KETIKA ISLAM DI BAWA KE RANAH POLITIK

Lampung, Kantor pusat Kekhalifahan Islam, Syawal 1437 H. Kantor pusat Kekhalifahan milik kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) dikunjungi oleh Intel Kapolda Lampung mereka datang bertiga, dan oleh petugas Kekhalifahan langsung dibawa ke ruangan Khalifah /Amirul Mukminin setelah mendapat izin dari Khalifah. Banyak yang diperbincangkan hingga dakwah Khilafah pun sampai kepada mereka dengan benar, tegas dan terbuka.

Kami datang bertiga ini sekedar ingin menyambung silaturahmi dan ramah tamah dengan ustad, dan ingin tau langsung tentang jamaah Khilafatul Muslimin. Dan ingin tau juga pandangan ustad dengan keadaan politik yang ada di negri kita ini, kata salah satu anggota.

“Islam ini tidak boleh dibawa ke politik, karena politik itu banyak bohongnya, coba kita lihat faktanya, kalau tokoh politik yang tidak pandai berbohong pasti dia kalah kan! Maka Khilafah tidak ada urusannya dengan politik”, kata Khalifah membuka perbincangan dan dibenarkan oleh aparat yang datang bahkan menambahkan dengan kalimat “Pandai ngeles ya ustad, yang benar bisa jadi salah dan sebaliknya”.

 “Jadi Khilafah ini adalah wadah pemersatu ummat, bukan ormas, bukan parpol, kita ini mau menyatukan ummat Islam dengan berbagai macam warnanya ini kedalam sistem Khilafah yang sesuai dengan pedoman ajaran Islam dan kita sudah berjalan sesuai kemampuan”, lanjut Khalifah dalam ramah tamahnya.

Perbincangan ini lebih banyak dari Khalifah yang menjelaskan tentang Islam dan sistem Islam (Kekhalifahan), aparat yang berkunjung lebih banyak mendengarkan dan sesekali membenarkan pernyataan Khalifah dan sesekali bertanya (red).

Ada yang bertanya, kita tidak setuju dengan partai politik, tidak setuju dengan Kristen, tidak setuju dengan faham-faham selain Islam, jadi apakah kita anti dengan mereka dan mesti memeranginya ? Ya tidak, cuma tidak sefaham atau tidak setuju saja, tidak anti apalagi berniat memerangi, kan dia makhluk Allah juga. Kalau ada orang berniat (bercita-cita) memerangi orang lain, jangankan orang kalau ada manusia yang bercita-cita membunuh semut saja ini sudah dikategorikan “penjahat”, karena keinginannya merusak.

Cuma kalau ada orang kafir atau yang tidak sefaham ajarannya dengan kita memaksakan kehendaknya dan memerangi kita, ya masa kita serahkan “leher” kita, ini namanya “goblok”. Maka Khilafah ini tidak berniat memerangi orang, tetapi kalau diperangi wajib melawan, inilah yang mau kita luruskan ! “iya ustad, betul, kata para anggota yang hadir.

Orang non muslim itu menciptakan ajaran karena mereka merasa masih belum lengkapnya ajaran mereka, maka mereka buat sesuai akalnya. Tetapi kalau Islam ini kan sudah lengkap dan sempurna dari Allah, sampai cara buang air saja ada tata caranya, apalagi urusan-urusan yang besar seperti persatuan ummat dan bagaimana mengatur ummat ini. Maka ummat Islam yang masih membuat buat aturan dengan akalnya ini seolah berfikir Allah menurunkan ajaran Islam ini masih belum sempurna, ini pemikiran yang menyimpang dari ajaran sesungguhnya, tegas Khalifah.

Dalam surat Nasehat dan Himbauan yang saya kirimkan di bulan Ramadhan itu bahwa, bagi non muslim kami permaklumkan bahwa bukan kami ingin menegakkan aturannya orang beriman (Islam), tetapi ingin menegakkan aturan Allah dan Rasul-Nya yang secara pasti membebaskan semua hamba Allah untuk melaksanakan ajarannya masing-masing secara merdeka. Inilah menunjukan Islam yang Rahmatan lil ‘alamin, Islam yang cinta akan kedamaian. Inilah yang harus kita sampaikan, kata Khalifah.

“Memang sudah lama selaki sebenarnya kami ingin ngobrol-ngobrol dengan pak Amir ini, karena banyak isu-isu mengenai jama’ah ini juga, maka kemudian kami ingin tahu sebenarnya apa Khilafatul Muslimin ini pak Amir (sebutan aparat kepada Khalifah, red)” tanya salah satu aparat kepada Khalifah.

Bumi ini, semua makhluk ini, alam semesta ini semua yang menciptakan adalah Allah SWT, tidak ada manusia yang menciptakan walau sekepal batu pun. Kemudian Allah berikan aturan untuk mengatur alam ini dengan aturan Allah yang telah menciptakannya, kemudian kita manusia mencoba mengatur alam ini tidak dengan aturan Allah yang telah menciptakan alam ini, pastinya akan rusak. “Motor saja kalau tidak pakai aturan yang membikin motor, misal bensinnya di isi dengan air pasti motor itu rusak kan, begitu juga alam ini harus kita pakai aturan Sang Pencipta, inilah yang sedang kita upayakan, kembali Khalifah menjelaskan.

“Skitar 4 bulan yang lalu Kodim satu mobil datang kesini, saya bilang wah saya senang sekali kalau pak Tentara, pak Polisi datang kesini. “Masyarakat juga pak ustad” kata komandannya, iya tapi tidak sesenang kalau bapak-bapak tentara ini yang datang kesini”. Kalau masyarakat ini susah, sudah pengecut, mau bicara benar (al haq) tidak berani, mau bicara benar saja takut sama polisi, takut sama tentara, ini repot. Tetapi kalau bapak-bapak ini kan kalau mau bicara benar berani, karena kita ini kan mau masuk Surga”. Pak komandan ini Islam kan, tentunya mau masuk Surga?, iyalah pak ustad, kata komandan nya. Shalat juga kan pak komandan ? iyalah, pak ustad. Nah sekarang begini ketika Shalat kan “Allahu Akbar!”, tetapi hukum Allah di injak-injak, kira-kira masuk Surga ndak tuh. “Wah, ini harus di sosialisasikan terus pak Ustad biar masyarakat paham” kata komandan, kisah Khalifah.

Kembali Khalifah mengisahkan, “Kalau mau konsekwen harusnya bukan Allahu Akbar, tetapi DPR, MPR Akbar! Karena memang begitu kenyataannya kan, masa Allahu Akbar ! hukum Allah diinjak-injak”.

Maka saya sampaikan tidak ada di dunia, manusia sehebat apapun dia tidak akan bisa membuat aturan yang lebih hebat dari aturan Allah, sehebat apapun dia tidak akan bisa membuat aturan se adil aturan Allah. Maka kalau ada manusia yang merasa aturannya lebih bagus dari aturan Allah, maka sesungguhnya dia telah salah dalam berfikir. Tidak mungkin gara-gara kita melaksanakan aturan Allah kemudian orang kafir menjadi susah, ini tidak logis, sebab yang menciptakan orang kafir kan Allah juga, mereka makhluk Allah juga, pohon-pohon, alam ini mereka harus diperlakukan secara adil, inilah yang mau kita luruskan, tegas Khalifah.

Untuk lebih lengkap dan lebih detail melihat ramah tamah antara aparat Kepolisian dengan Khalifah silahkan kunjungi Youtube dengan alamat : (https://www.youtube.com/watch?v=fOC1hcCL_vw), yang diterbitkan oleh Wazir Nashroh wal Idza’ah pusat, Ust. Abdul Aziz Sofyan. Selamat menyaksikan dan semoga bermanfaat demi Izzatul Islam wal Muslimin, aamiin. Wallahu a’lam.

 

 

 

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts