Plang Khilafah Kemasulan Medan
Plang Khilafah Kemasulan Medan

Kemas’ulan Medan, Jarang Terdengar Tapi Tangguh Luar Biasa

BERITA KEKHALIFAHAN 0

Medan – Setelah 22 jam perjalanan dari Solok, Sumatra Barat, rombongan safar Khalifah memasuki Medan pada waktu subuh, 18 Dzulqa’dah.

Medan, selama ini hanya menjadi meeting point (tempat penjemputan) rombongan khalifah oleh utusan perwakilan khilafah di Aceh. Namun dalam safari dakwah Khalifah kali ini, Medan menjadi persinggahan rombongan sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh.

Dijemput oleh empat orang warga di perbatasan, rombongan Khalifah dikawal menuju kantor perwakilan kemas’ulan Medan di pusat kota Medan.

Kemas’ulan Medan terbentuk enam bulan lalu dibawah Ummul Quro Aceh yang secara struktur langsung dibawah koordinasi pusat, memiliki 24 warga dengan Mas’ulnya ustad Abu Usamah.

Semangat dan sikap kritis warga kemas’ulan Medan terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada Khalifah saat ramah tamah ba’da taushiyah subuh.

Pertanyaan seputar sejarah perjuangan NII, dimaklumatkannya kembali Khilafatul Muslimin, kongres mujahidin I tahun 2000 di Jogjakarta, hingga terkait mujahid-mujahid yang sering beraksi sendiri-sendiri tanpa persiapan yang matang.

Pengalaman I’dad dan keterlibatan aksi-aksi jihad fardhiyah sebelum bergabung menjadi warga khilafah, menjadi modal tersendiri bagi keberanian mereka berdakwah menyerukan persatuan kepada tokoh-tokoh perjuangan Islam di Medan secara terbuka.

Warga khilafah kemasulan Medan

Warga khilafah kemasulan Medan

Pak Wasyimin, kakek berusia 65 tahun ini pernah menantang Densus 88 untuk menembaknya ketika terjadi penggerebekan di rumahnya.

Militansi warga kekhalifahan di kemas’ulan Medan juga dapat dilihat dari prilaku anak-anak mereka.

Abdullah Hudzaifah, bocah berusia 7 tahun ini bermain gundu bersama teman-temannya sambil berdendang “Israel kalah, mujahidin menang, mujahidin menang,” dengan aransemen kreasinya sendiri.

Lain lagi dengan Iyad Nasrullah, 7 tahun, dengan bangga Ia bercerita, “Aku minta libur empat hari sama bu guru, mau ikut Khalifah ke Aceh,”. Ketika menjumpai Khalifah, dengan sigap Ia duduk dipangkuan khalifah seraya meminta dido’akan agar menjadi mujahid.

“Mudah-mudahan Iyad jadi mujahid yang tangguh,” Do’a Khalifah.

Anak-anak warga khilafah kemasulan Medan

Anak-anak warga khilafah kemasulan Medan

Salah seorang rombongan Khalifah mengambil gambar anak-anak yang sedang bermain di halaman Masjid, aba-aba “takbir!” sontak mereka balas dengan teriak “Allahuakbar!”. [NP]

Facebook Comments
Tags:

Related Posts