JAMAAH TABLIGH : “TIDAK ADA KHALIFAH HINGGA DATANGNYA IMAM MAHDI”

Lampung, 06 Muharam 1438 H. Khalifah /Amirul Mukminin, Syeikh Abdul Qadir Hasan Baraja’ penuhi undangan dari “Jama’ah Tabligh” untuk silaturahim dan ramah tamah didalam acara yang di gelar di mesjid Kebon Bibit, Kec. Natar, Lampung. Silaturahim oleh Khalifah ini merupakan kunjungan balasan dan memenuhi undangan mereka. Sebelumnya pada 03 Muharam, mereka telah lebih dahulu menghadiri acara mabit Pusat Khilafatul Muslimin di Mesjid Kekholifahan. Ramah tamah dan dialog hangat pun terjadi ketika acara Mabit Pusat sebagai berikut :

Ust. Muhammad Rosan Lc, MA mewakili dari “Jamaah Tabligh” mengatakan, Kalau kita mengacu kepada seorang ulama kesohor yakni Ibnu Hajar Al Asqolani didalam kitabnya Faathul Baari bahwa beliau memprediksikan umur ummat Islam ini adalah kisaran 1400 dan kurang dari 1500 tahun lamanya. Bahkan secara detail dikatakan sekitar 1463 tahun, maka ada sisa umur ummat Islam ini sekitar 25 tahun lagi. Khabar gembira bagi ummat Islam adalah akan tegak Khilafah ‘ala minhajiin nubuwah satu kali lagi setelah dulu tegak Khilafah ‘ala minhajiin nubuwah di zaman Khulafaur rasyidin yang kurang lebih 30 tahun lamannya. Maka kata Rasulullah Shallahu alaihi wassalam akan datang seorang laki-laki dari keturunanku dan namanya sama dengan namaku yakni Imam Mahdi. Maka untuk menunggu kehadiran Imam Mahdi menjadi Khalifah dengan sistem Khilafah ‘ala minhajin nubuwah maka kita harus dakwah ‘ala minhajin nubuwah, sebagaimana dakwah nabi lebih kurang 23 tahun lamanya. Dan dakwah kami sudah hampir 100 tahun lamanya dihampir 125 negara, yang mana dakwah ini diawali oleh seorang ulama yang saleh yakni Syeikh Maulana Ilyas yang mana nasabnya sampai kepada Abu Bakar Ash Shidiq RA.

Ust. Rizki Akbar (Abu Mujahidah) mantan “Jamaah Tabligh” yang sudah berhijrah ke dalam Kekhalifahan milik kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) menanggapi bahwa usia ummat Islam tidak sampai 1500 tahun ini, adalah pendapat atau tafsiran ulama bukan dari pendapat para sahabat, tabi’in atau tabi’ut tabi’in jadi tidak boleh memastikan dan menjadikannya sebagai dasar. Kemudian tafsir munculnya Imam Mahdi juga bukan perkara baru, dulu dizaman Khalifah Harun Al Rasyid juga beliau didaulat sebagai Imam Mahdi, Di Malaysia juga ada seorang ulama terkenal dan alim memprediksi muncul Imam Mahdi tahun 2010 ternyata meleset juga, tahun 1912 M juga ada yang membuat struktural Kekhalifahan dan didaulat sebagai Imam Mahdi, waktu itu masih ada Kekhalifahan Turki Utsmani, secara dalil dia bughot, maka prediksi hari ini juga harus hati-hati sekali jangan sampai memastikan seperti yang ustad sampaikan, karena ini bisa menjadi bumerang. Yang ummat tanyakan adalah bab kepemimpinan (Ulil Amri minkum), kalau menurut antum, berarti QS. An Nisa ayat 59 tidak bisa diberlakukan saat ini. Jadi bukan ayatnya yang salah tetapi tafsiran antum nya yang salah tentang bab kepemimpinan, ayat ini berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat.

Pada acara Mabit Pusat Khalifah berpesan, “ Bahwa sesungguhnya manusia ini adalah makhluk yang istimewa karena diberi akal, segala sesuatu harus rasional dan bisa dipikirkan oleh akal. Jadi akal ini membenarkan ajaran (Al Qur’an dan Al Hadits) sebagai standar yang secara rasional semua ajaran, baik ajaran kafir maupun ajaran orang beriman tidak akan berjalan kalau tidak dengan kepemimpinan. Dan pemimpin ajaran didalam Islam setelah Nabi adalah Kholifah /Amirul Mukminin, tidak ada yang lain. Maka kata Nabi kalau kita berpecah belah semua ke Neraka, kecuali satu.  Maka kalau kita mau mengikuti Rasulullah maka prioritas utama kita menyatukan ummat dulu dalam satu kepemimpinan. Dan kepemimpinan (Ulil Amri) didalam Islam itu wajib, jadi jangan sampai karena kita menunggu Imam Mahdi kita tidak punya Ulil Amri, kemudian kita keburu mati dengan keadaan tidak memiliki Ulil Amri”.

