ISLAM BUKAN SEKEDAR TEORI

TARBIYAH 0

Ust. Hadi Salam

Sebagaimana kita pahami bahwa manusia diciptakan oleh Allah Subahanahu wata’ala untuk beribadah kepada-Nya dengan melaksanakan seluruh perbuatan yang dicintai dan diridhai Allah Subahanahu wata’ala, baik perkataan maupun amalan lahir dan bathin. Inilah hakikat amaliyah syahadat La Ilaha Illallah dan konsekuensi dari keimanan kepada Allah Subahanahu wata’ala. Penghambaan diri kepada Allah menuntut ketundukan yang sempurna kepada Allah Subahanahu wata’ala dalam segala aspek kehidupan, baik dalam melaksanakan perintah maupun meninggalkan  larangan-Nya.

Secara umum para pemimpin kaum Muslimin berkewajiban untuk menerapkan hukum Allah Subahanahu wata’ala dan menjadikannya sebagai sumber perundang-undangan dan landasan hukum, sebagaiman firman Allah Subahanahu wata’ala :

ayat-1

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs. An-Nisa’ 4: 58)

Ini adalah perintah bagi para pemimpin yang diberi amanah dan tanggung jawab. Mereka wajib memutuskan perkara diantara manusia dengan adil sesuai dengan syari’at Allah dan mencontoh Rasul-Nya.

Firman Allah Subahanahu wata’ala :

ayat-2“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah Azza wa Jallaepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” [Al-Maidah/5:49-50]

Ayat diatas megandung perintah dan seruan untuk menerapkan hukum Allah (syari’at Islam), yang ditegaskan oleh Allah sebagai berikut :

  1. Perintah untuk berkukum dengan hukum Allah.
  2. Larangan mengikuti hawa nafsu dan keinginan manusia, dan jangan sampai hal itu menghalangi seseorang dari menegakkan hukum Allah.
  3. Peringatan keras dari meninggalkan hukum Allah dalam segala perkara, baik kecil atau besar dan sedikit atau banyak :
  4. Berpaling dari hukum Allah dan tidak menerima sesuatu darinya adalah perbuatan dosa besar yang menyebabkan turunnya azab yang sangat pedih dari Allah :
  5. Peringatan agar tidak tertipu dengan banyaknya orang orang yang berpaling dari hukum Allah, karena hamba-hamba Allahyang bersyukur itu sedikit, sementara mayoritas manusia itu fasik.
  6. Allah Azza wa Jalla menyebutkan bahwa berhukum dengan selain hukum Allah berarti berhukum dengan hukum Jahiliyah.
  7. Hukum Allahadalah hukum yang terbaik dan paling adil,
  8. Konsekuensi dari keyakinan tersebut adalah mengetahui bahwa hukum Allah adalah hukum yang paling sempurna dan paling adil, jika halnya demikian maka wajib untuk ridha dan pasrah terhadap hukum Allah Subahanahu wata’ala .

PRAKTEK PENERAPAN ATURAN ISLAM

Sesuai firman Allah Subahanahu wata’ala :

ayat-3“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [An-Nisâ’/4:59]

Untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah, maka orang yang beriman wajib mentaati Allah, mentaati Rasulullah dan Ulil Amri diantara mereka. Mentaati Allah, berarti eksistensi (keberadaan) Allah nyata dalam kehidupan kaum Muslimin. Kitabullah Al-Quran yang diturunkan Allah, bukan hanya sebagai petunjuk (hudan), tetapi juga sebagai penjelas (bayyinat) dan pembeda(furqon) yang wajib untuk kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Mentaati Rasulullah, maknanya adalah mempraktekkan Al-quran sesuai contoh Rasul-Nya, bagaimana suri tauladan kita, Rasulullah r menerapkan Al-quran dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mentaatai Allah dan Rasul-Nya, orang beriman harus memiliki Ulil Amri (pemimpin/yang memerintah) diantara mereka, karena Allah mengetahui akan terjadi tanaju’ (perbedaan pendapat) sesama mu’min, sehingga untuk kembali ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya harus ada yang mengatur, yaitu: Ulil Amri. Maka ulil amri itu wajib paham dan taat sepenuhnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Inilah praktek Islam yang sesungguhnya.

Pelaksanaan aturan Islam secara sempurna, membutuhkan suatu proses. Kita tidak bisa memaksakan kehendak menurut hawa nafsu dan keinginan dalam menegakkan Islam. Proses itu harus berjalan sesuai sunnah Rasul-Nya. Allah hanya mewajibkan kita istiqamah dalam mengikuti proses itu, tetap sabar dalam ketaatan. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (Qs. Muhammad 47 : 31)

Dalam proses penegakkan Islam, Khilafatul Muslimin membentuk struktur kepemimpinan dari yang tertinggi (Khalifah) hingga yang terdekat dengan Ummat (Mas’ulul Ummah). Struktural inilah yang mewujudkan praktek Islam dalam kehidupan berjama’ah sehari-hari. Seluruh kegiatan dilaksanakan oleh struktural Kekhalifahan sesuai musyawarah dan kebijakan dari Khalifah. Inilah wujud ibadah kepada Allah yang sebenarnya, untuk meraih karunia dan ridha Allah Subahanahu wata’ala semata.

ayat-4

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”. (Qs. At-Taubah 9 : 100).

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!
ISLAM BUKAN SEKEDAR TEORI,5 / 5 ( 1votes )

Related Posts