ANTARA TARBIYYAH DAN DAKWAH

              Tarbiyah merupakan kegiatan khusus dalam rangka pembinaan mental dan fisik seseorang untuk dapat menjadi kader suatu misi demi tercapainya tujuan dari misi tersebut. Menurut Islam pembinaan dimaksud mentargetkan seseorang menjadi pribadi yang berakhlaq mulia, berdasarkan pengetahuan yang didapatnya semasa dalam pendidikan.

            Kepribadian hasil tarbiyah yang dicapai akan menjadi sorotan masyarakat yang menyaksikannya, untuk mendapatkan penilaian positif atau negatif. Islam menuntut setiap hamba Allah Subhanahu wata’ala untuk mempraktekan ilmu /pengetahuan yang didapatnya dalam pendidikan demi penyempurnaan amal ibadahnya yang akan dipertanggung jawabkan nanti di kemudian hari dihadapan Allah Subhanahu wata’ala. karenanya tarbiyah dalam bentuk pembinaan khusus tidak dapat /tidak dibenarkan berlarut-larut sehingga melampaui batas umur orang dewasa sebagai akil baligh yang sudah taklif. Maka tarbiyah secara khusus harus dinyatakan selesai atau tamat pada saat seseorang mencapai umur dewasa sebagai muslim yang sudah taklif dan berkewajiban mengamalkan ajaran Islam yang diyakininya, bukan lagi sekedar membaca dan menghafal-hafal ayat dan al-hadist akan tetapi mempraktekkannya agar mendapatkan derajat yang tinggi dalam pandangan Allah Subhanahu wata’ala. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

ayat 1“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Mujadillah : 11).

            Untuk memenuhi maksud tersebut tentu tidak mungkin tarbiyah terhambat disebabkan pertimbangan kemampuan ilmu seseorang karena kemampuan setiap orang berbeda-beda. Setelah masa dewasa tiba dan tarbiyah berakhir mulailah seseorang memprak tekan hasil tarbiyah dengan dakwah di masyarakat umum untuk menjelaskan kewajiban-kewajiban yang seharusnya dipatuhi dan dipenuhi oleh setiap pribadi muslim sebagai hamba Allah Subhanahu wata’ala sepanjang hidupnya di muka bumi ini.

            Kegiatan yang dilakukannya merupakan ajakan kepada suatu tujuan meraih ridha Allah Subhanahu wata’ala sebagai penyempurnaan amal salehnya demi keselamatan dunia dan akhirat. Ajakan dimaksud bernilai dakwah dalam rangka mengaplikasikan hasil tarbiyah yang telah dilaluinya. Baik secara lisan maupun tulisan, untuk selanjutnya dia mengevaluasi diri sendiri apakah benar telah berdakwah secara jujur dan tulus ikhlas dalam melaksanakan tugasnya sebagai da’i yang bertanggung jawab. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

ayat 2“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. An Nahl : 125).

            Dakwah dalam Islam adalah kewajiban setiap muslim yang dilaksanakan dengan sengaja bukan sebagai suatu bentuk usaha (mata pencaharian) hidup, sebagaimana halnya pedagang setiap hari pergi ke pasar membuka toko daganganya dan petani pun pergi ke kebun untuk menyelesaikan pekerjaannya.

            Sesungguhnyalah bahwa kewajiban dakwah adalah tugas setiap hamba Allah Subhanahu wata’ala menurut kemampuannya sebagai hamba yang ber-akhlakul karimah (dakwah bil hal maupun bil lisan). Satu ayat pun jadilah yang penting benar dan ikhlas terlepas dari persoalan orang yang di dakwahi itu, apakah dia beriman ataupun tetap kafir, karena hidayah merupakan urusan Allah Subhanahu wata’ala yang tidak terpaut dengan keahlian dakwah seorang da’i. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

AYAT - ANTARA TARBIYYAH DAN DAKWAH“Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (Rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, “Orang ini adalah penyihir yang banyak berdusta.” (QS. Shaad : 04).

            Maka dapatlah diambil kesimpulan bahwa At-tarbiyah Al-Islamiyah merupakan pembinaan kusus agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan seorang yang ber kepribadian sebagai hamba Allah Subhanahu wata’ala yang soleh dan ber-akhlakul karimah untuk selanjutnya secara terus menerus belajar demi penyempurnaan amal solehnya dalam rangka meninggkatkan iman dan memperluas ketakwaannya, sedangkan dakwah merupakan kerja nyata dalam kehidupan baik secara lisan maupun tulisan dan berbagai aktivitas untuk tercapainya pencerahan ummat terhadap pemahaman dan pengertian mereka tentang ajaran Islam. Wallahu a’lam

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts