BUKAN KARENA KEPANDAIAN KITA ISLAM MENANG

OPINI 0

Zulkifli Rahman Al Khateeb

Dewasa ini banyak sekali pendapat, bahkan sekelas ulama bahwa memperjuangkan Islam boleh dengan cara apapun baik dengan cara demokrasi, dengan cara bernegara, dengan cara membuat kelompok atau golongan yang penting menuju kemenangan Islam dan syari’at Islam dapat diberlakukan. Pertanyaan nya adalah, apakah semua ini dapat dibenarkan dan Allah akan meridhai langkah-langkah ini.

Untuk mengkaji lebih dalam akan hal ini, redaksi dalam kesempatan ini akan memperbincangkannya dengan Al Ustad Zulkifli Rahman Al Khateeb, selaku Amir Daulah Indonesia Bagian Timur. Berikut kita sama-sama simak dialog interaktifnya :

Assalamualaikum ustad, apa khabarnya, sedang aktifitas apa, dan ada perkembangan apa di Kekhalifahan perwakilan Daulah Indonesia Bagian Timur?

Wa’alaikum salam, Alhamdulillah kabar baik, kegiatan sementara ini sedang mengontrol jalannya usaha penggilingan padi yang baru mulai dirintis di Jaami’ah Mapin.

Langsung saja ustad, bagaimana sebenarnya memperjuangkan Dien (Iqomatudien) yang benar yang sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya dan bahkan telah diikuti oleh para sahabat ?

Sesuai petunjuk Allah bahwa jalan Islam itu cuma satu, dan itulah yang kita minta setiap setidaknya 5 kali sehari semalam ketika kita membaca surat Al Fatihah, Ihdinash Shirotol Mustaqim (tunjukilah kami jalan yang lurus). Yang kita minta kepada Allah untuk kita ditunjuki adalah JALAN yang lurus bukan tujuan, karena pada hakikatnya semua kita tujuannya sama hanya saja JALANnya yang berbeda-beda. Jika kita semua menapaki SATU JALAN yang lurus, maka itulah perjuangan yang diridhai Allah. Kita berharap ummat Islam bersedia mengesampingkan ego masing-masing untuk bersatu bersama-sama menapaki JALAN yang lurus ini.

Bukankah kita semua ummat Islam ini pada hakikatnya sudah bersatu, yaitu satu aqidah tauhid laa ilaaha illallaah? Tinggal kita mengambil bagian masing masing dalam memperjuangkan Islam sesuai kemampuan masing masing. Ada yang dibidang ekonomi, poloitik, pendidikan, jihad dan lain lain hingga Islam tegak dimuka bumi. Bagaimana menurut pendapat ustadz?

Allah SWT memerintahkan ummat Islam ini untuk bersatu, justru karena adanya kecenderungan untuk memilih bagian masing masing dalam memperjuangkan iqomatud dien, suka-suka sendiri, sesuai seleranya sendiri, hingga menjadi berpecah belah. Mestinya selalu ada satu kepemimpinan yang mengatur itu semua.

Itulah yang kita kenal dengan sebutan Khalifah/ Amirul Mukminin. Akan tetapi kenyataannya Ummat Islam dewasa ini telah memberikan sekian banyak syarat untuk seorang khalifah yang bahkan melebihi syarat seorang Nabi. Kemudian Ummat dibuai dengan angan-angan tentang kesempurnaan dan hal-hal yang ideal tentang kepemimpinan Islam, hingga sangking idealnya, sampai-sampai kita berfikir bahwa ini semua hanya hayalan dan tidak mungkin dapat diwujudkan. Hal ini pada gilirannya membuat mereka merasa enjoy berjuang sendiri-sendiri tanpa merasa perlu dipimpin oleh seorang Khalifah/ Amirul Mukminin.

Apapun bentuk perjuangan kita, yang penting niatnya ikhlas, bukankah kemenangan itu sudah menjadi janji Allah?

Niat ikhlas saja tidak cukup untuk melandasi perjuangan, perlu juga arah yang benar, jalan yang benar dan cara yang benar. Ibarat sholat, meski niatnya ikhlas, arah kiblatnya salah, bacaan bacaannya salah, gerakan dan tata caranya salah, maka sholatnya menjadi salah. Adapun tentang kemenangan, sesungguhnya kemenangan Islam adalah hak mutlak Allah SWT bukan urusan manusia, yang menjadi urusan manusia adalah apakah dia berada didalam kebenaran (Al Haq) dalam memperjuangkan Dienullah (Iqomatuddien) atau tidak, tidak perduli hasilnya apakah menang atau kalah. Tetapi yakinlah janji Allah bahwa Dia akan memenangkan Dien-Nya diatas semua Dien dimuka bumi ini. Beginilah seharusnya pemikiran ummat Islam yang tunduk dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Contoh saat ini ada yang mengatakan kita boleh memperjuangkan Islam dengan sistem demokrasi, apa yang ustad lihat dengan fakta yang terjadi saat ini ?

Ibarat orang yang terjebak dalam lumpur kotor, dia ingin mendirikan shalat, maka ia berusaha bagaimanapun caranya agar dapat tetap mendirikan shalat meskipun berlumuran lumpur, semoga Allah yang Maha Kasih Sayang dan Maha Pemurah, menerima sholat mereka. Yang sungguh aneh adalah mereka yang sengaja masuk kedalam lumpur untuk mendirikan sholat didalammya. Mereka berharap, sesuai fakta yang ada, bahwa ada banyak butiran emas dan berlian didalam lumpur itu.

Apa pendapat ustad terhadap orang Islam bahkan sekelas ulama yang memaksakan ayat Allah untuk digunakan di sistem Demokrasi, atau istilah nya di gatok-gatok kan!

Memang butiran emas dan berlian yang ada dalam lumpur itu sungguh menggiurkan, hingga tidak sedikit orang yang sengaja menceburkan diri kedalamnya.

Apa harapan ustad agar ummat Islam sadar akan kesalahan nya sehingga mereka tidak salah dalam memperjuangkan Dien ini ?

Kekhalifahan Islam ini adalah suatu keniscayaan artinya dia pasti akan tegak dengan atau tanpa kita. Ketika kita mengambil bagian di dalamnya maka insya Allah kita akan dapat pahala dan ketika kita tidak mengambil bagian maka kita akan berdosa karena kita tidak melaksanakan kewajiban menegakkan dien. Semoga kita semua dipandaikan Allah untuk melihat jalan yang benar kemudian kita dimampukan

untuk meniti jalan yang benar itu, semoga juga kita diperlihatkan Allah jalan yang salah dan dimampukan untuk meninggalkannya meski dengan sangat berat hati. Aamiin.

Jazakumullah Khair ustad atas waktu dan kesempatannya, semoga apa-apa yang disampaikan dapat berguna untuk kemuliaan dan kemenangan Islam atas izin Allah, aamiin.

Facebook Comments
Tags:

Related Posts