KENALKAN KEPEMIMPINAN ISLAM SEJAK DINI PADA ANAK

OPINI 0

Rafi’ah Darojah

                Ayo… sebutkan 4 Khulafa’ur Rasyidin”, teringat dulu pertayaan-pertanyaan yang selalu menjadi kuis wajib sebelum kelas bubar. Abu Bakar Ash Shidiq, Umar Bin Khathab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib’, serempak mereka menjawab dengan “gaduh” yang tetap sama untuk kemudian berhambur kearahku berebut untuk bersalaman. Walau terlihat sederhana, namun sampai detik ini mereka masih bisa menjawab dengan jelas  untuk pertanyaan itu.

            Allah Subahanahu wata’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu… (QS. An-Nissa : 59). Rasanya ayat ini adalah ayat umum yang hampir seluruh santri PPUI hafal diluar kepala. Bukan hanya sekedar ‘latah’ karna seringnya ayat itu disebut, namun akan ada manfaat lain bagi mereka walau mungkin belum benar-benar terlihat. Atau kebanyakan orang tua “menutup mata” dari hebatnya buah hati mereka, sebab diusia dini mereka telah hafal mungkin lebih dari 10 nama-nama pemimpin Islam, baik Rasulullah, Khalifah-khalifahnya maupun para pemimpin perang dimasa itu. “Ummi, katanya Rasulullah itu waktu kecil dicuci hatinya sama malaikat jibril ?, aku juga mau biar kaya Rasul mi ”, kalimat manis yang kurasa bisa melelehkan hati setiap ummi. “Terus Khalifah Abu Bakar uangnya sampai habis untuk infaq supaya ummat muslim nggak kesusahan kan, aku mau kayak gitu mi nanti pahalanya untuk ummi sama abi !’. Masya Allah, celoteh yang rasanya sangat bahagia terdengar meskipun hanya sekedar ucapan. ‘Al-ummu madrasatul uulaa’, karena perkataan dan ucapan ummi-lah yang 24 jam di dengar oleh si kecil.

            Anak adalah generasi penerus yang dapat tumbuh sesuai arahan dan mereka juga memiliki 5 indra penting. Hati, mata, lisan, alat penciuman dan pendengaran, (QS. An-Nahl : 78), oleh karena itu orang tua harus sigap dalam menyaring arahan apa saja yang akan di berikan pada sang anak. Teringat pada hadits Rosulullah yang berbunyi, “kullu mauluudin yuuladu ‘Alal Fithrah Fa Abawaahu Yuhawwidaanihi Aw Yunasshiroonihi Aw Yumajjisaanihi”, hadits ini adalah bukti bahwa orang tua berperan sangat penting dalam menentukan jalan yang akan di tempuh oleh sang anak. Namun, meskipun begitu tak lantas mewajibkan anak untuk menerima terlebih memahami apa yang telah diajarkan, pun mereka butuh waktu. Beberapa hal yang perlu dilakukan kepada anak-anak sejak dini diantaranya adalah :

–           Kenalkan Para Pemimpin dan Pejuang Islam.

Rasulullah Shallahu alaihi wasalam adalah suri tauladan terbaik, sebaik-baik pemimpin, orang tua dan guru (QS. Al Ahzab : 21). Untuk itu, mulailah memperkenalkannya kepada anak sejak kecil. Karena ketika mereka mengetahui dan memahami sedari dini betapa hebatnya pemimpin awal, mereka akan dengan mudah mengambil contoh dan pelajaran-pelajaran dari para pemimpin tersebut. Sehingga akan tersambung pula kepada ummat Rasulullah yang tentunya tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Mengapa ummatnya berhasil menjadi sebaik ummat? Mengapa keimanan para sahabat sangat kuat? Ya… Rasulullah tentu ikut andil dalam mendidik serta mengubah hati dan cara berfikir mereka hingga menjadi sebaik ummat (QS Ali Imran : 110). Dengan begitu terbentuklah karakter kepemimpinan, baik dalam ruang lingkup lingkungan maupun diri sendiri secara Islami dengan contoh yang telah di serap baik oleh si anak.

