ANTARA INDAHNYA ISLAM DAN HEGEMONI BARAT

TARBIYAH 0


Ahmad Shobirin

Islam adalah suatu pedoman hidup yang datangnya dari Allah SWT sebagai Sang Pencipta manusia yang asas pokoknya adalah aqidah “Lailahailallah muhammad durasulullah”, yang daripadanya terpancarlah al akhlakul karimah diseluruh aspek kehidupan yang bernilai tinggi. Dari aqidah inilah lahir konsep berpikir, metode atau aturan dan undang-undangnya berserta tata cara beribadah yang akan mengantarkan manusia kepada samudra kehidupan yang penuh dengan kedamaian, ketentraman dunia dan akhirat.

Ajaran yang sangat sempurna dan bersifat universal, kehadirannya membawa rahmat bagi seluruh alam. Kalau kita mempelajari Islam maka kita akan menemukan sistem politik Islam yang mandiri dalam seluruh persoalan ummat, rakyat kepemimpinan tertinggi, sistem syuro, peradilan, aparat, eksekutif dan pengaturan administrasi dan lain sebagainya. Periksa QS. An Nisa ayat 59, QS. At Taubah (9) ayat 23 dan QS. An Nisa (4) ayat 140.

Begitupula kalau kita mempelajari Islam maka kita akan menemukan sistem ekonomi Islam, baik dalam pengaturan hak milik dan perbendaharaan pemerintah serta ummat, penyelesaian masalah-masalah ekonomi dan sosial serta hubungan ekonomi internasional. Begitu pula tentang akhlak, pendidikan, sosial militer dan lain sebagainya. Tidak ada satu sisi kehidupan manusia yang luput dari pengaturan Islam, sebagaimana Allah tegaskan didalam QS. An Nahl (16) : 89, ”(Dan ingatlah) akan hari (ketika) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. Periksa juga QS. Al Maidah (5) ayat 3.

Di dalam Islam kalau orang sudah bersumpah dengan “Lailaha Ilallah”, maka dia harus mendekap Islam secara kaafah (utuh), (QS. Al Baqarah (2) : 108). Tdak boleh dicampur adukan dengan sistem-sistem kehidupan hasil ciptaan akal (ra’yu) manusia, karena semua sistem yang datangnya bukan dari Allah SWT, maka dihadapan Allah nilainya adalah kesesatan (bathil), sebagaimana Allah tegaskan didalam QS. Lukman (31) ayat 30, “Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar” dan QS. Al Baqarah (2) ayat 42, “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui”.

SEBAB HIDAYAH LAH ORANG PAHAM INDAHNYA ISLAM DAN SIAP MEMAKMURKANNYA

Orang yang tidak paham tentang Islam dan tidak mendapatkan hidayah, maka tidak bisa diharapkan daripadanya menikmati keindahan dan keadilan Islam itu sendiri. Orang yang tidak paham tentang Islam, tidak dapat diharapkan daripadanya akan tegaknya hukum-hukum Islam. Sebagaimana halnya orang yang tidak mengerti sesuatu tidak akan dapat memberikan apa-apa. Hanya orang yang dapat memakmurkan hatinya dengan iman yang bisa melahirkan sikap berkorban untuk menebus tegaknya syari’at Islam itu sendiri.

Untuk mencapai sasaran ini, memerlukan pribadi-pribadi muslim dan muslimat yang ikhlas, yang sadar serta memiliki pemahaman yang benar dan mantap sehingga pertolongan Allah akan datang kepada kaum muslimin itu sendiri dan sesungguhnya orang-orang kafir itu selalu akan memerangi orang-orang Islam, karena orang-orang Islam itu selalu berusaha untuk mewujudkan cita-citanya yang Agung yakni mendirikan bendera “Lailaha Ilallah”. Siap mengorbankan jiwanya agar syari’at Islam itu tegak menjadi sistem kehidupan bagi manusia seluruhnya.

HEGEMONI BARAT DAN WAJAH HITAM UMMAT ISLAM

Serbuan Barat dengan langkah-langkah Ghazwul Fikrinya, yang berlangsung secara besar-besaran dan hegemonik serta didukung oleh dana yang gila-gilaan, betul-betul membawa dampak yang sangat serius bagi kehidupan kaum muslimin. Wajah kaum muslimin yang harusnya dapat terlihat sangat indah dan putih bersih, kelihatannya menjadi hitam lebam yang menakutkan.

Predikat-predikat teroris, yang harusnya disandang oleh orang-orang kafir atau oleh orang-orang Barat itu sendiri berbalik 180 derajat, seakan-akan kaum musliminlah sepertinya yang menyandang predikat tersebut dan anehnya lagi mereka yang memberikan titel kepada orang Islam yang berjuang menegakkan Islam itu sendiri, ini bukan orang-orang kafir saja tetapi ada juga dari kalangan orang-orang Islam itu sendiri.

