BERSATU UNTUK JIHAD

                   Islam adalah ajaran Allah Subahanahu wata’ala dan Rasul-Nya yang sangat sempurna. Islam mencakup seluruh permasalahan hidup di muka bumi ini sepanjang masih ada kehidupan, di semua zaman dan dalam situasi dan kondisi bagaimanapun senantiasa dienul Islam memberikan solusinya. Tak terdapat jalan buntu dalam penilaian ajaran Islam untuk dapat diamalkan demi kesuksesan hidup dunia dan akhirat.

            Allah SWT berfirman,

ayat 1“… Pada hari Ini telah Ku sempurnakan untuk kamu dien-mu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi dien bagimu…”. (QS. Al Maidah : 3).

            Demikian hebat dan sempurna ajaran Islam, tentunya dapat kita sadari bahwa ajaran yang demikian sempurna itu wajib diperjuangkan agar dapat diberlaku kan dalam kehidupan nyata sebagaimana disebutkan dalam Islam sebagai kewajiban jihad.

            Jihad untuk Iqomatuddien ini telah diwajibkan oleh Allah Subahanahu wata’ala dan Rasul-Nya dengan persyaratan mutlak tidak boleh berpecah-belah didalamnya. Allah Subahanahu wata’ala berfirman,

BERSATU UNTUK JIHAD“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang dien, apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu, tegakkanlah ad dien (Iqomatuddien) dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik dien yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada dien itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (dien)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”. (QS. As-syura : 13).

            Ternyata kewajiban jihad itu telah diwajibkan oleh Allah Subahanahu wata’ala sejak zaman nabi-nabi sebelum nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasalam. Dibawah satu kepemimpinan (satu jama’ah) tanpa berpecah-belah. Memang sangat berat menghindari perpecahan demi kesatuan ummat Islam, namun kewajiban tetap wajib dilaksanakan, karena tanpa kesatuan ummat Islam, mustahil jihad untuk Iqomatuddien dapat dilaksakan, dan berakibat syari’at tidak dapat diterapkan dalam kehidupan nyata secara kaaffah /paripurna.

            Hanya dengan kesatuan ummat, ajaran Islam dapat ditegakkan, bukan dengan perpecahan ummat dan ini sunatullah, baik ajaran yang haq maupun yang bathil. Tidak terdapat satupun konsep di dunia ini yang dapat dilaksanakan melalui perpecahan para penganutnya kecuali melalui persatuan mereka.

            Dapatlah kita pahami bahwa bukan terlebih dahulu memberlakukan suatu konsep agar penganutnya bersatu, namun sebaliknya bersatu dulu untuk terlaksananya konsep. Dewasa ini kita menyaksikan kenyataan yang sangat memperihatinkan bagi orang yang benar-benar beriman, bahwa masih banyak dikalangan kaum muslimin yang kelihatan gigih berjihad atas nama golongan Islam yang dikarangnya untuk mengamalkan ajaran Islam dengan harapan jika sudah berhasil, baru kemudian bersatu.

            Maka selamanya golongan sedemikian ini tidak akan berhasil untuk menegakkan Ad dien /memberlakukan syariat Islam, karena bertentangan dengan dalil Al Quran dan As Sunnah, yang dengan sangat jelas mewajibkan secara mutlak kesatuan ummat (berjama’ah) dan mengharamkan perpecahan (berfirqah-firqah).

            Sungguh sangat irasional (tidak masuk akal) jika dikatakan, “Melaksanakan konsep agar tercapai kesatuan”, karena yang rasional (masuk akal) adalah ajakan bersatu lebih dahulu untuk mencapai pelaksanaan suatu konsep secara benar dan sempurna.

            Bersatu (berjama’ah) untuk jihad Iqomatuddien bukan sebaliknya berjihad untuk bersatu. Wallahu a’lam.

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!
BERSATU UNTUK JIHAD,5 / 5 ( 1votes )

Related Posts