AKAL YANG SEHAT PIKIRKAN AKHIRAT

OPINI 0

Ustad Shafa Marwan

“Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa”. (QS. As Sajdah : 22).

Pada prinsipnya kebutuhan hidup seluruh makhluk yang ada di atas permukaan bumi ini sama. Binatang melata, pepohonan dan manusia, baik yang beriman maupun yang kafir serta makhluk lainnya pada prinsipnya memiliki kebutuhan hidup yang sama yaitu makan, tidur, bernafas dan berkembang biak. Hanya saja bedanya manusia diberikan kelebihan oleh Allah Subahanahu wata’ala yaitu akal, sementara makhluk lainnya tidak. Makhluk yang tidak dianugerahkan akal tidak dimintai pertanggung jawaban dari kehidupannya di dunia sedangkan manusia akan dimintai pertanggung jawaban.

            Jika manusia yang telah dianugerahi akal memfokuskan diri hanya pada kebutuhan-kebutuhan hidup yang sama dengan makhluk lainnya di atas maka bisa dikatakan akalnya belum berfungsi, karna makhluk lainnya pun tanpa dibekali akal mereka telah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

            Akal yang berfungsi adalah akal yang memikirkan keselamatan diri setelah kehidupan ini, yang senantiasa menyiapkan perbekalan di dunia menuju akhirat. Di akhirat ada dua kampung, kampung Surga dan kampung Neraka. Maka tunggangilah dunia ini untuk sampai ke kampung Surga, baru dikatakan berguna akalnya. Sehebat apapun kehidupan dunia seseorang, ibarat buang anginnya beraroma wangi sekalipun, namun jika pada kehidupan akhiratnya gagal masuk Surga maka itulah kegalalan yang sebenarnya.

            Allah Subahanahu wata’ala berfiman, “Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu adalah tanah”. (An Naba’ : 40).

            “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya”. (QS. As Sajdah : 22)? Mereka telah mendzalimi /menyiksa dirinya sendiri dengan memasukkan dirinya ke Neraka. Tempat yang tidak ada gunanya sama sekali penyesalan, tidak ada seorang pun penolong di sana sakali pun bapaknya seorang Nabi.

            Kebanyakan orang sekolah hanya bertujuan mendapatkan dunia, alangkah sayangnya. Orang semacam inilah yang dikatakan akalnya tidak ada gunanya. Sebab dunia ini tanpa dicari tetap akan di dapat, itu sebuah kepastian. Maka jangan pernah pusing memikirkan kebutuhan hidup dunia.

Akan tetapi jika sesuatu apapun itu, bisa mengantarkan kita ke Surga-Nya, bahkan nyawa sekalipun pun siap kita korbankan untuk meraihnya, inilah prinsip! Wallahu a’lam. (Disarikan dari tausiyah Khalifah pada Kultum Subuh di PPUI Bekasi, 04/05/37H).

Facebook Comments
Tags:
Rate this article!

Related Posts