. Karena dalam dunia pondok pesantren, seorang anak bukan hanya diasah kemampuan akalnya, tetapi aqidahnya juga diluruskan dan dikokohkan, akhlaknya diperindah, keterampilan/kemandiriannya ditumbuhkan dan jiwa sosialnya dibangkitkan.

Dan inilah peran central pondok pesntren bagi setiap anak didiknya, disatu sisi mereka diberikan pemahaman yang benar tentang disiplin ilmu, dan disisi yang lain mereka juga mendapatkan pengajaran dari lingkungan bagaimana cara mengamalkan ilmu yang ia dapatkan.

Sungguh indah kehidupan di pondok pesantren, lalai diingatkan, salah diluruskan, shalat lima waktu selalu terjaga, membaca al Qur’an tidak pernah alpha, hafalan semakin bertambah, akhlak mempesona, keterampilan terasah dan ukhuwwah selalu terbina.

Dan kita berharap, semoga para generasi pelanjut yang saat ini tengah tekun memperdalam ilmu dan memperbaiki diri di pondok pesantren. Kelak selain shalih pribadinya mereka juga mampu memperbaiki keadaan dan membawa Islam pada puncak kejayaan.

ثُمَّ جَعَلۡنَٰكُمۡ خَلَٰٓئِفَ فِي ٱلۡأَرۡضِ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ لِنَنظُرَ كَيۡفَ تَعۡمَلُونَ ١٤

“Kemudian Kami jadikan kamu sebagai pengganti-pengganti  (mereka) di bumi setelah mereka, untuk Kami lihat apa yang kamu perbuat.” Qs : Yunus : 14

Dan semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa menjaga anak-anak kita dalam keamanan-Nya, menjadikan ilmunya bermanfaat untuk sesama dan agama-Nya serta menetapkan mereka dijalan kebenaran dan ridha-Nya. Aamiin.

 

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts