Khilafatul Muslimin Menembus Eropa

 

Bandar Lampung – Syi’ar kekhalifahan Islam telah sampai ke Eropa. Hal ini ditandai dengan berbai’atnya Agic Suad Bin Ismet, seorang warga asli Bosnia-Herzegovina, kepada Khilafatul Muslimin pada Ahad malam, 1 Sya’ban 1434H (09/06). Proses pembai’atan berlangsung secara online, melalui media Skype (Video Call), langsung dari kantor pusat Khilafatul Muslimin di masjid Kekhalifahan Islam, Teluk Betung – Bandar Lampung.

“Proses bai’at secara online ini, kami terima setelah mendapat mandat khusus dari Khalifah”, kata Ustadz Nanang Pambudianto, Wazir Nasyrah Wal Idzaa’ah Khilafatul Muslimin. Beliau menambahkan, hal ini untuk menjawab perkembangan syi’ar maklumat kekhalifahan yang sudah sampai ke negeri yang jauh, dimana enam bulan sebelumnya Khalifah juga pernah menerima telpon dari muslim Inggris yang menanyakan tentang kekhalifahan ini.

Ustadz Nanang menyampaikan harapannya bahwa dengan berbai’atnya seorang warga asli Bosnia-Herzegovina, menjadi wasilah bagi terbukanya kesadaran kaum muslimin Eropa untuk bersatu dalam memperjuangkan Al-Islam dalam wadah kesatuan ummat Islam itu sendiri, yaitu Khilafah Islamiyyah, Khilafatul Muslimin. Hal ini dipertegas juga dengan tugas yang diberikan Khalifah kepada Agic Suad Bin Ismet, sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Nanang:

Men-syi’arkan maklumat kekhalifahan di Bosnia dan Eropa, untuk menyeru kaum muslimin bersatu dalam sistem khilafah dibawah kepemimpinan seorang khalifah.

Khalifah mendelegasikan kepada Agic Suad Bin Ismet untuk menerima bai’at bagi kaum muslimin di Bosnia dan Eropa yang sudah paham untuk bergabung dengan kekhalifahan Islam.

Sekiranya terdapat 10 orang muslim yang telah berbai’at, hendaknya ditunjuk satu orang Amir sebagai mas’ul disana.

Bergabungnya Agic Suad Bin Ismet dalam barisan khilafah Islamiyyah, Khilafatul Muslimin tidak lepas dari penerimaannya terhadap poin-poin bai’at itu sendiri. Ustadz Nanang menjelaskan, diawali dengan kunjungannya di website khilafatulmuslimin.com -dimana terdapat ma’lumat kekhalifahan disana- berlanjut dengan diskusi melalui facebook tentang apa dan bagaimana kekhalifahan Islam ini, hingga akhirnya sampai pada poin-poin bai’at yang harus diterimanya sebelum bergabung. Berikut teks bai’at berbahasa Inggris nya:

Wallahi, for the sake of Allah.. I give bai’at (pledge) to Allah through (represented by) the Ulil Amri, that:

  1. I would not associate Allah with anything nevertheless.
  2. I will not steal, fornicate, gamble, lie and violate Allah’s prohibitions.
  3. I am ready to hear and obey the command of Allah, obey the command of the Prophet, and the command of my Ulil Amri, whenever and wherever.
  4. I am ready to sacrifice anything (with all of my ability) for the establishment of Dienul Islam.
  5. If (in case) in the future, I accidentally violated and/or betrayed this bai’at, then I am ready and willing to be prosecuted along the justice of Islamic law.

May Allah accept my bai’at, and grant me the ability to carry out the sacred duty (Li i’laikalimatillah), also forgive and bless me, Aamiin.. Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar!!

Terkait tindak lanjut dan pembinaan, Ustdz Nanang memandang ini sebagai tantangan tersendiri dalam menjalani tugasnya sebagai Wazir Nasyrah Wal Idzaa’ah (Penyiaran) di Khilafatul Muslimin. “Sekarang, saya mulai mentranslate materi-materi pembinaan ke bahasa Inggris, selain itu kita mulai harus membuat kartu warga Khilafatul Muslimin dengan teks bai’at berbahasa Arab dan Inggris, mohon do’a dari ikhwah sekalian..”, tutur Beliau. [Tubagus]

 

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts