BERAMAL YANG BENAR ITU DI “RUMAH SENDIRI”

OPINI 0

Abu Muhammad Ziddan

            Banyak orang yang bertanya dan mengatakan bahwa kekhalifahan milik kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) tidak terlihat ammar ma’ruf nahyi mungkar nya. Tidak pernah melakukan aksi untuk berbuat amar ma’ruf dan nahyi mungkar seperti layaknya ormas-ormas Islam lainnya. Sehingga ada yang mengatakan “ngapain saya bergabung dengan jama’ah nya”.

            Maka perlu diluruskan pemahaman ini, bahwa sesungguhnya secara tidak sadar kita berbuat baik (amar ma’ruf nahyi mungkar) saat ini dirumah orang, sementara rumah kita sendiri dibiarkan. Inilah yang terjadi kepada mayoritas ummat Islam saat ini. Apakah tidak faham rumahnya sendiri atau karena ada kepentingan di rumah orang, masih menjadi misteri, Wallahu a’lam. Mudah-mudahan karena mereka belum faham, sehingga menjadi PR bagi kita untuk mendakwahkan dan memahamkan mereka, alhamdulillah ada lahan beramal shaleh, aamiin.

            Saat ini yang sedang kita lakukan adalah agar ummat Islam ini sadar dan mau “pulang” ke rumah sendiri dan dirumah inilah nantinya kita akan bina dan di tarbiyyah sehingga mereka faham betul tentang Islam. Setelah mereka faham, maka berbuat amar ma’ruf dan nahyi mugkar lah di rumahnya sendiri sehingga rumah nya dan anggota keluarganya menjadi baik dan Islami dan kita harapkan dari rumah kita inilah lahir generasi Rabbani, insya Allah. Generasi yang tidak perlu dipaksa untuk melaksanakan syari’at tetapi generasi yang secara sadar melaksanakan syari’at Islam secara kaaffah didalam setiap sendi-sendi kehidupannya. Indah bukan kalau suatu negri penduduknya semua rata-rata beriman dan bertaqwa. Maka Allah berfirman,

ayat-beramal-yang-benar-itu-di-rumah-sendiri

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS. Al A’raf : 96).

            Maksud rumah sendiri itu adalah sistem Islam itu sendiri, yaitu satu satunya sistem Islam setelah sistem An Nubuwah (kenabian) yaitu sistem Kekhalifahan Islam. Sementara kalau kita berbuat baik (amar ma’ruf nahyi mungkar) di rumah orang (sistem selain sistem Islam) maka berarti secara sengaja atau tidak sengaja kita punya andil dalam kelanggengan dan keber langsungan rumah orang itu alias sistem selain sistem Islam dan secara tidak sengaja kita menunda terlaksana nya aturan dirumah kita sendiri secara paripurna.

            Padahal Allah berfirman, “Dan katakanlah, “Yang haq telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”. (QS. Al-Isra’: 81). Allah berfirman, “Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi”. (QS. Al fath : 28).

            Jadi sistem selain sistem Islam (rumah orang) harus nya lenyap bukan dibela habis-habisan dan menjadi langgeng. Al Haq itulah rumah kita yang harus dibela, rumah kaum muslimin yaitu Kekhalifahan milik kaum muslimin (Khilafatul Muslimin) ! Wallahu a’lam.

Facebook Comments
Tags:

Related Posts