–           Hargai Pendapat Anak. Mulailah mengikut sertakan anak dalam mengatur kesehariannya.

Bermain, Belajar dan lainnya sehingga ia mampu memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu, diskusikan dan terimalah apa yang menurutnya baik dengan tetap menimbang baik buruknya untuk dirinya sendiri dan tetap menanamkan akhlak yang baik seperti menjelaskan bahwa apa yang ia lakukan dapat beresiko untuk dirinya sendiri atau bahkan untuk orang banyak.

–           Berikan Pemahaman Pentingnya Kejujuran.

Pemimpin yang baik adalah yang memiliki akhlaq yang tentunya dapat dijadikan sebagai contoh dan suri tauladan sebagaimana Rasulullah (QS. Al-Ahzab : 21). Untuk itu ajarilah sang anak sifat-sifat yang ada pada diri Rasulullah sang ‘al-amiin’ di masanya dan masa setelahnya. Oleh karena itu menanamkan sifat kejujuran pada diri sang anak adalah hal penting dalam setiap aspek kehidupan dan perkembangannya. Bukankah pemimpin awal yang menjadi pengganti Rasulullah pun dikenal dengan kejujurannya ?

–           Bangkitkan Rasa Tanggung Jawab dan Percaya Diri.

Siapa yang tidak mengenal Khalifatu Rasulillah kedua yang terkenal dengan ketegasannya ? ya, Umar bin Al Khattab. Sebab telah sewajarnya seorang pemimpin memiliki rasa tanggung jawab, adil dan percaya diri dalam jiwanya. Sebab itulah yang membedakannya dengan para ‘makmum’ di belakangnya serta mampu mengatur mereka dengan tidak mendeskriminasi siapapun. Juga tetap melakukan musyawarah tanpa malu jika ada pendapat yang dirasa lebih baik dan tak malu untuk mendapatkan islah jika keputusan yang diambil menuai dampak dari berbagai pihak.

–           Respon Positif Sifat dan Tingkah Laku.

Bagi anak, setiap hal yang mereka lakukan hanyalah cara untuk menciptakan  perhatian dari orang tua terhadap apa yang ada di sekitar mereka. Oleh karena itu selaku orang tua hendaklah menanggapi dengan baik untuk setiap perubahan positif apapun. Seperti contoh, ia telah mampu menasihati sang adik, berani memberikan usulan, atau bisa mengatur waktu bermainnya. Respon tersebut bisa di lakukan dengan pujian, pemberian hadiah, atau ungkapan sayang kepada sang anak. Sehingga sang anak merasa yang ia lakukan tidaklah sia-sia dan muncullah keinginan untuk melakukan yang lebih.

–           Berikan Tayangan Yang Positif.

Pemberian tayangan atau tontonan dirasa penting untuk merangsang stimulasi otak anak dengan cepat. Oleh karena itu orang tua sangat dianjurkan untuk memper-hatikan setiap apa yang di lihat sang anak, sebab di masa yang telah modern ini, bukan hal langka bagi anak usia balita yang telah lancar memainkan gadget orang tuanya dan ini juga akan berdampak pada sifat dan tingkah laku anak yang sedang terbentuk dalam menumbuhkan karakteristik pemimpin Islam. Orang tua perlu sigap dalam hal ini sebelum anak ‘terlanjur’ tertanam bibit-bibit lain, itu bisa dilakukan dengan menyajikan film-film mengenai para tokoh pemimpin Islam pula untuk membekali sang anak bagaimana kepemimpinan Islam pada zaman dahulu hingga Islam bisa tersebar seperti sekarang. Bekal tersebut yang kelak diharapkan bisa menampakkan kriteria kepemimpinan yang ada pada diri Rasulullah dan para sahabat. [RD]

Facebook Comments
Tags:

Related Posts