PENJUAL TAHU TEK LAMONGAN BERGABUNG DENGAN KHILAFATUL MUSLIMIN UMMULQURO SORONG, WILAYAH BUTON RAYA

Pagi Itu 28 Rajab, Ahmad Sholeh pria kelahiran Lamongan 1973 telah bersiap untuk mengikrarkan janji setia (bai’at) untuk bersama-sama bergabung menegakkan syariat Allah melalui Khilafatul Muslimin, setelah sekian lama memperhatikan perjalanan Kekhalifahan ini di Wilayah Sorong. Melalui sahabatnya Akh. Sulthon Tarim Jito, ia memahami Khilafatul Muslimin, mulai dengan dialog ringan hingga membaca tabloid Majalah Al Khilafah yang pernah ia berikan.

Bertemu di perkumpulan rutin warga Lamongan di Sorong Papua, menjadikannya semakin sering untuk menanyakan perintah Allah untuk bersatu dalam sistem Khilafah pada Akh. Sulthon, seorang warga Lamongan tetapi tinggal di Sorong dan juga menjadi Warga Khilafah ini. Disaat pertemuan perkumpulan warga Lamogan di rumah Akh. Sulthon, diisi dengan acara tausiah oleh ustad Rusdi Sabaruddin. Acara yang dimulai pukul 11 siang ini dimanfaatkan oleh ustad Rudi untuk mensosialisasikan Kekhalifahan Islam Khilafatul Muslimin.

Bapak Ahmad Sholeh yang kesehariannya berjualan Tahu Tek Khas Lamongan ini, tertarik pada Khilafatul Muslimin dengan meminta ijin untuk ikut dalam taklim rutin Kemas’ulan yang diadakan besoknya di tempat yang sama. Disana Bapak Ahmad Sholeh menceritakan latar belakang beliau yang pernah bergabung beberapa tahun silaam di harokah NII sejak 1420 H di Jakarta, hanya karena suatu pekerjaan yang menjadikannya pindah ke sorong dan jauh dari NII. “Boleh saya bergabung dalam kekhalifahan Islam Khilafatul Muslimin tetapi saya tidak mau berbai’at, karena pernah bai’at di NII” tanya Bapak Ahmad Sholeh menutup akhir kegelisahannya. Penjelasan Ustad Rusdi bahwa berbaiat itu hanya kepada Khalifah dan Khalifah itu hanya memimpin sebuah sistem Kekhalifahan Islam, bukan yang lain, memutuskan untuk segera mengikrarkan bai’at ke Khilafatul Muslimin, sebagai bukti kesiapan menjalankan ketaatan pada ulil amri. (Sulton TJ-Red)

Facebook Comments

Related Posts