EVENT SILATURAHIM DAN SYI’AR KEKHALIFAHAN DUNIA VERSI IMAJINASI, SEBENTUK OTOKRITIK UNTUK INSPIRASI

OPINI 0

Wa Ode Nurmah (Lampung Selatan)

            Puluhan umbul-umbul putih dan bendera hijau bertuliskan “Khilafatul Muslimin” berjajar di tepi jalan. Melambai-lambai menyambut kedatangan para kafilah dari berbagai daerah. Mobil pribadi, rombongan bus, hingga konvoi motor, disapa lambaian penyambut tamu yang berjaga di beberapa jalur menuju GOR. Bentangan Banner berisi informasi event akbar Silaturrahim dan Syi’ar Khilafah Islamiyah (Khilafatul Muslimin) Dunia Gelombang X Menghias berbagai sudut strategis Kota Klaten, Jawa Tengah.

            Tiba di lokasi, kami disambut ucapan “ahlan wa sahlan” yang disetting elok. Beberapa panitia berseragam khas, ikhwan dan akhwat, dengan ramah dan sigap mengarahkan peserta ke tempat peristirahatan.

            Lokasi ikhwan di dalam GOR. Sedang untuk para muslimat sudah tersedia beberapa tenda besar yang di estimasi cukup menampung seluruh peserta. Tidak ada yang diperkenankan menginap di luar lokasi, demi tujuan silahturahim dan kebersamaan. Di dalam tenda telah tersedia rak-rak tempat perlengkapan. Ada pojok ganti baju, ruangan ibu menyusui, juga bilik istirahat untuk yang sakit. Pada ke empat sudut ruangan tersedia fasilitas air minum kemasan dan dispenser air panas berikut panitia yang siap melayani. Wah, ternyata disediakan juga teh, gula dan kopi gratis!

            Kali ini peserta tak perlu khawatir ngantri panjang di depan toilet. Atau harus bertebaran hingga radius  beberapa ratus meter hanya untuk sekedar pipis! Sekitar dua puluh toilet “rekayasa” yang cukup memadai (dan wangi) jadi solusi. Instalasi air sudah diantisipasi untuk memenuhi ketersediaan air bersih selama acara.

            Panitia juga interes terhadap kebutuhan anak. Area khusus untuk mereka telah disiapkan. Sejumlah fasilitas bermain dan pendamping profesional siap menemani bocah-bocah warga Khilafah menikmati kegembiraan dan menyalurkan kreatifitas.

            Di pelataran sekitar GOR ada tenda-tenda khusus perwakilan setiap wilayah. Mereka mendisain interiornya secantik mungkin. Pengunjung dapat melihat “mading” berisi informasi, sejarah, serta kegiatan di wilayah tersebut. Tampilannya bagus-bagus, maklumlah, panitia sudah menyediakan hadiah menarik dan penghargaan untuk lima wilayah dengan display terbaik.

            Tenda wilayah juga jadi sarana peserta mendapatkan informasi dan kemudahan. Mulai dari tanda peserta (berbentuk pin, sekaligus cinderamata), hingga konsumsi dan snack. Alhamdulillah, senang sekali rasanya dijamu dengan menu variatif yang menggugah selera. Apalagi snack-nya. Cukup bikin peserta tidak terlalu bernafsu jajan. Tiap peserta juga mendapat brosur berisi informasi acara plus pena berlogo dan notebook sebagai suvenir.

            Penataan ruang utama cukup mengesankan. Tata panggung nan artistik. Pencahayaan (lighting), ikut memberi efek dramatis. Pengunjung di luar juga dapat menyimak jalannya acara lewat “relay” di layar lebar. Bahkan kaum muslimin di seluruh Indonesia juga ikut menyaksikan peristiwa bersejarah ini melalui tayangan salah satu saluran TV Nasional. Dihari kedua, peserta sudah bisa membaca berita acara ini dimuat di media lokal yang dibagi gratis. Mengesankan sekali.

            Para muslimat punya acara intern yang eksklusif. Di ruang terpisah yang tak kalah apik tertata, peserta disuguhi tayangan film dokumenter. Mulai dari kegiatan muslimat dari berbagai wilayah, taushiyah, klip motivasi hingga hiburan nasyid dari lagu-lagu edukasi made in TK – Khilafah.

            Acara semakin padat dan memikat dengan sesi talk show. Konsepnya dari muslimat, oleh muslimat, untuk muslimat. Temanya juga variatif. Kesehatan wanita, pendidikan anak, parenting, hingga bincang bijak memahami dan menyikapi kontraversi poligami (hmm ….).

            Aahh, tak terasa waktu usai acara telah tiba. Rasanya masih ingin lebih lama merasakan kemesraan ukhuwah ini. Kami pun pulang membawa sejuta kenangan indah yang terpatri di relung sanubari. Untaian do’a terjalin “Ya Allah, izinkan kami, kembali menjadi Saksi Sejarah Gempita Syiar Khilafatil Muslimin Dunia Gelombang ke XI di Jakarta 2019, Insyaallah. Aamiin. Rasanya wajar harapan demi harapan untuk perbaikan kedepan dari seluruh warga yang hadir dalam acara ini.

              Tulisan ini hanyalah imajinasi bentuk otokritik untuk inspirasi, agar kedepan bisa sesuai harapan (ideal) namun juga harus realistis. Gempita Silaturahim dan Syiar Khilafatul Muslimin Dunia Gelombang ke XI di Jakarta 2019 sudah diambang pintu, semoga harapan kita bersama dari salah satu harapan ini dimudahkan oleh Allah Subahanahu wata’ala. Dukungan dari semua pihak sangat diperlukan demi terwujudnya harapan agar acara dapat dilaksanakan dengan lancar dan sesuai harapan kita bersama. Jakarta kita harapkan akan menjadi lautan “hijau” pada acara Akbar Kekhalifahan milik kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) mendatang. Semoga warga Kekhalifahan Islam diseluruh dunia, khususnya di Indonesia menyiapkannya sebagai satu bentuk Syi’ar Kekhalifahan di jantung Ibu Kota.  Wallahu a’lam bishowab.

Facebook Comments
Tags:

Related Posts