BERUNTUNGLAH ORANG YANG SAMI’NA WA ATHO’NA

ayat 1“ … Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu …” (QS. Al Maidah : 3)

Islam adalah agama yang sempurna. Ajaran-ajarannya juga telah sempurna tanpa ada kekurangan. Maka pelaksanaan aktifitas hidup sehari-hari jika sudah benar sesuai ajaran Islam baru ditanya niatnya apakah sudah benar atau tidak. Niat yang benar adalah niat karena Allah.

Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasalam bersabda,

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Banyak dari orang-orang Islam ketika makan tidak pakai cara Islam tapi pakai cara kafir, minum cara kafir, berpakaian dengan cara kafir. Alangkah kasihan Muslim yang seperti itu. Mengaku beriman tapi cara hidupnya tidak mengikuti petunjuk sebagai jalan orang-orang yang beriman.

Segala hal yang kita lakukan di dunia ini semuanya untuk ibadah. Tidak luput satupun kegiatan hidup ini dari nilai ibadah. Maka Muslim harus pintar dalam hal ini dan tidak boleh hidup lalai dari amal yang benar dan niat yang benar.

Allah Subahanahu wata’ala berfirman,

ayat 2

 “Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat : 56)

Maka untuk itu, apapun yang diniatkan ibadah insya Allah beruntung. Dan apapun yang diniatkan ibadah akan senang dilaksanakan meskipun membutuhkan pengorbanan. Karena itulah satu-satunya jalan ke Surga.

Allah Subahanahu wata’ala berfirman,

ayat 3“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. At Taubah : 111).

Hidup ini adalah suatu pertarungan dengan hasil untuk mendapatkan hadiah Surga pada akhirnya. Orang disiapkan hadiah lomba hanya kaleng dicat kuning saja siap bersungguh-sungguh apalagi pertarungan di dunia ini, Allah siapkan Bidadari, buah-buahan dan Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai yang diperuntukan untuk orang-orang yang bertaqwa, tentunya harus lebih sungguh-sungguh lagi.

Allah Subahanahu wata’ala berfirman,

ayat“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran : 133).

Maka beruntung orang-orang yang memperhatikan dan merugilah orang-orang yang lalai dari perkara yang pasti ini. Wallahu a’lam. [Ditulis oleh Abdul Aziz Sofyan dari Kutipan Tausiyah Khalifah dalam Safari Dakwah Khalifah Lintas Sumatra hingga Aceh, Syawal 1437 H]

 

Facebook Comments
Tags:

Related Posts