Wgg

 

O P I N I

SALING BERSINERGI

Dalam Penegakan Dien

oleh : Ustadz. Zulkifli Rahman Al Chathib

 

A

 

 

 

“Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang
telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama (ad dienul Islami]) dan janganlah kamu berpecah belah dalam menegakkannya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjukkepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

(Qs. Asy Syuura : 13)

 

Allah menerangkan bahwa ke pada kelima Nabi Ulul Azmi ini (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa,dan Muhammad Saw) Allah telah mensyariatkan satu syariat yang sama yaitu an aqimud diina, tegakkanlah diin. Adapun orang beriman sekarang ini, ada yang merasa terpanggil untuk itu, dan ada pula yang tidak perduli. Yang tidak perduli ini justru yang lebih banyak. Mereka tidak perduli, apakah Dien ini tegak atau diinjak-injak, apakah syariat nya dilaksanakan atau ditinggalkan, apakah hukumnya dijalankan atau diabaikan. Yang penting bagi mereka, bisa makan enak, tidur nyenyak dan punya penghasilan yang layak.
Sementara tidak sedikit juga ummat Islam yang punya perhatian terhadap penegakan Dien, tapi masih berpecah belah. Dalam rangka iqoma tud dien ini, ada orang yang mengisi nya dengan berdakwah. Yang penting bagi mereka, bagaimana mengajak orang ke masjid, untuk bertaubat dan mengerjakan sholat.
Mereka kemudian menjadi satu kelompok sendiri dan menyangka bahwa itulah Dien yang mereka tegak kan. Dalam rangka iqomatud Dien ini juga, ada orang yang bergelut dibidang pendidikan. Bagi mereka, tidak akan tegak Dien ini tanpa pembinaan gene rasi Islam sejak dini. Maka mereka membuat lembaga lembaga pendidi kan, baik yang formal maupun non formal, termasuk berbagai bentuk pondok pesantren dan lain lain. Ada juga diantara mereka yang bergelut dibidang ekonomi, karena menurut mereka, Islam ini tidak akan tegak jika sendi-sendi perekonomian dikalangan ummat ini morat marit. Dalam bidang politik, tidak sedikit juga para tokoh ulama, ingin mengambil bagian dalam menegak kan Dien, bahkan mereka begitu khawatir jangan sampai dalam kancah per politikan ini, tidak ada ulama yang duduk disana.Tidak ketinggalan dalam urusan jihad fi sabilillah. Ada juga orang beriman yang mengambil bagian dalam jihad untuk menegakkan Dien. Menurut mereka, tidak akan tegak Dien ini tanpa perjuangan dan pengor banan
Semua potensi yang ada dalam ummat ini masing masing berjalan sendiri sendiri, dalam keadaan berpecah belah. Bahkan yang lebih mengenaskan lagi, diantara mereka saling menjelekkan satu sama lain. Alangkah indahnya jika semua potensi yang ada dalam kemajemukan ummat ini, saling bersinergi satu sama lain, bukannya saling menghina dan mencela.
Alangkah indahnya jika ummat ini bersatu dibawah satu kepemimpinan ummat agar dapat saling mengisi dan saling bersinergi. Kepemimpinan itu pernah menjadi kebanggaan Islam, akan tetapi kini telah dilupakan oleh ummat Islam.
Ummat Islam pernah jaya beratus ratus tahun dibawah sitem kekhalifahan, meskipun adakalanya Kholifah yang memimpin mereka adalah seorang yang zholim, tapi tetap mengacu pada sistem Islam. Sejak tahun 1924, Khilafah yang merupakan kebanggaan ummat Islam itu telah runtuh. Ibarat sebuah bahtera yang diterpa angin topan dan diterjang gelom bang, telah hancur berkeping-keping diseret arus kesana kemari. Generasi ummat ini pun dengan kerin- duan yang mendalam, berusaha mencari kembali bahtera itu. Ada yang menemukan ke pingan lantainya, dia pegang erat-erat sambil berkata, inilah bahtera itu. Ada yang menemukan baling-balingnya, ia berkata, inilah bahtera itu. Ada pula
yang menemukan bagian atapnya, dia juga berkata, inilah bahtera itu, bukan yang
lainnya. Bahtera itu sungguh telah hancur, maka alangkah indahnya jika semua komponen ummat ini menyatukan diri dalam satu kepemimpinan ummat, yaitu tunduk kepada seorang Kholifah, yang memimpin untuk merekatkan semua bagian bahtera yang telah porak poranda tadi agar kembali menjadi satu bagian yang utuh.
Semoga sesegera mungkin ummat ini disadarkan bahwa bagian dien yang mereka pejuangkan selama ini adalah salah satu bagiannya (firqoh-nya) yang jika hanya dengannya saja, tidak dapat menegakkan dien secara utuh. Semoga semua komponen dan potersi ummat ini dengan sadar menyatukan diri dan saling bersinergi dalam kekhalifahan kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) untuk melaksanakan iqomatud dien, Amin. Wassalam,
Rabiul Awwal 1430 H.
(ZULKIFLI RAHMAN AL CHATHIB)

source:alkhilafahmj@yahoo.co.id

 

k

 

ث

ث

 

ث

 

Last edited: 2009-12-04 Time: 07:15:07