Pada acara selanjutnya di mesjid Kebon Bibit, markaz “Jama’ah Tabligh” di Kec. Natar, dengan dijemput oleh mereka, Kholifah hadir sekitar pukul 20.30 dan langsung di persilahkan ke ruangan khusus yang telah disediakan. Pada pertemuan ini seorang ulama yang menjadi pelopor pertama dari jama’ah tabligh, Kyiai Mukhlisin membuka pembicaraan bahwa, “Kita ikuti saja Rasulullah Shallahu alaihi wassalam,  (dengan mengutip QS. Al Ahzab : 71) melanjutkan, bahwa fauzan adzima adalah janji di Surga tetapi akan berimbas di dunianya, maka waktu kemenangan di zaman sahabat maka seluruh sahabat itu kaya, cuma Umar yang tidak mau kaya, inilah imbasnya dari usaha dakwah”. Saya usaha dakwah ini pertama sekitar tahun 84, ada 4 perkara yang tidak boleh dibicarakan didalam usaha dakwah kami diantaranya, satu jangan berbicara politik (kalau mau nyoblos silahkan tetapi jangan bicarakan), kedua jangan bicara masalah dana, ketiga tidak boleh berbicara aib di masyarakat,  dan terakhir tidak berbicara masalah khilafiyah. Maka tugas kita yang sudah shalat dalam usaha dakwah ini mengajak orang yang belum shalat, inilah yang paling urgen dan paling utama. Rahmatan lil ‘alamin maksudnya semua yang dilakukan Rasulullah kita tiru, ada suroh (dari ujung rambut sampai ujung kaki, kita tiru), siroh (24 jam perhari, semua kita tiru) dan Sariroh (cita-cita Rasulullah kita ikuti).

Selanjutnya Khalifah dalam kesempatan yang diberikan menyampaikan, “Alhamdulillah dengan pertemuan kita ini kita akan tunjukan pada dunia dan insya Allah akan membuat orang kafir kesal melihat kita bersatu. Sesuai surat Nasehat dan Himbauan yang kita keluarkan pada Ramadhan tahun lalu yang diberikan kepada Presiden, Wakilnya, Mentri-mentri, TNI, POLRI, DPR, MPR, Kelompok-kelompok Islam, dan seluruh ummat Islam bahwa, tidak boleh kita membela negeri ini untuk masuk Neraka Jahanam tetapi kita tegaskan kita membela negeri ini untuk masuk Surga. Maka yang paling pertama dan utama hakekatnya adalah kita meng Akbarkan Allah, ini adalah prinsip, coba kita cek shalat kita. Baru sampai takbir saja belum ke Fatihah, hakekat “Allahu Akbar !, kita akan buktikan bahwa hakekatnya kita meng Akbar kan Allah bukan yang lain. Saya juga pernah bilang sama Kodim, Mabes Polri bahwa kalau kita shalat “Allahu Akbar tetapi hukum Allah di injak-injak, hukum Allah ditinggalkan maka kata saya rubah saja shalatnya menjadi DPR, MPR Akbar ! sebab kalau Allahu Akbar maka hukum Allah harus diatas segalanya”. Maka Allahu Akbar saat shalat kemudian kita rela hukum Allah di injak-injak, Allahu Akbar apa namanya, bohong saja shalatnya, maka Allahu Akbar orang kebanyakan ini mau kita luruskan dengan tidak meninggalkan sahabat-sahabat kita yang berada di kelompok-kelompok Islam ini termasuk di Jamaah Tabligh, kita tunjukan kita bersatu dengan mengedepankan persamaan bukan gontok-gontokan.

Khalifah melanjutkan, “ Pokonya upaya persatuan ummat ini terus kita pelopori. Kerja Khilafatul Muslimin ini baru sekitar 19 tahun jadi belum banyak, yang banyak jamaah Tabligh ini, jadi kita masuk ke kelompok yang sudah banyak ini, insya Allah tambah kuat lagi. Karena kita punya tujuan meng-Akbarkan Allah, jadi bukan ngomongnya saja tetapi hidup dan prakteknya “.

Terakhir Khalifah menyampaikan bahwa, “Sebelum memaklumatkan Kekhalifahan milik kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) ini, sebenarnya sudah lama menunggu dunia Islam siapa yang lebih dulu mendeklarasikan Khilafah, tetapi tidak kunjung datang. Hasil konfrensi dunia hanya menghasilkan dipersilahkan berjuang di masing-masing negerinya, maka di Indonesia ada kita kenal NII (Negara Islam Indonesia), di Afghanistan, dan dinegri Timur Tengah juga begitu. Maka tahun 1997 M kita maklumatkan terbentuknya Kekhalifahan Islam dengan menuliskan nama saya sebagai Khalifah /Amirul Mukminin sementara hingga musyawarah internasional (karena sudah ditawarkan kepada ulama-ulama untuk menjadi Khalifah, tidak ada yang bersedia). Geger dunia, dikatakan Khalifah nya tidak memenuhi syarat, kata mereka syarat Khalifah menurut imam ini, imam itu ada 14 syarat baru sah menjadi Khalifah. Kata saya nabi saja syarat nya cuma ada empat (Shidiq, Amanah, Fatonah dan Tabligh) sah menjadi nabi, ini menjadi Khalifah dibuat menjadi 14 syarat, labih sulit lagi. Maka kata saya kita tidak mau ada perdebatan, kita ikut nabi saja dan bismillah jalan hingga hari ini”.

Facebook Comments
Tags:

Related Posts