MAKRULLAH PASTI MENANG

ayatDan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu, mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. (QS. Al Anfal (8) : 30).

Didalam semua kehidupan ini ada upaya-upaya didalam pencapaiannya, baik secara pribadi, golongan maupun secara ideologi. Semua itu punya daya upaya untuk mencapai kepada satu tujuan yang dikehendaki.

Daya dan upaya ini adalah untuk keberhasilan  dan keuntungan yang dikehendaki oleh yang bersangkutan, maka untuk menuju kepada keberhasilan itu dibutuhkan taktik dan strategi (kalau istilah politiknya). Di dalam Islam ada istilah Makrullah dan Makr nya manusia.

Makrullah adalah semua taktik dan strategi dalam upaya pencapaian yang dikehendaki berdasarkan ketentuan Allah dan Rasul-Nya yang berstandar kepada Al Qur’an dan Al Hadits. Makrullah itu adalah semua tuntunan dan ajaran Allah Subahanahu wata’ala secara sempurna (kaffah), baik dari sistemnya, kepemimpinan nya dan pencapaiannya yang dikehendaki yakni pelaksanaan syari’at secara paripurna.

Sementara semua yang tidak memakai dan tidak bersumber dari ajaran dan tuntunan Allah dalam upaya pencapaian didalam hidupnya, mereka menggunakan dan mengandalkan akal dan pikirannya dan ini dilakukan oleh orang-orang kafir, orang-orang munafik dan orang-orang musyrik untuk menandingi Makrullah, maka ini dikatakan makr manusia.

Maka sehebat apapun sebagai makr manusia tidak akan dapat menandingi Makrullah, karena Makrullah Yang Maha Hebat, Sang Pencipta manusia, Sang Pemilik jagad raya pasti lebih hebat dan lebih sempurna dari makrnya manusia. Maka MAKRULLAH ITU PASTI MENANG !

Sebagai seorang muslim, kita harus meyakini bahwa Makrulah pasti menang, maka untuk pembuktiannya, harus dipraktekan dengan mentaati seluruh ajaran dan tuntunan Allah Subahanahu wata’ala. Praktek ini harus dilakukan disegala bidang kehidupan, baik dari sisi sistemnya harus sesuai dengan ketentuan Allah yakni sistem Khilafah bukan yang lain, dari sisi pemimpinnya sebagai pembuktian taat kepada Allah, taat kepada Rasulullah dan Ulil Amri nya juga harus sesuai dengan ketentuan Allah Subahanahu wata’ala (QS. An Nisa : 59), hingga dibidang ideologi, politik, sosial, budaya, perdagangan, pertanian, kehutanan, pertahanan, kemanan, hijrah dan jihadnya serta semua aspek kehidupannya harus sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya (Makrullah), maka pasti akan dimenangkan oleh Allah Subahanahu wata’ala dan kita akan meraih kesuksesan yang hakiki lahir dan batin.

Kalau prakteknya lepas dari tiga unsur ketaatan, yakni taat kepada Allah Subahanahu wata’ala, taat kepada Rasul-Nya dan Ulil amri, ini bukan Makrullah, tetapi makr manusia. Sebab kalau Makrulah prakteknya adalah sami’na wa atho’na kepada tiga unsur ketaatan yakni taat kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri sebagaimana sesuai dengan ajaran dan tuntunan dari Allah Subahanahu wata’ala. Maka pembuktian sam’an wa tho’atan merupakan prinsip bagi seorang muslim untuk mendapat pertolongan Allah agar Makrullah mengungguli semua makrnya manusia di muka bumi ini.

Maka Kekhalifahan milik kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) ini tidak ada kata lain bahwa kita hanya akan membuktikan diri bahwa hidup kita ini hanya untuk membuktikan sam’an wa tho’atan kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri untuk memenangkan semua persoalan hidup kita  baik dari yang terkecil hingga persoalan hidup yang besar, persoalan hidup pribadi, rumah tangga, usaha, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan dan lain sebagainya harus tetap memegang prinsip sami’na wa atho’na kepada ajaran dan tuntunan Allah Subahanahu wata’ala, inilah sesungguhnya hakikat kemenangan.

Maka Allah Subahanahu wata’ala berjanji didalam ayat-Nya,

ayat-2

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, Niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad (47) : 7).

Dalam ayat ini Allah berjanji kalau kita berjuang menegakkan Dienullah (Iqomatuddien) sesuai ajaran dan tuntunan Allah Subahanahu wata’ala (Makrullah), maka pasti akan Allah tolong, dan Allah akan meneguhkan kedudukan kita dengan kemenangan dan kesuksesan. Tetapi kalau menyimpang dan sam’an wa tho’atan hilang, maka hilang pulalah jaminan kemenangan dan jaminan kesuksesan yang dijanjikan oleh Allah Subahanahu wata’ala sehingga ridha Allah juga hilang, alangkah ruginya kita.

Maka dari itu kalau kita tetap menjaga sami’na wa atho’na, matipun kita meraih keuntungan, apalagi masih hidup. Inilah sumber atau sebab ummat Islam akan dimenangkan oleh Allah Subahanahu wata’ala manakala kita melaksanakan perintah-perintah Allah (Makrullah). Sesungguhnya Makrullah pasti akan mengungguli semua makr nya makhluk di muka bumi ini.

Maka mungkinkah seorang mukmin berkata, “Yang penting kita kembali kepada Al Qur’an dan Al Hadits, sementara dia tidak sami’na wa atho’na pada Ulil Amri nya orang-orang beriman, dimana Allah dan Rasul-Nya telah mewajibkan taat pada Ulil Amri? Pernahkah ada seorang berdakwah ataupun berjihad tanpa Nabi? Atau setelah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasalam, siapakah sahabat Anshor dan Muhajirin berdakwah dan berjihad tanpa Khalifah? Adakah ulama-ulama tabi’in berda’wah atau berjihad tanpa Khalifah sebagai ulil amri yang wajib mereka ta’ati? Semua Imam /Ulama terdahulu punya Khalifah setelah kenabian dan semua Imam mazhab juga punya Khalifah. Wallahu a’lam.

 

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!
MAKRULLAH PASTI MENANG,3.50 / 5 ( 2votes )

Related Posts