HASYIM YAHYA, PADA SAAT JAM 12 NANTI UMMAT ISLAM AKAN BERSATU

          Beliau adalah seorang tokoh yang tidak asing lagi dalam pergerakan dakwah di Indonesia. Pada tahun 1974 beliau pernah menggagalkan Sidang Dewan Gereja Sedunia di Jakarta (red).

            Inilah tokoh yang akan kita temui dalam dafis (dakwah fisabilillah) redaksi majalah al khilafah. Kali ini mengutus salah satu staf redaksi yaitu Sunaryanto ke kediaman beliau di Surabaya.

            “Tidak usah diwawancarai secara resmi beginilah, kayak artis saja. He he he” begitulah tanggapan beliau pertama ketika akan diwawancarai oleh wartawan majalah al-khilafah. “Kalau sekedar watawas saubil haq, watawas saubis shobr, boleh lah” lanjut beliau.

            “Jangan jadikan majalah kita ini seperti majalah-majalah model mereka, kita harus punya kekhasan sendiri”. Begitu pesan singkat kepada media kita majalah al-khilafah.

            “Kalau begitu kita sekedar ramah tamah saja ustad membicarakan perkara Islam, bagaimana pendapat ustad secara umum tentang ummat Islam saat ini?”, tanya redaksi.

            “Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam itu kalau dakwah menyampaikan ayat-ayat Allah Subhanahu wata’ala dengan singkat dan jelas sampai orang faham, tetapi ustad-ustad kita saat ini itu masya Allah yang harusnya disampaikan beberapa menit disampaikan berjam-jam, sambil melucu, sambil apa, sambil ini, itu. Dulu ketika dizaman Nabi r dakwah yang disampaikan secara singkat, jelas serta tidak bertele-tele dan langsung dikerjakan dan diamalkan oleh para sahabat”, kata ustad yang merupakan tokoh karismatik Muslimin Surabaya ini.

            Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda, Aku tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. Hal ini yang telah ditinggalkan ummat Islam dewasa ini. Saat ini orang membuat organisasi, harakah (pergerakan Islam) mengatas namakan jihad, aktifis madrasah, aktifis mesjid apalagi khilafah ini menjadi target operasi intelegent! Kenapa kita memberi “lahan” kepada mereka untuk masuk ke kita? Tanya KH Hasyim Yahya.

            “Saat ini masalah yang paling komplek ustad adalah perpecahan ummat Islam, mereka membuat banyak golongan, padahal telah jelas hal ini diharamkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dan wajib bagi ummat Islam ini bersatu, bagaimana menurut ustad cara menyatukan ummat ini ustad? Tanya pak Sunaryanto.

            “Jadi kalau ibarat jam apabila sudah jam ke angka 12 semua jarum kecil akan bertemu diangka 12, jadi ibarat ummat saat ini pada waktu nya nanti akan seperti jam 12, akan bertemu semua disatu titik kalau arah dan tujuannya sama yaitu Iqomatuddien. Tetapi kalau arahnya sudah dikuasai oleh thagut ya tidak akan bisa ketemu karena berbeda arah. Kita diadu kesana kesini, dibilang teroris. Kita tidak mau dibilang teroris padahal di QS. Al Anfal ayat 60 Allah berfirman apa?” tanya  ustad yang tahun 74 pernah mendapat ujian dalam upaya Iqomatuddien nya.

            “Sebagaimana dijelaskan oleh Allah Subhanahu wata’ala didalam QS. Ar Rum (30) ayat 31-32, saat ini banyak sekali firqah-firqah (golongan -golongan) ustad, padahal hal ini sangat dilarang oleh Allah Subhanahu wata’ala, sehingga setiap golongan merasa bangga dengan golongannya, bagaimana pendapat ustad tentang hal ini? Kembali redaksi majalah al khilafah melontarkan pertanyaan.

            “Qulu hidzbim bima ladaiyhim farihuun” ya itu jadinya termasuk Khilafah Islamiyyah ini mereka bangga dengan golongannya! Semua sudah terjadi, tidak ada yang dapat dilakukan kecuali kembali kepada wasiat Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Sekarang Khilafah Islamiyyah yang mengklaim bahwa dia yang paling benar, dengan dasar apa dia mengklaim bahwa dia benar? Sekarang sudahlah berjalan saja sesuai kemampuanmu, tidak usah memaksakan orang harus ikut kamu. Siapa yang berjuang dijalan Allah Subhanahu wata’ala, nanti Allah yang akan tunjukan jalan-jalan-Nya (QS. Al Ankabuut (29) : 69). Jadi tidak usah ngurusi yang lain, internal saja dulu di benahi. Saya lihat sama, yang mengaku Khilafah ini mereka sesungguhnya menjalankan program deradikalisasi”, kembali menurut ustad yang pernah membatalkan Sidang Dewan Gereja Dunia tahun 1974 di Indonesia ini, berpendapat.

            Menurut ustad bagaimana cara menyatukan ummat Islam ini, maka harus kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Mungkin bisa dijelaskan riil atau bentuk kongkret nya seperti apa ustad cara kita ummat Islam ini bersatu?. Karena menurut kami tidak ada wadah atau sistem bagi ummat Islam bersatu kecuali An Nubuwah (kenabian) ketika Rasulullah masih ada dan Khilafah setelah Nabi r wafat, kembali redaksi menjelaskan.

            “Sederhana sekali, bentuk kongkret ummat Islam bersatu itu ya di Mesjid, penuhi mesjid-mesjid itu. Jadi tidak usah terlalu rumitlah, harus ikut ini, itu. Nanti kalau shalat Subuhnya sudah seperti shalat Jum’at baru orang Yahudi dan Nasrani takut. Jadikan mesjid-mesjid ini sebagai pusat pergerakan Islam, berbagai kajian dan kaderisasi serta pusat Dakwah”.

            Demikian pernyataan singkat dari beliau mungkin sebagai penutup dalam ramah tamah kita kali ini. Kita do’akan bersama semoga beliau diberi kesehatan, kecukupan dan senantiasa berada dalam rahmat dan ridha Allah Subhanahu wata’ala. Karena saat ramah tamah ini beliau sedang kurang sehat, aamiin.

            Sedikit mengutip hadits Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, “Aku perintahkan kepada kalian lima perkara yang Allah telah memerintahkannya kepadaku untuk mengamalkannya, yaitu berjama’ah , siap mendengar & taat, hijrah serta jihad di jalan Allah … ” [HR. Ahmad No.17132].

            Sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Inilah sesungguhnya tahapan-tahapan (rukun) menegakkan Al Islam (Iqomatuddien) yang Allah Subhanahu wata’ala perintahkan didalam QS. As Syuraa (42) : 13. Sangat logis bahwa Allah Subhanahu wata’ala perintahkan berjihad, sebuah amalan yang berat manakala ummat Islam ini dalam kondisi bersatu dan memilki kekuatan.

Wallahu a’lam.

Facebook Comments
Tags:

Related Posts