KEMENANGAN ISLAM, MUTLAK KUASA ALLAH

OPINI 0

Tri Rudiansyah

Tidaklah jalan menuju syurga akan ditempuh, kecuali oleh orang-orang yang benar imannya dan kokoh aqidahnya. Dan mereka akan selalu ada disetiap masa dan keadaan ketika Islam membutuhkan. Tidak goyah diterjang cobaan, tak futur tergerus zaman.

Pun sebaliknya, akan selalu hadir orang-orang yang bersekutu dengan syaithan untuk menjerumuskan manusia. Mengingkari kebenaran, membenarkan yang mungkar dan menebarkan permusuhan demi hancurnya kebenaran dan tegaknya kemungkaran.

Dan pertarungan melawan kemunkaran/kebathilan sampai kapanpun tidak akan pernah usai, karena kebathilan tidak mengenal jeda tidak juga akan rehat melepas lelah. Segala upaya akan mereka lakukan dan berbagai usaha akan terus mereka lancarkan. Demi citra kejayaannya, demi hinanya kita dalam pandangan mereka.

 “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” QS : Al Baqarah : 120.

Yang terpenting agar kita semua tahu, bahwa pertarungan melawan kekufuran /kebathilan tidak semata memiliki konotasi berkecamuknya pertaruhan nyawa antara hidup dan mati di medan pertempuran (perang). Tetapi setiap keadaan, gaya hidup, cara pandang dan statmen yang bertentangan dengan syari’at Islam  dan melecehkannya adalah genderang yang sengaja diciptakan.

Maka pertarungan ini tidak akan pernah dirasakan dan disaksikan, tidak juga akan dibela oleh orang-orang yang menjadikan Islam hanya sebatas identitas. Tidak juga oleh pemuja “pluralisme” meski nyata Islam dilecehkan. Dan juga tidak, oleh mereka yang gemar memberi fatwa demi terjaganya kehormatan dan gelimang harta yang mereka dambakan.

Tidak, sekali-kali tidak! Terlukanya dinullah (agama Islam) ini hanya akan dibela oleh mereka yang hatinya tunduk dalam ketaatan, bathinnya ikhlas penuh penghambaan, jiwanya tegar dalam kesabaran dan langkahnya tetap istiqomah dijalan kebenaran.

 “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.” QS : An Nur : 52.

Dan jika saatnya nanti pertarungan itu benar-benar terjadi antara dua kubu yang bersebangan, antara kaum muslimin dan kafirin dimedan peperangan. Maka saat itulah sungguh Allah akan menampakkan dengan benderang siapa yang berada dipihak-Nya dan siapa yang membelot dan bersekutu dengan orang-orang yang menentang-Nya.

 “(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu ?” dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” QS : An Nisaa’ : 142.

Adapun bagi orang-orang yang benar keimanannya, jika Islam menang karena ada andil dirinya maka ia akan sangat yakin bahwa kemenangan Islam tidaklah akan diraih kecuali atas kehendak-Nya. Meski tangguh bala prajuritnya, meski banyak jumlah dan hebat perlengkapan perangnya. Karena hakikat kemenangan yang diraih sejatinya adalah mutlak atas kehendak Allah.

 “Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita.” QS : Az Zumar : 61.

 “Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” QS : Ali Imran : 126.

Tetapi satu hal yang mesti kita tahu, bahwa kemenangan Islam tidak harus ditandai dengan adanya “peperangan”, karena sejatinya Islam adalah agama yang membawa misi rahmatan lil ‘alamin (rahmat kepada seluruh alam). Jika sikap lembut kita mampu merebut hati mereka untuk tunduk kepada Islam, sungguh itulah jalan terbaik yang kita berikan. Namun jika nyawa yang harus kita pertaruhkan untuk memenangkan Islam, maka sungguh itulah pilihan terbaik yang Allah hadirkan.

Hingga akhirnya nanti, kita membawa Islam pada kejayaannya atau justru ruh kita terpisah dari raga tanpa kemenangan, tapi disisi-Nya kitalah pemengannya.

 “Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.” QS : An Nisaa’ : 74.

Namun sebaliknya bagi orang-orang kafir dan pembela setianya, menang dimedan peperangan atau mati sebelum melihat kemenangan. Tetap saja dalam pandangan-Nya mereka adalah makhluk yang paling hina.

 “Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan tetap menyiksa mereka (di akhirat).” QS : Az Zukhruf : 41. Wallahu a’lam

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts