KORIMAT SUMBAWA BARAT : EMPAT JAM BERSAMA KHALIFAH

Sumbawa Barat, Kamis, 9 Rabi’ul Akhir 1439 H (28/12/17) . Mengambil manfaat dari kehadiran Khalifah/ Amirul Mu’minin di Wilayah Sumbawa Barat, Koordinator Muslimat (Korimat) Sumbawa Barat dibawah Koordinatornya Ibu Virda Amir mengadakan kegiatan Ta’dib Korimat bersama Khalifah selama empat jam di Maktab Wilayah Sumbawa Barat yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00 wita.

Dalam kegiatan ini Korimat menyiapkan beberapa tema untuk Khalifah, yakni Aqidah Seorang Wanita, Hukum Jual Beli – Online – MLM dan Arisan, dan Peran Wanita/ Istri dalam mengokohkan keluarga dan menunjang jihad suami. Acara dibuka oleh Ketua Korimat pada pukul 08.00 wita yang dilanjutkan dengan pembacaan adab-adab dalam bermajelis oleh Ustadzah Ghusni Khaerina, setelahnya Khalifah dipersilahkan menyampaikan materi Aqidah Seorang Muslim dengan moderator Ketua Korimat, Ibu Virda Amir. Dalam paparannya, Khalifah menjelaskan bahwa dalam persoalan aqidah tidak ada perbedaan antara wanita dan laki-laki, bahwa hidup ini dalam rangka beribadah kepada Allah subhaanahu wa ta’ala, yaitu mempraktekan ajaran Islam di segala aktifitas kehidupan dan sepanjang hidup sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Niat dari semuanya harus semata karena Allah, dilaksanakan dengan sengaja dan sadar.

Dalam materi kedua yang moderatori oleh saudari Thisriada, yakni Hukum Jual Beli – Online – MLM dan Arisan. Khalifah menyampaikan bahwa prinsip jual beli dalam Islam adalah dengan adanya transparansi, tidak ada penipuan, tidak boleh ada keraguan, tidak ada pemaksaan, tidak ada dua aqad dalam satu transaksi, tidak ada percaloan dan tidak ada penyesalan, sehingga kedua belah pihak yang bertransaksi berada dalam saling ridho satu sama lain.

Jika jual beli dilakukan secara online pun prinsip tersebut harus terpenuhi, seorang pembeli harus mengetahui betul ciri dan kwalitas barang yang dibelinya, istilah Khalifah saat itu “tidak ada pembelian kucing dalam karung”. Dalam kesempatan lain Khalifah pernah menyampaikan solusi jual beli online terkait dengan barang belanjaan dengan adanya perwakilan kepercayaan pembeli yang melihat barang di tempat penjualnya atau tekhnis lain yang memungkinkan.

Terkait MLM (Multy Level Marketing) dan Arisan, Khalifah mengakui itu sebagai persoalan baru, maka untuk menyimpulkannya perlu proses kajian. MLM sebagai sistem penjualan berjenjang menurut Khalifah banyak menimbulkan kedzaliman sebagaimana juga yang telah beliau fatwakan. Dalam pengetahuan umum sebagaimana diketahui bahwa dalam MLM, ada harga barang yang berlipat tidak wajar, praktek percaloan dan sistem downline yang harus bekerja keras dimana hasilnya secara otomatis juga dinikmati oleh toplinenya dalam sebuah jaringan.

Terkait dengan arisan, menurut Khalifah arisan adalah jalan terciptanya hutang baik yang diatur dengan lot bertahap atau yang sekaligus. Pihak yang pertama dapat otomatis berhutang kepada sejumlah pihak yang belum dapat sementara yang belakangan harap-harap cemas, selain itu masalahnya menurut Khalifah adalah ketika ada yang meninggal dunia dari salah satu atau lebih pesertanya, siapakan yang akan melanjutkan pembayarannya atau yang akan menerima jika ia dapat? Ini semua harus jelas. Selain itu jika arisan berupa barang, meskipun jenisnya sama, merk yang sama, kalau ada cacat dari barang tersebut atau rusak, seperti pecahnya sebuah piring, siapakah yang akan menggantinya?, rata-rata pertanyaan ini menurut Khalifah tidak dapat dijawab oleh para pelaku arisan, jikapun ada jawabannya, “mau tidak mau diterima”, ini lah yang tidak benar, tegas Khalifah. Terkait bentuk arisan yang lagi trend saat ini, pedagang menawarkan pembelian barangnya dengan membuat kelompok arisan, dimana arisannya berbentuk uang dan setiap peserta yang dapat harus membeli barang dari dia, menurut beliau ini juga termasuk haram, karena adanya dua aqad dalam satu muamalah, yakni adanya percampuran antara arisan uang dan keharusan membeli barang.

Dalam materi terakhir; Peran Wanita/ Istri dalam mengokohkan keluarga dan menunjang jihad suami yang kembali dimoderatori oleh ketua Korimat, Virda Amir Khalifah banyak berbagi tentang perjalanan rumah tangga beliau dengan Ummi Fauziyah sejak awal ta’aruf, menikah hingga sekarang. Kisah-kisah inspiratif yang sarat hikmah tentang sebuah pilihan hidup yang kala itu masih sulit ditemukan. Selain itu Khalifah juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan hubungan yang ma’ruf antara suami dan istri. Khalifah menjelaskan bahwa; seorang istri boleh meminta apa saja kepada suaminya sepanjang sesuai dengan kemampuan suaminya, tidak boleh lebih dari keadaan suaminya. Karena sejak pernikahan seorang wanita sudah menyerahkan lahir bathinnya kepada suami, maka seorang suami punya kewajiban memenuhi semua kebutuhan istrinya sesuai kemampuan berharap ridho Allah.

Menurut Khalifah, dalam Islam istri harus dijauhkan dari sikap-sikap kasar sebagaimana meminta kepada seorang budak, hatta itu meminta meminta dibuatkan kopi atau minta dilayani makan minumnya. Dalam menunjang perjuangan suami, dan suami harus bepergian dalam rangka dakwah, kesabaran seorang istri ditinggal pergi akan berbuah pahala sebagaimana pahala suaminya yang berdakwah, begitupun dengan rezekinya. Khalifah sempat menceritakan beberapa kisah warga, disaat istrinya membantu usaha suami dan ketika ditinggal pergi berdakwah justeru bisnisnya semakin lancar dan berkembang.

Menurut peserta, empat jam bersama Khalifah awalnya dianggap terlalu lama, namun setelah dilewati ternyata empat jam dalam acara tersebut belum cukup untuk mencampaikan pertanyaaan dan menggali ilmu dari Khalifah, hal ini juga ditunjang oleh kebijaksanaan seorang pemimpin dalam melayani rasa ingin tahu warganya. Pada akhir acara Korimat mengucapkan terima kasih kepada Khalifah sebagai pemateri dan kepada struktural Wilayah Sumbawa Barat yang telah menanggung konsumsi dan terlibatnya para ikhwan untuk melayani snack dan makan siang peserta. [Virda/ AMS – Sumbawa Barat]

 

Facebook Comments
Tags:

Related Posts