Srimardan tokoh NII Duri Berbaiat ke Khilafatul Muslimin
Bapak Srimardan Berbaiat ke Khilafatul Muslimin

Jauh-Jauh Dari Duri ke Medan Hanya Untuk Berbai’at

BERITA KEKHALIFAHAN 0

Medan – Srimardan Surbakti, Kakek berusia 64 tahun kelahiran Sumatra Utara ini menempuh perjalanan 500 Km dari Duri – Riau ke Medan untuk mencari tahu kejelasan informasi tentang dimaklumatkannya kembali kekhalifahan Islam (Khilafatul Muslimin).

Informasi awal tentang Khilafatul Muslimin ia dengar dari sahabat lama beliau, Djasman, di Medan. Ghirah (semangat) memperjuangkan Islam yang begitu kuat meringankan langkah beliau menempuh satu hari perjalanan untuk mencari kejelasan tentang Khilafatul Muslimin. Selasa, 24 Dzulhijjah, beliau sampai di Medan, bertemu langsung dengan Abu Ussama dan ustad Imbalo selaku petugas kekhalifahan di kemas’ulan Medan.

Berlangsung dialog tentang perjuangan menegakkan Islam antara Abu Ussama dengan kakek yang, menurut pengakuannya, masih aktif berjuang di NII (Negara Islam Indonesia) ini. Diskusi semakin hangat dengan hadirnya ustad Imbalo sebagai petugas kekhalifahan yang pernah lama aktif memperjuangkan NII di Medan.

“Tidak ada alasan bagi saya untuk menolak, inilah jalan penyempurnaan dari langkah-langkah kerja para pejuang islam terdahulu di negeri ini, dan kita wajib untuk meneruskannya,” sambut beliau diakhir diskusi seraya menyatakan siap untuk berbai’at pada kekhalifahan Islam (Khilafatul Muslimin). Allahuakbar!

Sekembalinya ke Duri-Riau, beliau ber-azzam (bertekad) akan mensyi’arkan tentang kekhalifahan (Khilafatul Muslimin) ini kepada kaum muslimin disana, khususnya kepada ikhwan-ikhwan seperjuangan di NII dulu.

Akhirnya, para petugas kekhalifahan di Medan berharap, berbai’atnya pak Srimardan menjadi titik awal berkembangnya kekhalifahan di Riau dan Pekanbaru. Harapan ini bukan tanpa alasan, mengingat banyaknya tokoh-tokoh perjuangan Islam yang beliau kenal disana.

Tentu saja, ini menjadi harapan kita bersama, insya Allah! [Ramadhani/NP]

Facebook Comments
Tags:

Related Posts