khalifah Abdul Qadir Hasan Baraja
khalifah Abdul Qadir Hasan Baraja

Ibadah hanya Kepada Allah dan Ingkari Thagut

TAUSHIYAH KHALIFAH 0

 حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالأزْلامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لإثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“… pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa, Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Maidah (5) : 3)”.

 وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

 “Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS Ali Imran (3) : 85)”

Perjalanan Rasulullah Saw bersama sahabat ra setapak demi setapak dalam melaksanakan perintah Allah melalui wahyu yang disampaikan melalui malaikat Jibril satu persatu dilaksanakan, tidak ada satu ayatpun yang turun hanya dibaca saja, semua ayat Allah yang turun kepada Nabi Saw dan para sahabatnya diupayakan pelaksanaan nya. Maka ajaran Islam ini adalah ajaran yang menuntut kepada orang – orang yang meyakininya sebagai suatu kebenaran, mereka dituntut bukti nyata didalam pengamalanya disetiap aspek kehidupan. Dan apabila tuntutan itu dilaksanakan maka bernilai bagi dirinya untuk keselamatan dunia dan akhirat. Secara garis besar manusia dibagi menjadi dua saja yang beriman kepada Allah maka syurgalah balasanya dan orang yang tidak beriman kepada Allah dan nerakalah balasanya.

Manusia itu setiap akan berbuat pasti akan menuruti “Hati” nya bukan Ilmunya, tidak bisa orang akan berbuat tanpa perintah “Hati” inilah prinsip, maka kalau manusia dihatinya ada “Iman” maka dikatakan orang “Beriman”  sementara kalau dihatinya tidak ada Iman maka “orang Kafir” namanya. Maka kalau “Hati” nya beriman maka expresi dari perbuatanya adalah “Iman” namun sebaliknya kalau “Hati” nya kafir maka expresi dari perbuatanya selalu membangkang kepada perintah Allah, ini sesuatu yang mutlak. Maka jiwa atau Idiologinya ini dikatakan “beraqidah Islam” apabila semua perbuatanya yang merupakan perintah “Hati” mengikuti dan tunduk pada ajaran Islam. Maka kalau orang berjiwa komunis, beridiologi komunis atau dalam bahasa arabnya dikatakan beraqidah komunis maka dia penganut komunis, begitu juga ketika berjiwa Pancasila, beridiologi Pancasila atau beraqidah Pancasila maka disebut Pancasilais.

Begitu juga didalam Islam dikatakan berjiwa Islam, beridiologi Islam atau beraqidah Islam maka disebut  “Aqidah Islam”. Maka kalau Islam maka Aqidahnya satu yaitu Islam yaitu merupakan aturan Allah dan Rasul Nya  sementara Aqidah selain Islam banyak sekali seperti komunis, kapitalis, liberalis dan lain – lain sebagainya. Maka garisnya adalah Islam atau Kafir maka yang ragu – ragu dikatakan orang munafik, ini prinsip.

Islam tidak bisa dicampur (talbis), maka kalau ada “LailahaIlallah” bercampur dengan“Thagut” maka tidak benar Tauhidnya. Intinya ada di QS An Nahl (16):36, kalau dia “LailahaIlallah” maka wajib “Ijtinabuthagut” inilah prinsip, aqidah dari “Tauhidullah” umat Islam.

 Allah adalah Rabbul ‘alamin, Rab dunia dan akhirat, maka ketika kita benar dan diketahui oleh Allah benar dalam  pelaksanaanya sesuai tuntutan Ad Dien dengan sempurna pelaksanaan demi pelaksanaan, maka  sempurnalah Diennya. Ad Dien ini sudah sempurna tidak perlu ditambah ataupun dikurang, dalam bahasa lain Ad Dien ini yang sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah adalah sudah Final atau Ad Dien ini “Harga Mati”. Maka kalau ada orang yang mengaku Islam tetapi tidak mengakui bahwa Islam itu harga mati maka mereka sesungguhnya tidak mengerti dan tidak memahami Islam.

Bagi orang – orang yang beriman maka meyakini ayat Allah tidak boleh ragu – ragu, maka ketika Allah katakan Islam ini sudah sempurna atau sudah final (QS 5:3) maka mereka akan meyakini dan melaksanakan semua perintah Nya. Secara rasionalpun harusnya akal kita berfikir bahwa Allah yang maha mengetahui sebelum maupun sesudah kehidupan ini bahkan ribuan tahun yang akan datang, yang mengetahui hari Qiyamat, yang Maha segalanya, maka bagi orang yang beriman akan mengakui dan meyakini bahwa memang Ad Dien yang datangnya dari Allah ini sudah sempurna sesuai keterangan dari Allah Swt, tidak boleh dikurang maupun ditambah.

Terkadang ada orang yang karena sekolahnya tinggi disebutlah mereka adalah “Intelektual” kemudian berpendapat bahwa hasil pemikiranya merupakan “Harga Mati” maka sesungguhnya mereka berada didalam “kejahilan” yang nyata, bagaimana mungkin manusia yang penuh dengan kekurangan (dalam ayat Allah QS (33):72 dikatakan zhalim dan Bodoh) mampu membuat aturan secara sempurna sementara dia sendiri penuh dengan kekurangan. Maka mereka seharusnya mencari dan segera merubah pola fikirnya bukan malah mengatakan “Harga Mati”, sungguh mereka tidak rasionil dan kalau diukur dengan ajaran Allah maka itu merupakan perbuatan yang durhaka kepada Allah sebagai mana firman Allah QS Ali Imran (3):85.

Semua yang mengaku dirinya Islam baik yang awam sekalipun (tidak perlu yang pintar) secara rasionil mengakui bahwa Hukum/aturan Allah lebih baik daripada hukum/aturan manusia. Bahkan Ulama, Mubaligh sekalipun kalau ditanya “ Hukum anda atau Hukum Allah yang lebih baik ?” mereka semua pasti akan menjawab “Hukum Allah” yang lebih baik, namun pertanyaanya kenapa tidak dipakai malah ditinggalkan, diajak untuk bersatu dalam sistem yang dicontohkan oleh Nabi Saw dan para sahabat dalam memperjuangkan tegaknya hukum Allah pun mereka enggan dengan berbagai alasan belum saatnyalah, tidak cocoklah dan lain sebagainya. Bahkan kalau mereka mengingkari, maka berhati – hatilah akan sampai ketahap orang – orang Munafik, Naudzubillah.

Semoga semua baik yang awam, mubaligh dan para Ulama mau untuk diajak bersatu didalam sistem yang sudah Allah perintahkan, dicontohkan oleh Nabi Saw dan diikuti para sahabat dalam mendukung dan meneggakkan aturan/hukum/undang-undang Allah Swt dan jangan bertahan dengan kejahiliyahan nya. Dan bagi yang sudah menyadarinya maka segeralah bertaubat kepada Allah Swt.

Facebook Comments
Tags:

Related Posts