Santri PPUI
Santri PPUI

Kekhalifahan Islam Menggratiskan Pendidikan

Sistem pendidikan dan pengkaderan merupakan program penting dalam mencetak kader-kader yang akan menjadi penerus perjuangan dimasa yang akan datang. Hal ini disadari penuh oleh setiap warga kekhalifahan, sehingga program yang terkait dengan Wizaaratu Tarbiyah Wa Taklim ini selalu menjadi perhatian serius di setiap struktural.

Pembangunan fasilitas baru untuk pendidikan dilakukan di beberapa perwakilan kekhalifahan, seperti di Sumbawa, Lampung, Surabaya, Aceh, dan Bengkulu. Beberapa bahkan telah diresmikan.

Agak unik memang, sistem pendidikan dalam kekhalifahan Islam dibanding dengan sistem pendidikan pada umumnya. Kurikulum yang lebih mengedepankan Dinniyah (Aqidah) dan kemandirian life skill, ditambah jenjang pendidikan formil yang begitu singkat. Untuk Ibtida’iyah, hanya ditempuh dalam waktu 3 tahun. Tingkat Tsanawiyah, 2 tahun. Tingkat Aliyah, 2 tahun. Begitu juga untuk jenjang universitas ditempuh dalam 2 tahun. Jadi, total waktu belajar secara formil sejak TK hingga perguruan tinggi adalah 10 tahun. Dengan jenjang ini, diharapkan saat usia aqil baligh (sekitar 15 tahun) para santri telah menyelesaikan masa belajar formilnya di kelas.

Kekhalifahan Islam (Khilafatul Muslimin) telah menyelenggarakan seluruh jenjang program pendidikan ini secara gratis. Semua pembiayaan dikelola dari Baitul Mal kekhalifahan Islam dibawah koordinasi langsung Wizaaratu Tarbiyah Wa Taklim pusat. Fasilitas ini bukan hanya bagi warga kekhalifahan yang telah menyatakan bai’at, tapi juga bagi kaum muslimin umumnya.

Bengkulu, sebagai perwakilan kekhalifahan Islam tingkat Ummul Quro yang baru terbentuk dalam dua tahun ini telah siap mengadakan pendidikan berbasis Khilafah untuk jenjang Taman kanak-kanak dan sekolah dasar (Ibtida’iyah).

Warga kekhalifahan di Bengkulu bahu-membahu membuka lahan dan membangun tempat belajar yang akan diserahkan dalam sistem pendidikan kekhalifahan. Hingga saat ini, telah siap melaksanakan proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru yang dimulai secara serentak dibulan Syawwal.

Antusias warga dan kaum muslimin disana begitu terasa. Bahkan beberapa warga yang telah menyekolahkan anaknya di sekolah umum, memindahkan anaknya untuk bersekolah di Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah di Mukomuko, Bengkulu. Hadirnya Pondok Pesantren Ukhuwwah Islamiyyah di Bengkulu ini sangat meringankan para wali santri yang ingin menyekolahkan anak-anaknya dalam sistem pendidikan berbasis Khilafah. Selama ini, mereka harus mengirimkan anak-anaknya ke Bekasi untuk dapat merasakan pendidikan berbasis Khilafah secara gratis.

Semoga program pendidikan dari kekhalifahan ini dapat menjadi alternatif pilihan yang dapat disambut luas oleh masyarakat dan kaum muslimin umumnya, demi mencetak kader-kader tangguh yang siap menghadapi medan dakwah dan jihad dalam memperjuangkan Dinul Islam. [NP]

Facebook Comments
Tags:

Related Posts