KEUTAMAAN BERHIJRAH

TAFSIR 0

Ust. Zulkifli Rahman Al Khateeb

“Sesungguhnya orang orang yang di wafatkan oleh malaikat dalam keadaan dzolim terhadap diri mereka sendiri, para malaikat bertanya, bagaimanakah keadaan kalian dahulu? Mereka menjawab adalah kami orang orang yg lemah di muka bumi. Malaikat berkata, Bukankah bumi Allah Subhanahu wata’ala itu luas sehingga kalian bisa berhijrah padanya? Mereka itu tempatnya adalah neraka Jahannam, yaitu seburuk buruk tempat kembali”. (An Nisa : 97).

Di dalam tafsirnya syaikhul Islam Ibnu Katsir mengatakan “ayat yang mulia ini berlaku umum bagi setiap mukmin yang tinggal di tengah-tengah kaum Musyrikin sementara dia mampu berhijrah, tetapi dia tetap tinggal disitu padahal tidak memungkinkan baginya untuk menegakkan dien hingga ajal menjemputnya, maka ia zhalim terhadap dirinya sendiri dan melakukan perbuatan yang diharamkan secara ijma’, yaitu bertempat tinggal ditengah komunitas kaum musyrikin”.

 Adapun asal mula turunnya ayat ini sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas radiallahu ‘anhu beliau berkata: “diantara penduduk mekah ada orang-orang yang telah masuk Islam dan menyembunyikan keislaman mereka. Menjelang perang badar, kaum musyrikin mengajak mereka keluar untuk memperbanyak jumlah pasukan kaum Musyrikin melawan pasukan Rasulullah dan para sahabat, hingga diantara mereka ada yang terbunuh”.

            Kaum muslimin melapor kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa diantara pasukan Quraisy, mereka mengetahui ada orang-orang islam yang terpaksa atau dipaksa keluar bersama mereka. Kemudian turunlah ayat ini, yang menyatakan bahwa mereka diwafatkan dalam keadaan zhalim karena tidak berhijrah, padahal sebenarnya mereka mampu berhijrah. Diakhirat nanti malaikat bertanya kepada mereka “Fiima Kuntum?” (Bagaimana keadaan kalian), maksudnya kenapa kalian tetap berdiam disini, ditempat yang tidak memungkinkan bagi kalian untuk melaksanakan syari’at Islam hingga ajal menjemput kalian dan kalian tidak hendak berhijrah? Mereka menjawab “Kunna Mustadh’afien” (kami orang-orang yang lemah), maksudnya kami tidak mampu untuk keluar dari negeri kami karena berbagai macam tekanan. Malaikat berkata “Bukankah bumi Allah ubhanahu wata’ala itu luas”? maksudnya apabila kamu yakin bahwa di bumi tempatmu tinggal itu hingga akhir hayatmupun, kamu tidak akan mampu melaksanakan ajaran islam secara Kaafah, maka ketahuilah bahwa bumi Allah itu luas, kamu bisa berpindah kebagian bumi yang lain agar kamu mampu melaksanakan ajaran Islam dengan baik, seperti yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah yang berhijrah ke Yatsrib, sebuah lembah kecil yang lengang, yang diapit dua bukit batu dan ditumbuhi banyak pohon kurma, kemudian mereka membangun komunitas disana, dan lambat laun dengan kebersamaan mereka mampu melaksanakan ajaran dengan sempurna, tidak hanya merasa cukup dan merasa nyaman tinggal dengan kaum Musyrikin dengan penghidupan duniawi yang layak tanpa mampu melaksanakan ajaran dengan baik.

            Diriwayatkan dari Samurah bin Jundab, bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda: “Man Jaama’al Musyrika Wasakana Ma’ahu Fainnahu Mitslahu” (siapa yang berkumpul bersama orang musyrik dan tinggal bersamanya, maka dia sama dengannya) (HR. Abu Daud).
Dalam surat Al Anfal ayat 72 hingga 75 Allah subhanahu wata’ala menerangkan keutamaan orang yang beriman yang berhijrah yang berjihad yang mempersiapkan tempat untuk berhijrah dan yang menjadi anshor bahwa mereka itulah orang mukmin yang sebenarnya (mukmin haqqon), bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia.

Firman Allah subhanahu wata’ala :

ayat 1Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi/mempersiapkan tempat kediaman dan memberi pertolongan/menjadi anshor (kepada orang-orang muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki yang mulia. Ada lima kriteria yang disebutkan Allah dalam ayat diatas:

  1. Beriman
  2. Berhijrah
  3. Berjihad
  4. Mempersiapkan tempat hijrah
  5. Menjadi Anshor

Allah subhanahu wata’ala janjikan ampunan bagi mereka dan rizki yang mulia.

            Allah subhanahu wata’ala juga menerangkan bahwa orang kafir bahu membahu dan tolong menolong dalam kekafirannya, maka jika kita kaum muslimin tidak bahu membahu dan tolong menolong dalam melaksanakan lima hal tersebut diatas, maka akan terjadi bencana dimuka bumi dan kerusakan yang besar.

Demikian pula janji Allah subhanahu wata’ala dalam surat An Nisaa’ ayat 100 :

HijrahBarangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang Luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), Maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

            Semoga Allah tabaraka wata’ala menjadikan kita termasuk orang yang berhijrah dan mempersiapkan tempat berhijrah dan menjadi Ashor.  Aamiin

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!
KEUTAMAAN BERHIJRAH,5 / 5 ( 1votes )

Related Posts