KERJA ORIENTALIS SEBAGAI PERPANJANGAN TANGAN ORANG KAFIR

Allah SWT berfirman, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS. Al Baqarah (2) : 120).

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada orang-orang Islam, sehingga orang-orang Islam itu menjadi Yahudi dan Nasrani, atau paling tidak mengikuti milah (tata cara beribadah) mereka dan meninggalkan pemahaman nya tentang Islam. Dan ini telah dimulai sejak zaman Rasulullah SAW hingga saat ini. Orang-orang Barat yang disponsori oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tergabung dalam orientalis, mereka secara beramai-ramai membedah dan mempelajari Islam, namun tujuan mereka hendak menghancurkan ajaran Islam dan ummat Islam itu sendiri.

Seluruh kerja yang dilakukan oleh orang orientalis sebagai perpanjangan tangan orang-orang kafir (Yahudi dan Nasrani) dalam mencabik dunia Islam tidak lepas dari motivasi yang menyertainya. Kalau orientalis berupaya untuk mencemarkan Islam, medistorsi ajarannya, menyelewengkan syari’atnya, mereka senantiasa berusaha untuk membuat opini bahwa Islam itu agama yang buruk, bukan agama yang indah dan adil, tak layak untuk dianut. Ummat Islam dikatakan ummat yang barbar, pencuri, dan gemar berperang, hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ghanna Trya Gharizal di dalam majalahnya. Dan termasuk didalam modus ini juga adalah misionaris, melalui semangat orientalisme para pemuka Kristen berupaya untuk mengaburkan pemahaman Islam murni, melemahkan aqidah ummat Islam dan melecehkan peradabannya. Mereka sampai tidak segan-segan membuat makar seperti peristiwa WTC dan lain sebagainya. Seakan-akan ummat Islam yang berbuat, padahal mereka sendiri otaknya, agar wajah ummat Islam jelek, daan dunia tidak berpihak kepada ummat Islam.

Kerja orang-orang Yahudi dan Nasrani yang dimotori oleh orientalis sekarang ini sudah sangat berhasil sekali, sampai-sampai orang Islam itu sendiri ada yang merasa ragu-ragu terhadap Al Qur’an sebagai firman-firman Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang dilansir oleh majalah Sabili edisi Rajab 1429 H. Benarlah apa yang telah di isyaratkan oleh Rasulullah SAW didalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahwasannya sabda Rasulullah, “Kalian nanti akan mengikuti jalan hidup orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, tatkala mereka itu masuk ke lubang biawak, kalianpun akan masuk kedalamnya, sahabat bertanya ya Rasulullah, apakah mereka itu orang yahudi dan Nasrani, Rasulullah menjawab, siapa lagi !”.

BATU KARANG JIHAD KAUM MUSLIMIN

Allah SWT berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al Ankabut (29) : 2-3).

Langkah-langka yang telah di wujudkan oleh orang-orang kafir, baik langkah-langkah Ghazwul Fikri maupun Ghazwul Harbi ini adalah merupakan batu ujian atau batu karang dalam jihad bagi kaum muslimin. Sesungguhnya orang yang berjuang dijalan Allah dalam rangka untuk menegakkan Dienullah itu sendiri pasti tidak akan sepi dari ujian, orang-orang yang berjuang dijalan Allah itu, mereka hanya ingin menacri ridha Allah bukan untuk mencari kenikmatan dunia. Maka mujahidin itu bukan alat perang dan bukan pula alat untuk mencari rejeki. Sesungguhnya para mujahidin di jalan Allah, setelah mereka mengadakan transaksi jual beli dengan Allah yang disaksikan oleh Ulil Amri, maka pada waktu itulah mereka telah mulai sadar bahwa dia telah menjual waktunya, menjual hartanya baik melalui infaq dan zakat, hingga menjual nyawanya kepada Allah demi untuk tegaknya syari’at Allah diatas bumi Allah ini dan Allah telah siap membayarnya dengan pembayaran yang sangat mahal yakni Surga. Sebagaimana Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan Surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”. (QS. At Taubah (9) : 111).

Maka apa-apa yang membentang dihadapan para mujahidin itu sendiri, mulai langkah Ghazwul fikri sampai tank baja nya orang-orang kafir yang berada di hadapannya, ini tidak lain dalam rangka untuk tegaknya syari’at Islam. Dan hal ini semuanya adalah batu karang – batu karang jihad, merupakan ujian-ujian, yang harus dihadapi atau dihancurkan kaum muslimin (para mujahidin) agar sampai pada tegaknya syari’at Islam yang indah dan adil yang datangnya dari Sang Pencipta manusia untuk makhluk ciptaan-Nya baik manusia serta alam sekitarnya agar Rahmat Allah itu sendiri bisa dinikmati oleh makhluknya. Wallahu a’lam

Facebook Comments
Tags:

Related Posts