MENGAPA HARUS BERSATU

TAFSIR 0

Ust. Zulkifli Rahman Al Khateeb

ayat

“Demikianlah kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk Surga, dan segolongan masuk Neraka Jahannam. Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu ummat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang dzalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong. Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya) dan dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (yang mempunyai sifat-sifat demikian). Itulah Allah Rabbku, kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali”. (QS. Asy Syuraa (42) : 7-10).

Sebagaimana Allah telah mewahyukan kepada para Nabi sebelum Nabi Muhammad Shallahu alaihi wasalam, kitab dalam bahasa yang difahami oleh kaumnya, demikian pula Allah mengutus Muhammad Shallahu alaihi wasalam dengan bahasa kaumnya, yaitu bahasa Arab dengan seluruh Ma’ani dan Balaghah yang terkandung di dalamnya agar dapat difahami secara mendalam, terang dan jelas, itulah bahasa Arab, bahasa penduduk Mekkah yang Allah sebut sebagai Ummul Quro karena memang Mekkah adalah Qaryah pertama yang ada di Muka Bumi, tempat bertemunya Adam dan Hawa dan tempat pertama manusia berkembang biak lalu baru kemudian menyebar ke wilayah lain disekitarnya, semakin luas dan semakin luas. Tujuan utamanya adalah memperingatkan mereka akan hari kiamat agar tidak ada keraguan di dalamnya. Setelah peringatan itu disampaikan dengan benar maka konsekwensi logisnya sebahagian akan menerima dan sebaagian akan menolak, maka Allah    sebutkan “Fariqun fil Jannati Wa Fariqun Fis Sa’ir”, (ayat 7).

Pada ayat berikutnya Allah menerangkan ke Maha Kuasaan-Nya atas segenap manusia bahwa apabila Allah. menghendaki maka Allah bisa saja menjadikan seluruh manusia beriman, seluruh manusia bersatu, seluruh manusia mendapat petunjuk dan seluruh manusia masuk syurga. Tetapi Allah  tidak menghendaki yang demikian itu untuk dilakukan terhadap manusia, walaupun  Allah   berkuasa untuk melakukannya dan Allah sudah melakukan hal yang demikian itu terhadap Malaikat, dimana Allah. menciptakan Malaikat dengan satu karakter, semuanya ta’at, semuanya beribadah tanpa satupun yang menyimpang, dan Allah.  melakukan apa yang dikehendakiNya.

Ketika Allah memutuskan untuk menjadikan Khalifah di muka bumi, maka Allah memberi kemerdekaan kepada para Khalifah ini untuk menentukan pilihannya sendiri dan akan menanggung akibat dari pilihannya itu, tidak seperti para malaikat yang tidak mempunyai pilihan seperti yang Allah     berikan kepada manusia. Maka dalam ayat ke delapan ini Allah sebutkan, “Allah memasukkan siapa yang dikehendaki ke dalam rahmat-Nya, adapun orang yang dzhalim mereka tidak mempunyai pelindung maupun penolong”. Maksudnya bahwa mereka yang dirahmati Allah   akan dimasukkan ke Surga tetapi Allah   tidak menyebut bahwa orang yang dzhalim akan dimasukkan ke Neraka, hanya saja disebutkan bahwa orang yang dzhalim tidak mempunyai penolong maupun pelindung karena orang yang memilih untuk ta’at berarti dia memilih sesuai apa yang Allah. kehendaki maka Allah memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (Syurga). Adapun mereka yang memilih untuk tidak ta’at (membangkang) Allah   menyebut mereka sebagai orang yang zhalim karena tidak bersedia memilih apa yang Allah.   pilihkan untuk mereka, maka Allah tidak menolong dan melindungi mereka, dan ketika Allah tidak menolong dan melindungi seseorang, maka tidak seorang pun yang akan menolong dan melindunginya.

Pada ayat selanjutnya (9) Allah. menunjukkan keheranannya terhadap orang Musyrik yang mengambil tuhan-tuhan selain Allah padahal Allah sudah menerangkan kepada mereka bahwa yang Maha Penolong itu adalah Allah bukan selainNya. Dalam ayat ini, Allah menyampaikan kepada RasulNya yang mulia : “Sesungguhnya mereka yang Musyrik dari kaummu itu menjadikan patung-patung sebagai tuhan untuk tempat meminta tolong, meminta kemuliaan dan menjadikannya wali, padahal berhala-berhala itu tidak mempunyai kemampuan apa-apa, apalagi untuk menghidupkan orang yang sudah mati, sementara Allah   mampu menghidupkan orang mati, sehingga Allah  lebih patut untuk mereka sembah karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kondisi seperti inilah yang menjadi pangkal perselisihan ummat yaitu sebahagian mereka tidak bersedia tunduk pada aturan Allah dan lebih memilih untuk tunduk kepada aturan yang dibuat oleh manusia. Tugas kita adalah menyadarkan manusia untuk menerima aturan  Allah untuk menjadi aturan hidup mereka bukan aturan yang dibuat oleh manusia itu sendiri.

Jika suatu kaum mengumpulkan orang-orang yang paling cerdik, pandai dan paling bijaksana diantara mereka untuk menyusun aturan dan konsep hidup yang akan diberlakukan kepada kaumnya, maka orang-orang yang cerdik, pandai dan paling bijaksana itu menyusun aturan yang paling baik dan paling bijaksana untuk mengatur suatu negeri, maka negeri itu disebut negeri sekuler, karena sebaik apapun aturan yang mereka susun tidak akan lebih baik dari pada aturan yang sudah Allah     susun. Jika suatu negeri mengumpulkan orang-orang yang cerdik, pandai dan paling bijaksana untuk mengawal pelaksanaan aturan Allah  di negeri mereka, maka pastilah negeri itu akan makmur dan sejahtera dan di negeri yang seperti itulah Allah janjikan kepada mereka untuk Allah bukakan bagi mereka berkah dari langit dan dari bumi karena mereka melakukan sesuai dengan yang dikehendaki Allah.

Maka patutlah jika semua orang beriman yang mendambakan kesejahteraan lahir batin untuk bersatu dan mengikrarkan ketundukan mereka kepada aturan Allah dan RasulNya, aturan Dzat yang menciptakan manusia, menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya. Wallahu a’lam.

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!
MENGAPA HARUS BERSATU,5 / 5 ( 1votes )

Related Posts