MENGENAL PENDIDIKAN ISLAM LEBIH DALAM

TARBIYAH 0

Muhammad Sulthan

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak (keturunan) yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (keimanan) mereka, oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (QS. An Nisa (4) : 09).

Dewasa ini banyak pendidikan yang berlebel Islam tapi berada dibawah naungan sistem yang tidak Islami, ini adalah slah satu Ghazwul Fikri yang dilancarkan oleh orang-orang kafir Yahudi dan Nashrani dalam menghancurkan Islam dari dalam, yaitu menghancurkan Islam dengan pemikiran-pemikiran Islam yang liberal. Hal ini sudah Allah SWT tegaskan didalam Al Qur’an bahwa sesungguhnya,

 “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)” dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS. Al Baqarah (2) : 120).

Banyak dari kaum muslimin yang tidak menyadari hal ini sehingga banyak dari mereka tertipu dan terjerumus dalam lingkaran syetan tersebut. Maka perlu bagi seorang ayah dan ibu untuk memilih pendidikan yang benar-benar Islami dan terhindar dari campur tangan orang-orang kafir Laknatullah Alaihim. Karena sesungguhnya sistem pendidikan yang Haq harus berada didalam sistem Islam itu sendiri dan tidak boleh bercampur dengan sistem pendidikan yang batil yang telah bercampur dengan sistem sekuler, liberal dan lain sebagainya, walaupun pendidikan tersebut berlebelkan Islam, maka Allah SWT berfirman,

“Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui”. (QS. Al Baqarah (2) : 41-42).

Perlu diketauhi apa itu pendidikan Islam dan apa itu pendidikan selain Islam. Pendiddikan Islam adalah pendidikan yang selalu menuju kearah penyempurnaan ibadah seorang hamba kepada Allah SWT. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang berada dibawah sistem Islam itu sendiri yakni sistem Khilafah, sebagaimana yang telah Rasul dan sahabat ajarkan kepada kita.

Yang dimaksud dengan Khilafah adalah sebuah sistem Islam yang datangnya dari Allah SWT yang diemban oleh manusia baik itu dari kalangan Nabi sampai manusia biasa. Adapun apabila diemban oleh seorang Nabi sistem ini dinamakan Khalifatullah fil ardhi atau biasa disebut sistem kenabian (An Nubuwah) yaitu pengemban amanah kepemimpinan langsung dari Allah SWT. Apabilah diemban oleh seorang manusia biasa maka dinamakan Khalifaturasulillah yaitu pengemban amanah atau pelanjut kepemimpinan Rasulullah SAW. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para sahabat Nabi SAW diantaranya Khalifah Abu Bakar As Shiddiq RA beliau menjadi pemimpin kaum muslimin setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Maka kekhalifahan milik kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) mengacu kepada sistem pendidikan Islam yang haqon, yang mana orientasi akhirat yang menjadi tolak ukur dan tujuannya, walaupun dunia tetap menjadi perhatian. Sistem pendidikan yang benar sesuai syari’at yakni sistem pendidikan Islam yang berada didalam sistem itu sendiri yakni Sistem Pendidikan yang Berbasis Khilafah.

Sementara sistem pendidikan di luar Islam, adalah pendidikan yang bertujuan bukan kepada penyempurnaan ibadah kepada Allah SWT tetapi sebaliknya, sistem pendidikan yang sengaja dikolaborasi dengan sistem-sistem buatan manusia yakni sistem pendidikan yang di kolaborasi dengan sistem Sekuler, Liberal, kapitalis dan lain sebagainya wlaupun lebel mereka mengatasnamakan sistem pendidikan Islam. Dan orientasi mereka hanya sebatas bagaimana memenuhi kebutuhan hidup di dunia semata, bagaimana mencari harta, pangkat, jabatan dan hidup enak tanpa memikirkan nasibnya di akhirat kelak. Naudzubillahi mindzalik !

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts