KHALIFAH : TENTANG UMMAT ISLAM YANG IKUT PESTA DEMOKRASI

Bandar Lampung, 19 Muharam 1437 H (20/10/16). Khalifah /Amirul Mukminin di kantor pusat Kekhalifahan milik kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) di Bandar Lampung, Indonesia menanggapi secara umum bagi ummat Islam yang ikut didalam “Pesta Demokrasi” yang beberapa bulan kedepan akan dilaksanakan oleh mayoritas ummat Islam di Indonesia. Dan sekaligus menjawab dari problematika ummat Islam tentang Ahok yang dewasa ini sedang santer di bicarakan.

Mudah-mudahan tanggapan dari Khalifah /Amirul Mukminin ini dapat menyadarkan ummat Islam dan segera mengambil sikap untuk meluruskan niat Iqomatuddiennya di jalan yang benar dan lurus dan di ridha’i Allah SWT. Berikut Tanggapan Khalifah /Amirul Mukminin, Syeikh Abdul Qadir Hasan Baraja’ di Kantor Pusat Kekhalifahan Islam di Bandar Lampung, Indonesia :

“Khilafatul Muslimin kalau disuruh menanggapi masalah Ini (Demokrasi), pertama kita harus pahami bahwa sistem kehidupan sekarang ini pada umumnya dimuka bumi ini baik Barat maupun Timur, rata-rata bersistem Demokrasi. Sistem Demokrasi itu bukan sistem Islam, tapi sistemnya orang-orang yang tidak mengerti Al Qur’an dan As Sunnah (sistem buatan manusia). Jadi kalau orang beriman ingin melaksanakan Al Qur’an dan As Sunnah dalam sistem demokrasi itu adalah sesuatu yang aneh. Karena sistem Demokrasi itu pemimpinnya, mau orang musyrik kah, mau orang komunis kah, mau orang laki-laki kah, mau perempuan kah, namanya sistem Demokrasi yang penting bukan monyet saja, jadilah (dibenarkan)”, jelas Khalifah.

“Jadi kalau kita mau syari’at itu bukan di sistem Demokrasi tapi di sistem kehidupan Islami, yakni dulu pemimpinnya Nabi dengan sistem Kenabian namanya, setelah Nabi pemimpinnya dilanjutkan oleh Khalifah /Amirul Mukminin dengan sistem Kekhalifahan namanya. Hal ini anak Ibtida’iyyah (SD) juga paham. Jadi sistemnya disebut sistem Kekhalifahan bukan sistem Demokrasi. Jadi kalau kita mau cerita syari’at dalam sistem Demokrasi itu sebenarnya lucu. Sebenarnya orang kafir pun paham bahwa sistem ummat Islam itu setelah Nabi adalah sistem Kekhalifahan yang di pimpin seorang Khalifah, selesai”, tegas syeikh yang saat ini didukung oleh ribuan ummat Islam didalam sistem Kekhalifahan nya.

Khalifah melanjutkan, “Lalu kita ribut-ribut diluar sistem kita sendiri kan lucu ! Nah, jadi kelucuan yang terjadi sekarang ini, kita jangan ikut campur, biarkan saja yang lucu-lucu ini. Kita tetap saja pada pendirian Islami kita, berada dalam sistem Islami yang Rahmatan Lil Alamin (Islam menjadi rahmat untuk seluruh alam). Kita ini tidak anti terhadap orang kafir, kita cuma tidak setuju saja dengan Kafir (Yahudi dan Kristen), tetapi kita tidak anti. Tidak setuju dengan Budha kita bukan anti Budha. Tidak setuju dengan yang salah ini, bukan berarti kita anti sama mereka, maka tugas kita saat ini dakwah Islam yang Haq. Mudah-mudahan mereka menjadi pembela kebenaran. Jangankan mereka orang-orang yang sudah memang Islam, orang kafir-kafir pun di zaman Nabi itu diharapkan mendapat hidayah untuk membela Nabi dan membela Islam, Nah itulah misi kita didalam Khilafatul Muslimin, demikian singkat dan jelas”. [red, sumber : Abdul Aziz, khilafatulmuslimin.com]

Facebook Comments
Tags:

Related Posts